
...****************...
...*Lapangan Besar Pondok*...
"Mulai!!! "
Pertandingan silat yang sudah dinanti nantikan akhirnya dimulai setelah aba aba dari wasit. Pertandingan pertama adalah pertandingan antara muridnya Ustadzah Rinjani melawan muridnya Ustadz Andi, pertandingan pertama saja sudah membuat para santri yang menonton sangat bersemangat dan mendukung antar kedua santri yang bertanding tersebut.
Ustadzah Rinjani yang melihat muridnya sedang bertanding sudah semestinya menonton dari dekat untuk memberi dukungan, beda hal nya dengan Ustadz Andi. Ustadz Andi adalah satu dari keempat Ustadz terpopuler di Pondok yang sifatnya sangat cuek dengan semua hal, kecuali dalam hal mengajar di kelas dan mengurus urusan Pondok yang diberikan kepada nya oleh Pak Kyai.
Bahkan saat ini Ustadz Andi hanya menonton muridnya yang sedang bertanding dengan santai dan tidak memberikan dukungan lebih, walau begitu tapi Ustadz Andi tetap disukai oleh para murid murid nya.
Setelah beberapa gerakan dan jurus akhirnya pertandingan pertama dimenangkan oleh murid silat dari Ustadz Andi, walau sifat cuek nya sangat tinggi tapi Ustadz Andi tetap bangga bila murid nya menang dalam pertandingan.
Karena murid nya kalah, Ustadzah Rinjani tidak marah kepada muridnya melainkan menghibur murid nya supaya tidak patah semangat dan terus berusaha.
......................
Dan pertandingan kedua adalah pertandingan antara muridnya Ustadz Rendy melawan muridnya Ustadz Ahmad, selama tiga tahun berturut turut semua murid dari Ustadz Rendy tidak pernah kalah sekalipun. Dan pertandingan kali ini juga Ustadz Rendy sudah mempersiapkan semua terbaiknya untuk pertandingan silat kali ini, sebenarnya sangat banyak murid silat dari Ustadz Rendy, tapi dia memilih yang terbaik dari beberapa muridnya untuk pertandingan silat. Dan Ustadz Rendy sendiri menegaskan kepada muridnya dan bertekad untuk menjadi juara selama 4 tahun berturut turut sebagai pemenang pertandingan silat senior di Ponpes Miftahul Huda.
__ADS_1
Ustadz Ahmad, adalah satu dari keempat Ustadz terpopuler yang paling ramah kepada murid murid nya. Ustadz Ahmad tidak begitu keras kepada murid nya untuk bisa memenangkan pertandingan, berusaha sebisa nya dan jangan memaksa, kalah dan menang adalah hal biasa dalam sebuah pertandingan. Tapi walau begitu Ustadz Ahmad juga harus tetap memberi dukungan kepada para muridnya yang akan bertanding.
...****************...
...*Aula Akhwat*...
Farhan kali ini benar benar menjadi pusat perhatian untuk para akhwat di aula yang akan ber audisi. Kali ini tak hanya Farhan yang menjadi pusat perhatian, tapi kedua Ustadz yang mengikuti Farhan juga menjadi pusat perhatian.
Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i yang memakai baju silat nya telah gagah dibuatnya dan ditambah dengan sorban yang menutupi wajahnya.
"Ma Sya Allah,,, ganteng banget keponakan ku", ucap Ustadzah Rini kepada Farhan yang duduk di samping nya.
" Apa sih bi,,, oh iya Farhan mau ke lapangan, ikut meramaikan disana,,, bibi jadi juri untuk audisi hadroh kan disini?", ucap Farhan.
Entah mengapa Farhan hanya tersenyum kepada bibi nya, ia lalu berdiri dan menghampiri ibu Murni yang sedang bersama dengan anaknya...
" Dasar Farhan,,, bukannya jawab pertanyaan dari bibi malah senyum senyum,,,, ", ucap Ustadzah Rini.
...----------------...
__ADS_1
"Nak Farhan mau tanding silat ya?", tanya ibu Murni kepada Farhan yang telah duduk disamping nya.
" Iya ibu,,, ibu disini aja ya,,, dukung Wulan supaya menang audisi hadroh", ucap Farhan.
"Iya nak Farhan,,, mungkin kalau audisi nya udah selesai, ibu sama Wulan akan nyusul kamu,,, ", ucap ibu Murni.
" Sejak kapan Akhy Farhan sama ibu dekat?", batin Ukhty Wulan heran dengan kedekatan sang ibu dengan Farhan.
"Saya sudah bawa ibu kamu untuk tinggal disini,,, kamu harus jaga ibu mu baik baik,,, saya jamin tidak ada yang berani mengganggu kamu sama ibu kamu", ucap Farhan melihat ke arah Ukhty Wulan.
" I iya Akhy,,, terima kasih,,, saya seneng banget bisa ketemu sama ibu,,, kangen banget", ucap Ukhty Wulan.
"Sebagai gantinya,,, kamu sama teman teman mu harus menang audisi hadroh ini,,, ", ucap Farhan.
" In Sya Allah,,, ", jawab Ukhty Wulan tersenyum lalu memeluk sang ibu.
......................
Dengan hati yang sudah mantap, Farhan dan kedua sahabat nya langsung pergi menuju lapangan besar Pondok...
__ADS_1
" Rohman,,, baju silat kamu sempit nggak,,, baju ku sempit banget,,, ", Syafi'i berbisik ke Rohman.
" Husst,,, udah tahan aja,,, lagian ini juga sebentar kok,,, baju ku juga sempat siih,,, ", jawab Rohman.....