Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Masa Lalu Yang Menakutkan


__ADS_3

Ustadzah Rinjani dan para Akhwat memperhatikan Ustadz Rendy yang seperti nya sedang kesakitan, tapi mereka tidak tahu harus berbuat apa...


"Ya Allah,,, Ustadz Rendy kenapa?", tanya Ustadzah Rinjani.


" Hah hah,,, nggak,, nggak apa apa kok Ustadzah,,, ", jawab Ustadz Rendy masih mendapatkan tekanan.


" Apa yang terjadi dengan Ustadz Rendy?", batin Ustadzah Rinjani.


"Hah hah,,, Ya Allah... Kenapa tekanan ini tidak ada habisnya,,, aku sangat tersiksa jika seperti ini terus", batin Ustadz Rendy.


" Hmmp,,, itu hanya permulaan untuk mu,,,!!! "


Tiba tiba ada suara seseorang yang mendekat dari arah luar Masjid, nampak lah ada pemuda bersorban yang berjalan perlahan menuju teras Masjid dan mendekat ke arah para Akhwat yang sedang berkumpul.


Tak salah lagi, tekanan itu berasal dari Farhan yang mengetahui keberadaan Ustadz Rendy yang ada di Masjid...

__ADS_1


"Ya Allah,,, pemuda bersorban itu,, akhirnya bisa ketemu lagi", batin Ustadzah Rinjani.


" Hah hah,, apa yang kamu lakukan?... Kenapa kamu terus terusan menekan saya seperti ini,,, jangan mentang mentang kamu santri baru yang diawasi sama para Ustadzah jadi kamu bisa seenaknya di sini,, saya adalah guru silat di sini,, kalau saya ambil tindakan,, habis kamu", ancam Ustadz Rendy.


Saat ini posisi Ustadz Rendy masih bertekuk lutut, dan Farhan sudah ada di samping Ustadz Rendy. Farhan hanya sedikit berjongkok menghadap ke arah Ustadz Rendy dan menepuk pundaknya.


Hanya pundak nya saja yang di tepuk, Ustadz Rendy seperti semakin tertekan. Dan hal itu membuat para para Akhwat yang melihat kejadian itu merasa bingung.


Ustadz Rendy adalah guru silat yang paling tegas, kuat, dan ditakuti oleh sebagian besar murid murid. Tapi kali ini para Akhwat melihat dengan mata sendiri, kalau Ustadz Rendy seperti ditekan oleh pemuda bersorban yang mereka kira adalah santri baru.


"Bagaimana bisa Ustadz Rendy bisa bertekuk lutut dihadapkan pemuda bersorban itu?. Padahal kekuatan Ustadz Rendy sangat kuat dibandingkan para Ustadz yang melatih silat lainnya".


" Tapi nggak heran sih kalau Ustadz Rendy bisa tertekan dihadapkan pemuda bersorban itu,,, bahkan aku aja dikalahkan dengan satu pukulan sama pemuda bersorban itu. Kalau dinilai,,, menurut ku pribadi sih seperti nya pemuda bersorban itu jauh lebih kuat daripada Ustadz Rendy ", batin Ustadzah Rinjani.


Hanya ditatap oleh Farhan, Ustadz Rendy bahkan tidak berani menatap balik. Saat ini Ustadz Rendy sangat ketakutan dengan situasi yang dia alami saat ini.

__ADS_1


"Kamu sudah saya tandai,,, jadi kamu jangan macam macam selama ada di dalam Ponpes Miftahul Huda ini,, paham?", ucap Farhan.


" Sama hal nya dengan guru mu itu,,, Abdul", lanjut Farhan.


"Ba bagaimana kamu bisa kenal dengan guru ku?", tanya Ustadz Rendy.


Pernyataan Farhan sangat membuat Ustadz Rendy terkejut, bagaimana seorang santri baru bisa mengenal Ustadz Abdul yang sudah bertahun tahun mondok di Ponpes Miftahul Huda?.


" Jangan kan Abdul,,, bahkan adiknya saja aku kenal ", jawab Farhan.


" Adik dari Ustadz Abdul?. Aku ingat dulu Ustadz Abdul pernah cerita ke aku tentang adik nya yang sudah tidak mondok lagi di sini karena alasan tertentu, kata Ustadz Abdul alasan nya sangat membuat adik nya ketakutan, bahkan diri nya sendiri juga ikut takut", batin Ustadz Rendy.


Tak berapa lama Ustadz Ahmad, Ustadz Farid, Rohman, dan Ustadzah Fitri pun sampai di Masjid...


Baru melangkah masuk area Masjid, mereka telah disuguhkan dengan pemandangan yang tidak biasa. Dimana Ustadz Rendy bertekuk lutut di hadapan seorang pemuda bersorban.

__ADS_1


__ADS_2