
*Rumah Pak Kyai*
"Jadi,,, kamu kenal sama Alimah dan Azizah?", tanya Bu Nyai.
"Iya bi", jawab singkat Farhan.
" Ukhty bercadar yang bernama Azizah adalah akhwat yang Farhan temui di kereta waktu dalam perjalanan menuju Pondok", ucap Farhan.
"Lalu,, Alimah. Dia adalah perempuan bercadar yang Farhan temui 5 tahun lalu saat merantau", lanjut Farhan. Bibi nya pun tersenyum dan mengangguk paham.
"Ma Sya Allah,,, dasar kamu ya Farhan. Pulang ke Pondok malah bawa 2 calon", ucap gurau sang bibi.
" Apa sih bi,,,? ", ucap Farhan sedikit tersenyum di balik sorban nya.
" Nggak ada salah nya kok kalau kamu mau cari calon,,, bibi dukung. kamu pilih aja salah satu akhwat bercadar di Pondok paman mu ini, nanti kalau ada yang cocok, nanti bibi kenalin", ucap Bu Nyai.
"Huff,,, dasar bibi", Farhan pun berdiri dan menuju kamar milik paman nya.
*-----------------------------*
__ADS_1
*Di dalam kamar*
Perlahan Farhan membaringkan tubuh nya di kasur milik paman nya, ia pun sejenak menutup mata, lalu tak berapa lama kembali membuka matanya sambil menghela nafas, lalu tersenyum...
"Sudah 5 lima tahun berlalu, aku nggak pernah menyangka kalau aku bisa bertemu sama Alimah si gadis bisu bercadar. Tapi,, kenapa sekarang dia bisa bicara ya?", ucap Farhan dalam hati.
" Dan dulu dia pernah bertanya dimana aku dan dia bisa bertemu lagi, dan aku pun menjawab kita bisa bertemu lagi di Ponpes Miftahul Huda. Aku nggak nyangka kalau dia beneran mondok disini", lanjutnya.
Sesekali Farhan pun tersenyum, ia sedikit mengingat kembali kejadian 5 tahun lalu dimana ia pertama kali bertemu dengan gadis bisu bercadar.
*Di salah satu taman Pondok*
Azizah dan Ani sedang duduk bersantai di bangku taman, sedari tadi Ani melihat sahabat nya itu hanya duduk diam tanpa berbicara.
"Iya Azizah,, ada apa?"
"Hmm,,, salah nggak sih kalau aku suka sama pemuda bersorban itu?", tanya Azizah.
" Kenapa kamu tanya itu?. Hmm,, nggak ada salah nya sih kalau kamu suka sama pemuda bersorban itu, emangnya kenapa?", ucap Ani.
__ADS_1
"Soal nya saingannya berat. Tadi Ustadzah Aida tanya tanya tentang pemuda bersorban itu ke Bu Nyai, udah pasti Ustadzah Aida ngincer pemuda bersorban itu. Dan ada Ukhty Alimah yang seperti nya udah kenal sama pemuda bersorban", ucap sedih Azizah.
Ani pun mengetahui jika sahabat nya itu sedang galau, Azizah takut jika pria yang ia kagumi di ambil oleh perempuan lain.
*----------------------------*
*Rumah Pak Kyai*
"Kamu mau kemana lagi Farhan, bukannya istirahat aja di kamar?", tanya Bu Nyai yang melihat Farhan keluar dari kamar.
" Huff,,, entahlah bi. Farhan mau jalan jalan aja sebentar keliling Pondok, mau cari Rohman, dari tadi Farhan belum ketemu sama Rohman", jawab Farhan.
"Oh iya, kalian berdua kan deket banget ya dari kecil. Ya udah deh, tapi inget, kalau kamu udah kecapean langsung balik, istirahat.", ucap bibi Aini.
" Iya bi", jawab singkat Farhan.
"Oh iya Farhan,,, bibi mau titip sesuatu ke kamu, nanti kalau udah ketemu sama Rohman kasih barang ini ke dia", ucap bibi Aini menghampiri Farhan dan memberikan sebuah kotak kecil.
" Nanti tolong bilang ke Rohman, kasih kotak itu ke Rinjani, guru silat para akhwat ", lanjut sang bibi.
__ADS_1
"Iya bi.... Assalamu'alaikum", pamit Farhan setelah menerima barang tersebut.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh", jawab salam bibi Aini sambil tersenyum karena sifat dingin keponakan nya itu.