Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Sorban Untuk Syifa


__ADS_3

...****************...


Karena ayahnya Dinda yang memulai pembicaraan dengan Farhan, maka mama nya Dinda pun juga ikut nimbrung karena memang sedari tadi sepertinya beliau ingin mengatakan sesuatu kepada Farhan.


Karena kedua orang tua nya Dinda sangat ramah kepadanya, maka Farhan pun juga berbicara santai kepada mereka dengan senyum yang ramah walau area mulut dan hidungnya sudah ia tutup dengan kain putih.


Dan di sisi lain Syifa juga sangat nyaman berada di pangkuan Farhan, ia duduk manis sambil membaca buku dan sesekali juga meminum minuman miliknya yang masih tersisa.


Dinda sendiri juga tenang karena anaknya tidak menyusahkan orang asing dan malah nyaman dengannya.


Semua orang yang ada di meja makan itu sudah selesai memakan habis hidangan nya masing masing. Mereka pun melanjutkan pembicaraan santai itu sambil bersenda gurau supaya suasana tidak terlalu canggung, Dinda bahkan juga sesekali mengawasi pemuda bersorban itu sambil tersenyum dibalik cadar nya.


...----------------...


Sangking nyaman nya mereka berbincang bincang, tak lama kemudian terdengar suara Adzan berkumandang.


"Ya Allah,,, Syifa tidur?!", ucap Dinda.


Karena suara dari Dinda itu, semua pandangan pun tertuju ke arah Farhan, karena dari tadi Syifa memang duduk dipangkuan Farhan.


Saat Farhan sendiri melihat ke bawah nya, ternyata benar Syifa sedang tidur pulas sambil memeluk nya.

__ADS_1


" Syifa nyaman banget sama kamu nak", ucap pak Danang.


"Hmm,,, saya sendiri juga tidak tahu pak, saya ke sini cuma mau makan, tapi malah di panggil ayah sama Syifa dan akhirnya makan bersama kalian di meja ini", jawab Farhan sedikit canggung.


" Hm bapak,,, bisa tolong angkat Syifa?!", ucap Farhan.


"Loh kenapa,,, kamu nggak nyaman ya sama Syifa?", ucap pak Danang.


" Bukan begitu pak,,, saya datang ke kota ini mau ke tempat saudara saya,,, saya baru sampai tadi pagi, dan waktu makan siang malah ketemu sama Syifa. Seharusnya saya sudah pergi dari tadi, tapi karena melihat Syifa yang nyaman sama saya, saya nggak tega mau ninggalin dia", jelas Farhan.


Keluarga tersebut pun mulai paham dengan kondisi Farhan saat ini, dengan perlahan dan tanpa membangunkan Syifa yang sedang tertidur, sang kakek pun mengangkat nya perlahan dan meletakkan Syifa dipangkuannya.


Farhan sendiri pun mulai berkemas dan membereskan barang nya,,,


Saat Farhan sedang membereskan barang nya dan mulai menggendong tas nya, tiba tiba ada yang memanggilnya dengan sebutan 'akhy'.


Yang memanggil Farhan tak lain adalah Dinda, ia sambil menundukkan sedikit kepalanya karena sedikit malu.


"Ada yang bisa saya bantu ukhty?", tanya Farhan.


" Akhy yakin mau pergi,,, bagaimana kalau Syifa bangun dan nyari akhy?", tanya Dinda.

__ADS_1


"Itu buku bergambar yang saya berikan ke Syifa tadi,,, memang untuk Syifa, halaman nya juga banyak. Kalau Syifa cari saya, kasih aja buku itu", jawab Farhan.


" Tapi Syifa pasti sedih banget kalau akhy nggak ada, pasti nyariin walau dikasih buku bergambar itu ", ucap Dinda.


Sejenak Farhan pun terdiam, dan mulai memikirkan sesuatu...


Farhan pun melepaskan sorban yang melingkar di leher nya, dan memberikan sorban itu ke Dinda.


" Kasih ini ke Syifa nanti kalau dia sedih dan nyari saya,,, bilang kalau kita akan bertemu lagi kelak ", ucap Farhan memberikan sorban putih milik nya ke Dinda. Dinda pun mengambilnya sambil menganggukkan kepala dan sedikit tersenyum.


Farhan pun berpamitan kepada keluarga tersebut dengan sopan,,,,


" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh "


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Farhan pun berjalan menuju pintu keluar...


"Ehem,,, kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih"


"Iya,,, kayaknya udah ada pengganti untuk jadi ayahnya Syifa yang baru "

__ADS_1


Setelah Farhan keluar dari restoran tersebut, ayah dan mama nya Dinda pun langsung menggoda Dinda karena melihat Farhan sampai keluar dari restoran.


"Iih ayah sama mama apaan siih,,, nggaak,,, bukan itu,,, ", Dinda pun malu karena di goda.


__ADS_2