Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Penasaran


__ADS_3

"Astaghfirullah Hal'adzim mas Farhan,,, cukup mas!!! "


Rohman yang melihat hal tersebut langsung menghampiri Farhan, sedangkan Ustadzah Fitri, Ustadz Ahmad, dan Ustadz Farid hanya terdiam melihat kejadian itu.


"A apa aku tidak salah lihat?. Apakah Ustadz Rendy saat ini sedang bertekuk lutut di depan pemuda bersorban?", batin Ustadz Ahmad.


" Aku nggak nyangka kalau Ustadz Rendy sedang bertekuk lutut di hadapan pemuda bersorban itu,,, ternyata pemuda bersorban itu lebih kuat dari Ustadz Rendy ", batin Ustadzah Fitri.


" Bagaimana bisa Ustadz Rendy bertekuk lutut di hadapan orang lain,,, kalau dilihat, apakah pemuda bersorban itu santri baru?", batin Ustadz Farid.


*------------------*


Menyadari kehadiran dari sahabat nya, Farhan pun berdiri dan sedikit melepas tekanan yang menekan Ustadz Rendy.


"Udah cukup mas,,, apa yang mas lakukan sama Ustadz Rendy?", ucap Rohman.


" Bukan apa apa kok,,, Ustadz Rendy seperti sedang kesakitan?", jawab Farhan.


Karena sikap Rohman yang sangat baik kepada semua orang, Rohman pun memapah Ustadz Rendy untuk berdiri. Bahkan Rohman yang sudah di fitnah oleh Ustadz Rendy pun masih bisa bersikap baik, Rohman tidak memandang siapa yang ia tolong, jika pertolongan yang ia berikan bisa bermanfaat, maka ia akan melakukan nya.


"Rohman tidak pernah berubah,,, dia sangat baik dan peduli dengan orang di sekitar nya,,, bahkan dia sendiri adalah korban,, ", batin Farhan.


" Lemah banget sih!! "ejek Farhan kepada Ustadz Rendy.

__ADS_1


Tanpa melihat ke arah Rohman yang sedang membantu Ustadz Rendy berdiri, Farhan pun berjalan menuju tempat wudhu sambil mengendorkan balutan sorban nya.


" Ya Allah,,, pemuda bersorban itu melepaskan balutan sorban nya,,, jadi pengen lihat wajah nya deh", batin Ustadzah Fitri.


"Ya Allah,,, lucu banget waktu pemuda bersorban itu bilang 'lemah' ke Ustadz Rendy.


Ustadz Ahmad, Ustadz Farid, dan Ustadzah Fitri pun mulai memasuki area Masjid, melepas selop mereka dan naik ke Masjid.


Entah ada apa dengan sikap Ustadzah Fitri, ia langsung berlari menuju tempat wudhu. Rohman yang mengetahui hal itu pun langsung mengejar Ustadzah Fitri dan menghadangnya.


" Apa yang mau kamu lakukan Ustadzah Fitri?", tanya Rohman membentangkan kedua tangan nya untuk menghadang Ustadzah Fitri.


"Hmm,,, sa saya mau wudhu,,, memang nya mau apa lagi?", ucap Ustadzah Fitri.


"Hmm,, ng nggak kok", jawab grogi Ustadzah Fitri.


" Tempat wudhu akhwat kan dekat dengan tempat wudhu nya ikhwan", lanjut Ustadzah Fitri.


"Karena tempat wudhu nya saling berdekatan, maka Ustadzah Fitri langsung mau ke tempat wudhu karena mas Farhan melepas sorban nya kan", ucap Rohman.


" Ng nggak gitu Ustadz Rohman,,, ".


" Fitri,,, tunggu mas Farhan keluar dulu dari tempat wudhu, baru nanti kamu ke tempat wudhu", ucap Ustadz Ahmad menasehati adik nya.

__ADS_1


"Hmm,, i iya kak", jawab Ustadzah Fitri langsung menghampiri sang kakak.


" Apakah nama pemuda bersorban itu Farhan?. Kenapa Ustadzah Fitri seperti nya tertarik dengan pemuda bersorban itu?", batin Ustadz Rendy.


"Hmm,,, sepertinya Ustadzah Fitri suka deh sama pemuda bersorban itu,, kalau nggak salah dengar nama pemuda bersorban itu Farhan ya", batin Ustadzah Rinjani.


*----------------------*


Tak lama kemudian ada 2 orang ukhty bercadar yang baru datang ke Masjid, kedua ukhty bercadar itu tak lain adalah Ukhty Azizah dan Ukhty Alimah.


Mereka berdua baru selesai latihan hadroh di aula utama para akhwat, dan mereka berdua pun berangkat bersama menuju Masjid.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


"Ya Allah,,, rame banget Masjid nya, padahal belum Adzan", ucap Ukhty Azizah.


" Iya Ukhty,,, soal nya ada pemuda bersorban yang membuat adik saya tertarik ", jawab Ustadz Ahmad.


" Ihh kakak,,, si siapa yang tertarik sama pemuda bersorban itu?", ucap Ustadzah Fitri.


"Ya Allah,,, bertambah satu lagi saingan nya", batin Ukhty Azizah dan Ukhty Alimah.

__ADS_1


__ADS_2