
...****************...
"Ya Allah adeek,,, kenapa lagii?,, "
"Ayah jangan pergi lagii,,, ayah disini aja sama Syifa"
Dinda pun mulai bingung apa yang harus dilakukan, ia tidak pernah melihat Syifa seramah ini dengan orang lain apalagi dengan orang yang baru bertemu dengannya.
Kakek dan neneknya pun mulai menilai Farhan, dilihat dari penampilan dan tutur kata nya tadi, Farhan memang baik dan tidak ada niat jahat, jika Farhan ada niat jahat kepada Syifa pasti ia sudah menculik nya daritadi dan tidak akan mengembalikan Syifa kepada mama nya.
"Naak,,, duduk dulu sebentar,,, kita makan bareng", ucap kakek.
" Iyaa,,, ayah disini aja, makan bareng Syifa ", ucap Syifa memelas.
Sejenak Farhan melihat ke arah kakek, Farhan mulai sungkan dengan sang kakek yang menawarkan untuk makan bersama, apalagi kakek juga mengundang dengan cara yang halus dan baik. Karena mendapatkan undangan dan melihat Syifa yang sedih, Farhan pun menerima undangan tersebut untuk makan di meja yang sama.
"Baiklah pak,,, saya akan makan bersama kalian", jawab Farhan. Sebenarnya Farhan sangat sungkan dengan keadaan nya saat ini, tapi ia juga tidak ingin melihat Syifa menangis karena dirinya pergi.
Syifa pun menggandeng tangan Farhan dan mengajaknya kembali ke meja makan untuk makan bersama,,,
......................
Karena Farhan dan Dinda bukan mahrom, jadi sang nenek yang awalnya duduk di samping suaminya kini pindah di samping Dinda, dan sang kakek yang duduk di samping Farhan.
__ADS_1
Farhan pun memesan makanan yang ingin ia makan, Farhan juga menyesuaikan harga dengan isi dompet nya, ia hanya memesan 1 piring mie goreng ayam bumbu dan segelas es teh manis.
Sambil menunggu pesanannya, Farhan pun melepas tas nya dan menaruhnya di bawah meja. Lalu mengambil buku novel miliknya dan mulai membacanya.
Syifa yang awalnya duduk dengan Dinda, perlahan turun dari tempat duduk nya...
"Syifa mau kemana sayang?", tanya Dinda.
" Syifa mau ikut ayah,,, bolehkan maah?!", ucap Syifa memasang wajah imut.
Syifa sebelumnya tidak pernah dekat dengan orang yang baru ia temui, tapi kali ini Dinda melihat hal yang berbeda dari Farhan, seorang pemuda bersorban yang bisa menarik perhatian Syifa.
"Iyaa,,, boleh kok sayang,,, tapi jangan nakal ya sama ayah", ucap Dinda.
"Ya Allah,,, situasi macam apa ini?,,, padahal cuma mau makan, kenapa malah dapat anak orang sih,, Astaghfirullah Hal'adzim", batin Farhan mendengar percakapan antara Dinda dan Syifa dengan sedikit panik.
Syifa pun perlahan berjalan melewat Farhan dan naik dengan perlahan ke kursi makan, dan sekarang Syifa sudah duduk manis diantara kakeknya dan Farhan.
Dengan imutnya Syifa mendekat ke Farhan dan melihat Farhan yang sedang membaca buku,,,
"Ayah,,, ayah lagi baca buku apa?", tanya Syifa dengan suara pelan.
" Kakak lagi baca buku novel,,, "jawab Farhan dengan ramah.
__ADS_1
" Ayah suka baca buku ya,,, kata mamah kalau suka baca buku nanti bisa jadi pintar", ucap imut Syifa.
"Iyaa,,, mama kamu benar, Syifa harus rajin baca buku dan menulis,,, dan bisa meraih cita cita yang Syifa mau", ucap Farhan.
" Iya ayah,,, Syifa mau jadi Ustadzah seperti mama", ucap Syifa dengan semangat.
Mendengar ucapan dari Syifa, semuanya pun meng Aamiin kan nya,,,
Entah mengapa kini Syifa perlahan naik ke pangkuan Farhan, tapi lumayan sulit karena posisi Farhan yang sedikit mendekat ke meja...
"Syifa mau ngapain? ", tanya Farhan tersenyum lucu melihat tingkat laku Syifa.
" Syifa mau duduk di pangkuan ayah", ucap Syifa berusaha naik ke pangkuan Farhan.
Melihat Syifa yang kesulitan naik ke pangkuan nya, Farhan pun agak menjauh dari meja dan berselenden di kursi, dan iya mengangkat Syifa ke atas pangkuan nya. Dengan wajah imut dibalik cadar nya, Syifa tersenyum lebar dan merasa sangat bahagia bisa duduk di pangkuan Farhan.
"Selama ini Syifa nggak pernah sedekat ini sama orang asing, apalagi yang baru ia temui. Tapi kenapa Syifa sangat nyaman sekali dengan pemuda bersorban itu?", batin Dinda juga senang melihat Syifa senang saat berada dekat dengan Farhan.
" Pemuda ini tidak seperti nya tidak sederhana,,, banyak orang asing yang sudah Syifa tolak kehadiran nya, tapi kali ini sangat berbeda. Syifa bisa langsung tertarik dengan pemuda bersorban ini dan langsung memanggilnya ayah", batin sang kakek.
"Cucu kecil ku ini sudah bisa memilih mana orang yang baik untuk di dekati dan mana yang tidak,,, pemuda bersorban ini pasti orang yang baik,,, bahkan Syifa sangat nyaman berada di pangkuan nya", batin samg nenek.
Farhan pun membiarkan Syifa duduk dengan nyaman dipangkuan nya sambil sesekali membaca buku nya lagi....
__ADS_1
"Situasi macam apa ini, canggung banget,,, bikin anak orang nyaman dihadapan keluarga nya langsung", batin Farhan.