Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Mengembalikan Senyum Ibu Murni


__ADS_3

...****************...


"Assalamu'alaikum Ustadz Rohman"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


"Pak Kyai", Rohman, Syafi'i, dan Ustadz Rendy pun segera mencium tangan Pak Kyai Hasyim.


" Kalian lagi apa di sini?", tanya Pak Kyai.


"Saya sama Syafi'i mau ke Masjid Pak Kyai,,, kalau Ustadz Rendy katanya habis keliling karena mau ngurus tes untuk nanti malam", jelas Rohman.


" Ya udah,, kita ke Masjid bareng aja,, saya juga mau ke Masjid", ucap Pak Kyai.


"Iya Pak Kyai".


Akhirnya ketiga pemuda Pondok itu pergi ke Masjid bersama Pak Kyai Hasyim. Kini Ustadz Rendy sedang berfikir bagaimana Pak Kyai bisa memanggik Rohman dengan sebutan Ustadz?.


Semua santri yang ada di Ponpes Miftahul Huda juga sudah mengetahui bahwa Rohman sudah tidak menjadi Ustadz sejak kejadian 4 tahun lalu, tapi kini Ustadz Rendy mendengar nya sendiri bahwa Pak Kyai Hasyim memanggil Rohman dengan sebutan Ustadz, tapi karena Ustadz Rendy punya fikiran yang buruk tentang Rohman, maka ia menganggap panggilan Pak Kyai kepada Rohman tadi hanya sebuah kebetulan.


"Ustadz Rohman mau ke Masjid,,, aku juga harus kembali ke Pondok untuk ngambil mukena sama sajadah, terus ngakak temen temen untuk pergi ke Masjid bareng", ucap Ukhty Wulan.


Ukhty Wulan yang melihat Ustadz Rohman sedang berjalan menuju Masjid bersama Pak Kyai Hasyim, maka Ukhty Wulan juga bergegas menuju Pondok nya untuk mengambil mukena dan sajadah nya.


...****************...

__ADS_1


...*Rumah Ibu Murni*...


Setelah Ibu Murni dan Farhan selesai Shalat Maghrib berjamaah, ibu Murni pun mengajak Farhan untuk makan malam di ruang makan. Kali ini walaupun Farhan masih sungkan untuk makan bersama ibu Murni, tapi ia tetap berusaha bersikap normal dan ikut bersama ibu Murni walau hanya beberapa sendok nasi.


"Ibu,,, ", Farhan pun mulai mengajak ibu Murni untuk mengobrol.


" Iya nak Farhan?", ibu Murni pun meletakkan sendok makan nya dan menatap Farhan.


"Hmm,,, Farhan cuma mau bilang, nanti sebaiknya ibu Murni tidur lebih cepat,,, karena besok kita harus berangkat pagi", ucap Farhan.


" Kamu nggak usah mengingatkan ibu nak,,, setiap hari aja ibu tidur jam 8 kok,,, paling malam mungkin jam 9 atau jam setengah 9", ucap ibu Murni.


Farhan pun hanya tersenyum setelah mendengar jawaban dari ibu Murni, lalu mereka berdua pun melanjutkan memakan makanan nya.


...----------------...


...*Didalam kamar*...


Sejenak Farhan duduk di kasur nya dan memperhatikan seisi ruang kamar tersebut, terlihat ada foto seorang akhwat bercadar bersama ibu Murni, jelas itu adalah foto Ukhty Wulan bersama ibu nya.


"Dasar Wulan,,, dulu kamu memang bahagia dan bisa tersenyum dengan ibu mu di sini,,, tapi waktu kamu mondok malah ada binatang yang menerkam mu".


" Tenang saya Wulan,,, setelah aku kembali ke Pondok bersama ibu mu,,, kamu dan ibu mu akan aku jaga dari berbagai binatang buas yang ada di Pondok ".


Farhan pun duduk di pinggir kasur dan melihat kantong plastik hitam yang ada di dekat tas nya. Farhan pun mengambil kantong plastik itu dan membawanya keluar dari kamar.

__ADS_1


...*Ruang tamu*...


Melihat ibu Murni yang sedang menonton TV sendirian, Farhan pun perlahan menghampiri ibu Murni dan ikut duduk bersama nya untuk menonton TV.


Baru saja Farhan duduk, ibu Murni langsung mematikan TV nya...


"Kenapa ibu matikan TV nya?", tanya Farhan bingung.


" Nggak ada yang bagus film nya,, hehe".


"Nak Farhan sendiri ngapain keluar dari kamar bukan nya istirahat?", tanya ibu Murni.


" Apanya yang istirahat,,, kan belum Isya' bu", jawab Farhan dengan wajah datar.


"Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah, hahaha. Ibu lupa,,, belum Shalat Isya' ya", ucap ibu Murni.


" Ibu bisa aja ngelawak nya. Oh iya bu, ini ada uang ganti rugi dari paman preman yang merusak warung makan nya ibu, tolong diterima,,, ", ucap Farhan meletakkan kantong plastik itu di dekat ibu Murni.


Tapi ibu Murni hanya tersenyum dan perlahan memberikan kantong plastik itu ke Farhan lagi...


" Kenapa ibu ngasih uang nya ke saya,, ini kan uang ibu?", tanya Farhan.


"Saat sampai di Pondok nanti, tolong kasih uang itu ke Pak Kyai. Ibu sedekahkan uang itu untuk anak anak Pondok,,, ", ucap ibu Murni.


Sejenak Farhan tersenyum mendengar ucapan dari ibu Murni yang ingin menyumbangkan uang nya ke Pondok untuk anak anak santri. Orang yang hidup berkecukupan mungkin akan tergiur dengan uang itu, tapi tidak dengan ibu Murni. Walau ibu Murni hidup serba cukup, tapi ia tidak tergiur dengan uang tersebut.

__ADS_1


Karena, jika ibu Murni sudah ada di Pondok ia bisa bertemu dan tinggal dengan anak nya di Pondok, karena itu adalah hal yang paling membuat ibu Murni bisa kembali tersenyum bahagia bersama dengan anak nya daripada harta apapun.


__ADS_2