
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...*Pagi hari Ponpes Darul Musthafa*...
Selepas pulang Shalat Subuh berjama'ah, Farhan mengajak paman dan bibi nya untuk mengobrol. Farhan secara tegas membahas tentang kelima kasus akhwat yang sedang diselidiki itu.
Farhan pun akan menginterogasi sang korban satu persatu di rumah Pak Kyai itu, Farhan pun meminta supaya paman dan bibi nya tetap didalam untuk mendengar pengakuan dari sang korban. Pak Kyai Zaki dan Bu Nyai Anjani pun menurut saja kepada keponakan nya itu, mereka tidak mau berkomentar banyak tapi mereka akan membantu untuk menyelesaikan kasus itu. Biar bagaimana pun kasus itu memang menjadi tanggung jawab Pak Kyai dan Bu Nyai sedangkan Farhan hanya sekedar memberikan arahan saja.
......................
Beberapa menit kemudian tim keamanan Pondok pun telah datang, karena anggota mereka lumayan banyak maka hanya beberapa yang masuk untuk melapor.
Para tim keamanan Pondok pun sedang berdiskusi langkah yang akan mereka ambil selanjutnya, terlihat wajah Ustadz Dzakir yang serius. Dia selaku ketua tim keamanan Pondok kali ini ia akan bersungguh sungguh untuk menyelesaikan tugas nya itu, ia sendiri merasa malu kepada Pak Kyai dan Bu Nyai karena sudah menggantung kasus yang serius.
Setelah Ustadz Dzakir bersama beberapa anggota tim nya berbincang dengan Pak Kyai dan berdiskusi mereka pun diam sejenak untuk memahami apa yang sudah Pak Kyai sampaikan kepada mereka.
"Sekarang,,, bawa satu persatu korban nya kesini", ucap Farhan dengan aura dingin.
__ADS_1
Ketua dan anggota tim keamanan Pondok pun langsung melihat ke arah Farhan, mereka pun jadi saling pandang...
" Hmm,,, apakah pelakunya juga dibawa juga mas?", tanya Ustadz Dzakir sedikit takut.
"Untuk para pelaku jangan dipanggil dulu,,,, saya butuh sang korban nya. Bawa mereka kesini", ucap Farhan tanpa ekspresi.
Ustadz Dzakir pun memerintah kepada kelima anggota nya untuk memanggil satu persatu korban. Di dalam tim keamanan Pondok tidak hanya para Ustadz saja, tapi juga ada para Ustadzah.
Karena ini kasus para santri akhwat maka Ustadz Dzakir pun memberikan tugas memanggil korban satu persatu kepada kelima anggota nya yang merupakan seorang Ustadzah Pondok. Dan mereka tanpa basa basi langsung menjalankan tugas nya masing masing.
...****************...
Kelima Ustadzah yang ditugaskan sudah berada di kawasan Pondok santri akhwat, mereka langsung menyebar untuk mencari kelima korban nya.
Tak butuh waktu lama Ustadzah pertama bertemu dengan beberapa akhwat yang sedang belajar bahasa Arab bersama di dekat aula, ia pun segera mendekati para akhwat itu.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh", Ustadzah itu pun langsung mengucapkan salam setelah jaraknya dekat dengan kumpulan para akhwat tersebut.
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh Ustadzah ", jawab serentak para akhwat.
" Lala,,, kamu dipanggil Pak Kyai dan Bu Nyai ", ucap si Ustadzah tanpa basa basi.
" I iya Ustadzah ", Lala pun langsung berdiri dan mengikuti Ustadzah tersebut dari belakang.
Lala, seorang akhwat yang sudah 10 tahun menjadi santri Ponpes Darul Musthafa. Ia menjadi korban pertama setelah satu tahun mondok. Kali ini seorang Ustadzah dari tim keamanan menjemputnya untuk menghadap Pak Kyai dan Bu Nyai, ia sedikit tidak tenang karena khawatir jika ada perbuatan dan sikapnya yang bisa membuat dirinya dipanggil oleh Pak Kyai dan Bu Nyai.
......................
Ustadzah kedua pun juga sudah bertemu dengan korban kedua, seorang akhwat bernama Citra yang juga sudah 10 tahun mondok di Ponpes Darul Musthafa, dan ia mendapatkan kasus tersebut 2 bulan setelah kasus Lala.
Ustadzah ketiga juga sudah bertemu dengan korban ketiga, seorang akhwat bernama Santi yang mendapatkan kasus setelah 2 minggu kasus dari Citra.
Ustadzah keempat pun juga telah menemukan korban ke empat, seorang akhwat yang baru istiqomah untuk memakai cadar bernama Ira. Ia mendapatkan kasus itu 2 bukan setelah kasus ketiga akhwat tadi.
Ustadzah kelima juga sudah bertemu dengan korban kelima, seorang akhwat yang juga baru mulai menggunakan cadar akhir akhir ini bernama Lia, ia mendapatkan kasus nya 1 bulan setelah kasus milik Ira.
__ADS_1
...****************...
Mereka pun langsung dibawa ke rumah Pak Kyai untuk dimintai keterangan, karena secara waktu mereka berlima tidak sama waktu menemukan nya. Maka mereka pun tidak saling bertemu, karena kelima Ustadzah tersebut diberi pesan untuk langsung membawa sang korban tanpa harus menunggu yang lain...