Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Ustadz Muda Dari Pondok


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Didalam bus yang sedang melaju di malam hari yang sepi, Farhan tertidur dengan lelap bahkan saat bus melewati jalan yang penuh lubang lubang juga tidak membangunkan Farhan yang sedang tidur nyenyak.


Dan tak terasa sudah hampir memasuki waktu Subuh, bus pun berhenti dan beristirahat di sebuah Masjid yang ada di daerah tersebut. Farhan yang sudah tidur dengan nyenyak juga sudah terbangun dan sudah memiliki energi lagi.


...----------------...


...----------------...


اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ


اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ


Farhan yang sedang duduk santai didalam bus juga mulai mendengar suara adzan dari berbagai arah, ia pun tersenyum lalu melihat seisi bus, masih ada penumpang yang masih tidur, ada juga yang sudah bangun dan mereka saling mengobrol.


Farhan berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan pelan menuju pintu depan yang sudah terbuka, diluar Farhan merasakan udara segar khas saat Subuh, dan senyuman hangatnya terus terukir karena merasa lebih nyaman dan menemukan suasana baru.


"Eh Ustadz,,, mau Shalat ya? ".


Saat Farhan hendak melangkah ada suara yang memanggilnya dan mengajaknya bicara, Farhan pun menoleh dan ada seorang bapak tua yang mengemudikan bus yang ia tumpangi itu.


" Iya pak,,, ngomong ngomong jangan panggil saya Ustadz,,, nggak nyaman", ucap Farhan sedikit tersenyum dibalik sorbannya.


"Nggak apa Ustadz,,, nggak usah malu gitu,,, Ustadz pasti santri yang lulus dari Pondok,,, terus datang ke berbagai kota untuk dakwah kan ya", ucap si bapak supir itu.

__ADS_1


Farhan tidak menjawab lagi, jika ia menyangkal bahwa dirinya Ustadz maka semakin kuat dugaan si bapak bahwa Farhan benar benar seorang Ustadz, Ustadz yang begitu muda.


Farhan pun mengajak si bapak supir untuk ikut Shalat Subuh berjama'ah, si bapak tidak menolak dan mengikuti Farhan menuju Masjid.


...----------------...


...----------------...


Selesai Shalat Subuh berjama'ah, Farhan dan para penumpang lainnya pun menuju rumah makan yang ada di dekat situ untuk sarapan. Si bapak supir tadi mencari tempat duduk yang ada disebelah Farhan, dan Farhan hanya tersenyum melihat bapak supir berada disamping nya.


Karena menduga Farhan adalah seorang Ustadz muda, si bapak pun mengajukan pertanyaan pertanyaan tentang agama yang tidak ia fahami, dan Farhan dengan hati menjawab semua pertanyaan itu. Karena kefahaman tentang ilmu agama nya yang cukup tinggi maka Farhan menjawab nya dengan serius dan tidak ada kesalahan sedikit pun.


Si bapak juga mengerti semua jawaban Farhan, karena Farhan juga menjelaskan nya dengan cara yang mudah difahami oleh orang orang awam seperti si bapak itu.


"Kapan kita sampai ditempat tujuan pak?", tanya Farhan setelah panjang lebar menjelaskan kepada bapak supir.


Farhan pun mengangguk lalu melanjutkan sarapan nya, begitu juga dengan si bapak...


...****************...


...****************...


Setelah semua penumpang selesai sarapan, mereka segera naik kedalam bus karena bus akan segera berangkat kembali melanjutkan perjalanan.


Tapi masih ada beberapa penumpang yang minta untuk ditunggu karena ingin mandi terlebih dahulu, pak supir tidak pelit untuk memberikan waktu kepada para penumpang untuk membersihkan badan terlebih dahulu sebelum berangkat. Farhan juga mengambil kesempatan itu untuk mandi dan membersihkan badan supaya kembali segar.

__ADS_1


......................


......................


.......................


Setelah semuanya siap, maka para penumpang segera naik kedalam bus. Tapi mereka sedikit greget dengan wajah Farhan karena selalu ditutup sorban dan kain putih.


Mereka berfikir Farhan akan melepaskan sorban nya saat selesai mandi karena masih basah, tapi siapa sangka bahwa Farhan tidak peduli walau wajahnya basah, ia tetap menutup wajahnya menggunakan kain putih itu, membuat para penumpang lain kecewa karena tidak bisa melihat wajah dibalik sorban itu.


......................


......................


......................


Didalam bus yang sedang melaju itu Farhan hanya diam sambil melihat pemandangan diluar jendela, wajah dibalik sorbannya itu tidak ada ekspresi sedikit pun.


Lalu ia sedikit menyipitkan matanya,,,


"Seperti nya mereka sudah keluar dari sarangnya", ucap Farhan mengeluarkan aura dingin, dan aura nya itu membuat para penumpang sedikit merasa merinding karena kebetulan bus nya sedang melewat jalan hutan membuat suasana menjadi mencekam ditambah dengan aura milik Farhan.


Karena bosan karena tidak melakukan apa apa, Farhan berfikir untuk membaca buku novel nya, saat hendak membuka tas nya ia terdiam.


"Kenapa aku berfikir untuk meletakkan tas ku di atas?? ", ucap Farhan.

__ADS_1


Ia pun segera mengambil tasnya yang ada di lemari atas bus itu dan menaruh nya di bawah kaki nya. Membuka tas dan mangambil buku novel untuk dibaca...


__ADS_2