
Saat Ustadzah Rini dan Ustadzah Aida keluar dari kawasan pondok ikhwan, mereka berpapasan dengan Bu Nyai dan Pak Kyai.
"Assalamu'alaikum", ucap salam kedua Ustadzah lalu mencium tangan Bu Nyai.
" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ", jawab salam Bu Nyai dan Pak Kyai.
" Mana Farhan?", tanya Bu Nyai.
"Kita berdua juga lagi nyari Bu Nyai, tapi tadi Farhan beneran nyamperin Rendy, terus Rendy bilang Farhan cuma tanya tanya tentang pondok, tapi saya yakin Rendy pasti bohong", jelas Ustadzah Rini.
" Hufff,,, Alhamdulillah saya jadi tenang karena Farhan nggak lepas kendali lagi seperti dulu", ucap Bu Nyai.
"Hmm,, maaf Bu Nyai, memangnya mas Farhan dulu lepas kendali bagaimana?", tanya Ustadzah Aida.
" Husst,,, kamu masih di bawah umur. Mending kita nyari Farhan lagi", ucap Ustadzah Rini lalu membawa Ustadzah Aida pergi dari situ.
"Huff,,, Farhan kan sudah bisa mengontrol emosi nya, sebaiknya kamu balik ke rumah, biar aku yang cari Farhan", ucap Pak Kyai.
" Iya mas,, nanti kalau udah ketemu sama Farhan, bawa pulang ya mas", jawab Bu Nyai.
"Iya.Assalamu'alaikum,,, "
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh".
*----------------------*
*Aula Komputer*
Di aula ruang komputer Wulan sedang panik, ia mondar mandir di dalam ruang komputer.
*krieet*
__ADS_1
" Assalamu'alaikum,,, "
Tak berapa lama, terdengar suara pintu dibuka dan terdengar suara orang mengucapkan salam...
"Wa'alaikumussalam", Wulan pun menjawab salam dan melihat ke arah orang tersebut.
Sejenak Wulan terdiam saat melihat orang itu adalah Farhan, pemuda bersorban.
" Kamu boleh keluar sekarang, tapi kamu harus ingat satu hal. Sekarang ini saya mulai menyelidiki kasus 4 tahun lalu, jangan sekali kali kamu berani bertindak yang mencurigakan selama kamu ada di Ponpes Miftahul Huda ini, paham?", ucap Farhan.
"Pa paham akhy", jawab gugup Wulan.
Setelah Farhan pergi dari aula, Wulan pun perlahan berjalan keluar dari dalam ruangan.
Dengan wajah gelisah, Wulan pun pergi dalam aula komputer...
*------------------------*
Ada seorang Ustadz yang sedang mengajar di salah satu kelas yang ada di pondok akhwat, Ustadz muda yang tampan dan berpeci. Ustadz Ahmad, salah satu Ustadz terpopuler di Ponpes Miftahul Huda.
Ustadz Ahmad adalah kakak laki laki dari Ustadzah Fitri, salah satu Ustadzah yang menjadi incaran para Ustadz lain selain 3 Ustadz terpopuler di Ponpes Miftahul Huda.
Ustadzah Fitri adalah Ustadzah muda yang sangat cantik walau ia menggunakan cadar, ia adalah Ustadzah pertama yang mengajar di Ponpes Miftahul Huda.
"Baiklah para akhwat,, sampai sini dulu penjelasan nya".
"Na'am Ustadz".
Saat para akhwat keluar dari kelas satu persatu, selang beberapa menit ada seorang Ustadzah bercadar yang cantik masuk ke dalam kelas, Ustadzah Fitri masuk ke dalam kelas untuk menghampiri sang kakak.
*Di depan kelas, perjalanan menuju ruang guru*
__ADS_1
Ustadz Ahmad dan Ustadzah Fitri sedang berbincang bincang,,,
"Kakak,,, ".
"Ada apa Fitri".
" Hmm,,, gimana rencana kakak soal melamar Ustadzah Aida?"
Pertanyaan dari sang adik membuat Ustadz Ahmad menghentikan langkahnya dan menatap sang adik.
"Terus, gimana soal perasaan kamu ke Ustadz Farid?".
" Iihh,, apa sih kakak. aaa".
Saat adik kakak itu sedang bergurau, tak jauh dari tempat mereka berdiri ada seorang pemuda bersorban yang tak lain adalah Farhan.
Adik dan kakak itu tidak menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua, saat jarak mereka sudah sangat dekat dengan pemuda bersorban itu...
"Afwan,,, mengganggu kebahagiaan antara adik kakak", ucap Farhan tanpa melihat ke arah Ustadz Ahmad dan Ustadzah Fitri.
Langkah mereka berdua pun terhenti setelah ada yang berbicara kepada mereka...
Yang pertama kali melihat ke arah orang yang mengajak mereka berbicara adalah Ustadzah Fitri, pandangan Ustadzah Fitri pun terpaku kepada mata pemuda bersorban yang ada di depan nya.
"Afwan,,, ada yang bisa di bantu?", tanya Ustadz Ahmad.
" Ada yang ingin saya bicara kan sama Ustadz Ahmad ", jawab dingin Farhan perlahan berjalan menjauh.
" Fitri,, tolong kamu bawa tas kakak ke ruang guru, kakak mau bicara dulu sama ikhwan bersorban itu", ucap Ustadz Ahmad.
"I iya kak", jawab Ustadzah Fitri.
__ADS_1
Ustadz Ahmad pun bergegas mengikuti pemuda bersorban itu dari berlakang...