
*Kembali ke masa sekarang*
*Ponpes Miftahul Huda*
Di sebuah bangku taman di area pondok ikhwan, Farhan sedang duduk sambil memikirkan sesuatu.
"Ya Allah,,, apa yang harus aku lakukan?. Aku sangat yakin kalau ukhty bercadar itu adalah Wulan, anak dari ibu pemilik rumah makan itu", batin Farhan.
" Kalau aku pikirkan lagi, Wulan bisa saja langsung mengaku siapa yang telah melecehkan nya,,, tapi seperti dugaan ku saat ini, Wulan berada dalam ancaman orang itu, dan orang itu pasti sudah tahu identitas dan keluarga Wulan ".
" Kalau itu masalah nya,,, aku akan membawa ibu Wulan untuk datang dan tinggal di pondok,,, selama ibu dan anak itu ada di pondok,,, aku akan berusaha melindungi mereka berdua. Kalau orang itu mengancam Wulan dengan ibu itu,, berarti orang tersebut memiliki komunikasi di luar sana,,, itu sangat berbahaya ".
Farhan pun bergegas menuju rumah paman dan bibi nya,,,
*-----------------------*
Terlihat di suatu jalan pondok ada Ustadzah Fitri dan Ustadz Ahmad sedang berjalan menuju masjid.
Mereka berdua tidak ada habisnya membicarakan tentang pemuda bersorban yang bertemu dan berbicara bersama mereka tadi.
"Assalamu'alaikum"
Saat sepasang adik dan kakak itu fokus membicarakan tentang pemuda bersorban, ada yang mengucapkan salam kepada mereka...
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh... ", jawab Ustadzah Fitri dan Ustadz Ahmad.
Orang yang mengucapkan salam kepada Ustadz Ahmad dan Ustadzah Fitri adalah Rohman, terlihat Rohman dengan baju koko nya yang kotor dan peci hitam nya.
" Eh Ustadz Rohman".
"Siapa yang kamu panggil Ustadz?. Panggil Rohman aja,,, ".
" Biar bagaimana pun,, Ustadz Rohman adalah guru sekaligus Ustadz pertama di Pondok ini,,, jadi saya pun harus menghormati Ustadz Rohman ", ucap Ustadz Ahmad.
" Entahlah Ustadz Ahmad,,, saya jadi terbiasa dipanggil nama langsung daripada di panggil Ustadz sejak kejadian 4 tahun lalu", ucap Rohman.
"Yang sabar ya Ustadz,,, oh iya, Ustadz Rohman habis dari gudang ya?", tanya Ustadz Ahmad.
" Iya,,,seperti biasa lah,,, saya selalu membersihkan gudang di hutan", jawab Rohman.
" Emangnya ada santri baru?", tanya balik Rohman.
"Ada Ustadz,,, santri baru dengan sorban putih yang menutupi sebagian wajah nya", jawab Ustadzah Fitri dengan perasaan senang.
" Jadi kamu lebih milih santri baru daripada Ustadz Farid?", gurau Ustadz Ahmad.
"Ih apa sih kakak ini,,, ", ketus Ustadzah Fitri.
__ADS_1
Rohman pun hanya tersenyum melihat kelakuan kakak adik itu,,,
" Huff,,, nggak ada salah nya kalau Ustadzah Fitri tertarik sama pemuda bersorban itu, karena pemuda bersorban itu adalah santri pertama sebelum saya yang menjadi yang kedua ", ucap Rohman.
Mendengar ucapan Rohman, Ustadzah Fitri dan Ustadz Ahmad pun terdiam...
*Rumah Pak Kyai*
Setelah lama mencari, akhirnya Ustadzah Aini pun bertemu dengan keponakan nya itu. Sang bibi sangat senang saat bertemu dengan Farhan, ia memeluk keponakan nya itu dengan erat.
" Kamu darimana aja Farhan,, bibi kawatir sama kamu,,, bibi takut kejadian 10 tahun lalu terulang kembali ", ucap kawatir Ustadzah Aini.
" Bibi nggak usah kawatir,,, Farhan sudah bisa mengendalikan emosi nya Farhan sendiri kok", jawab Farhan menenangkan bibi nya.
"Alhamdulillah kalau begitu"
"Farhan sudah bisa mengendalikan amarah kok bi,,, tapi tadi cuma ngeluarin sedikit aura untuk menekan orang", batin Farhan.
Tak berapa lama kemudian Pak Kyai pun datang dan masuk ke dalam rumah...
" Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"
__ADS_1
Sejenak Farhan dan paman nya saling bertatap mata...
"Dasar keponakan nggak ada akhlak,,, di cariin daritadi tau nya malah disini", batin Pak Kyai.