
...****************...
Setelah Fajar selesai Shalat Dzuhur di Masjid dekat restoran yang baru ia makan disana, Farhan pun bersantai di teras Masjid.
Ia mengambil sebuah buku catatan kecil dari dalam tas nya, dan Farhan pun melihat lagi catatan tersebut untuk bisa mencari petunjuk mengenai Pondok Darul Musthafa milik paman keduanya.
Walaupun Farhan sudah lama tidak datang ke Pondok tersebut tapi samar samar Farhan masih bisa mengingat semua orang yang ada di Pondok tersebut. Karena sudah bertahun tahun tidak main ke Pondok tersebut, Farhan berpikir pasti akan ada sesuatu yang akan melibatkan dirinya lagi.
"Kenapa semakin dipikirkan semakin aku muak dengan masalah yang akan aku hadapi di Pondok milik paman Zaki dan bibi Anjani", batin Farhan sambil membaca buku catatan nya.
Farhan pun memasukkan buku catatan nya kembali dan mulai bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Darul Musthafa.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Saat Farhan sudah mengenakan selopnya lagi dan mulai berjalan keluar dari kawasan Masjid, tiba tiba langkah kaki nya terhenti.
Farhan melihat satu keluarga yang keluar dari restoran yang ia tempati tadi, keluarga tersebut tak lain adalah keluarga pak Danang.
Farhan memperhatikan keluarga tersebut yang mulai memasuki mobil, Farhan tersenyum saat melihat Syifa berada digendongan mama nya dan masih dalam keadaan tidur pulas.
"Baru kali ini aku sangat disukai sama anak kecil, apalagi perempuan... Setelah Masyitah kini ada Syifa. Mereka berdua merupakan dua gadis kecil bercadar yang baik dan cantik". Farhan pun tersenyum kecil dan perlahan berjalan pergi.
...****************...
Karena perjalanan nya jauh, Farhan pun beberapa kali berhenti berjalan untuk beristirahat. Kali ini Farhan tidak naik bisa atau angkutan umum lainnya karena ia ingin mengamati kota yang saat ini ia datangi itu.
Farhan hanya beristirahat selama kurang lebih 10 menit setiap berhenti, dan Farhan akan melanjutkan perjalanannya lagi setelah lebih dari 10 menit.
......................
__ADS_1
Setelah 1 setengah jam perjalanan, akhirnya Farhan pun memasuki jalan pedesaan yang mana jalan itu akan membawanya ke tempat tujuan nya.
Walaupun sudah memasuki jalan pedesaan, tapi juga terdapat beberapa desa yang ada di dalam nya, dan perjalanan menuju Pondok Pesantren Darul Musthafa pun juga masih lama dan panjang.
"Sekarang jam 13:45 ,,, kemungkinan aku sampai ke Pondok Pesantren Darul Musthafa sekitar jam 14:30",,, batin Farhan sambil berjalan.
......................
Setelah berjalan beberapa menit, Farhan mulai merasa ada yang aneh selama perjalanan nya di dalam desa desa yang ia lewati.
"Aku tahu Pondok Pesantren Darul Musthafa hampir para akhwat nya menggunakan cadar dan niqob,,, tapi ini bahkan masih jauh banget jaraknya dari Pondok, udah banyak banget perempuan bercadar dan berniqob yang aku temui", batin Farhan.
Tidak sama seperti waktu berjalan di perkotaan tadi, Farhan hanya melihat dan berpapasan dengan beberapa perempuan yang menggunakan cadar dan niqob. Tapi kini Farhan telah memasuki kawasan pedesaan, dimana setiap desa yang Farhan lalui banyak sekali perempuan bercadar dan berniqob yang ia temui. Entah itu ada di teras Mushala dan Masjid, di salah satu rumah, di pos ronda, dan di tempat duduk pinggir jalan, hampir setiap desanya ada perempuan bercadar dan berniqob di tempat tempat itu.
Dan setiap Farhan berjalan dan hampir mendekati sekumpulan perempuan bercadar itu pasti terdengar lantunan Nasyid dan Shalawat. Tapi saat Farhan berjalan di dekat mereka lantunan itu terhenti dan pandangan para akhwat itu tertuju ke Farhan.
__ADS_1
Setelah beberapa langkah dari sekumpulan perempuan bercadar itu, mereka pun mulai melantunkan Nasyid dan Shalawat lagi setelah sejenak pandangan mereka tertuju ke Farhan.
Dan setelah beberapa menit berjalan, kini langkah Farhan benar benar terhenti...