Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Apakah Itu Mas Farhan?


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ustadz Ronald dan Ustadz Roland seperti merasa terganggu dengan kehadiran Utsman, sosok pemuda bersorban kedua yang ada di Pondok setelah Farhan.


Saat pertama kali bertemu dengan Farhan di dekat lapangan Pondok, kedua Ustadz tersebut sudah merasakan aura yang menekan, dan mereka berfikir itu hanya kebetulan saja dan tidak menganggap keberadaan dari Farhan.


Namun saat melihat kedatangan Utsman, kedua Ustadz tersebut pun mulai merasa ada yang tidak beres. Awalnya mengira bahwa Farhan bukanlah ancaman, tapi setelah kedatangan Utsman sepertinya tidak sesederhana itu.


Kedua Utsman itu pun langsung merasa waspada kepada Utsman dan Farhan!.


......................


Utsman pun melangkahkan satu kaki nya masuk kedalam Pondok, tapi aura nya langsung menyebar keseluruhan Pondok dan itu juga langsung menyerang kedua Ustadz tersebut.


Bahkan seluruh santri pun juga merasakan aura mendominasi milik Utsman tersebut, dan para santri hanya merasakan bahwa tubuh mereka bergetar, beda hal nya dengan Ustadz Ronald dan Ustadz Roland, mereka menjadi sangat tertekan karena aura tersebut.


*Bruk*


Dan tiba tiba keduanya pun langsung berlutut di tanah karena tekanan yang menyerang mereka, mereka juga tidak tahu kenapa tiba tiba bisa berlutut secara bersamaan, tapi yang pasti waktu mereka hendak berdiri tekanan nya semakin kuat menyerang mereka.


Hingga langkah kaki yang mendominasi tersebut pun berhenti tak jauh didepan mereka, tapi kepala kedua Ustadz tersebut tidak bisa melihat ke depan dan hanya bisa menunduk.


Utsman yang melihat kedua Ustadz itu berlutut di tanah hanya mendengus dingin dan langsung berjalan melewati kedua nya tanpa melihat ke arah mereka lagi, Utsman langsung berjalan menuju rumah Pak Kyai.


Untung nya saat Ustadz Ronald dan Ustadz Roland berlutut, tidak ada santri yang melihat. Jika tidak, mereka pasti akan malu karena berlutut dihadapan pendatang baru.

__ADS_1


...****************...


Sosok Utsman yang berjalan dengan aura mendominasi itu memang menjadi pusat perhatian, tapi ia malah tidak suka hal itu. Beda hal nya dengan Farhan yang biasa saja dan tidak peduli dengan menjadi pusat perhatian waktu pertama kali masuk ke Ponpes Darul Musthafa.


"Memang tidak enak ya jadi pusat perhatian! "


Saat Utsman berjalan dekat taman Pondok, ada suara yang dituju kepadanya. Dan sosok itu memang sudah mengenal sifat Utsman yang tidak suka menjadi pusat perhatian.


Utsman pun berhenti melangkah dan tersenyum lebar dibalik kain putih yang menutup sebagian wajah nya itu, dan ia mengenal suara yang akrab tersebut.


"Assalamu'alaikum mas Farhan"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Utsman pun melirik ke atas pohon yang ada di samping sebelah kirinya, dan nampak lah sosok yang berbaring santai di atas pohon tanpa melihat ke arah dirinya itu.


"Selamat datang kembali sahabat ku", ucap Farhan menyambut kedatangan Utsman ke Pondok, tapi hanya ucapan saja itupun sepertinya tidak niat.


" Apa kabar mas Farhan?", tanya Utsman tersenyum.


"Alhamdulillah sehat,,, ", jawab singkat Farhan, langsung menghilang dari atas pohon dan muncul dihadapan Utsman.


Kedua pemuda bersorban itu pun langsung berpelukan melepas rindu, karena memang sudah lama tidak bertemu. Utsman sendiri juga memeluk Farhan dengan erat dan seperti ingin memgangis karena bahagia karena bisa bertemu lagi dengan Farhan yang sudah dianggap kakak sendiri olehnya.


"Ayo kerumah paman,,, kita pelukan disini malah dilihatin para santri,,, ", ucap Farhan perlahan melepas pelukannya.

__ADS_1


" Iya mas ".


Keduanya pun berjalan bersama menuju rumah Pak Kyai...


...****************...


" Assalamu'alaikum "


Tak lama berjalan mereka berdua sudah berada didepan pintu rumah dan langsung mengucapkan salam secara bersamaan.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh".


Terdengar suara Dinda dan Syifa menjawab salam, lalu terdengar suara kegirangan karena Farhan telah pulang, tak lain adalah Syifa yang berlari menuju pintu untuk membukakan pintu.


" Ayaaah!!! "


Saat pintu sudah dibuka oleh Syifa, ia langsung memeluk kaki Farhan dengan erat.


"Syifaa", Farhan pun langsung menggendong Syifa dan membawanya masuk kedalam.


Utsman yang melihat sosok Farhan yang tersenyum dan menggendong gadis kecil itu pun terdiam di tempat. Ia seperti tidak mengenal sosok Farhan yang seperti itu...


" Apakah itu mas Farhan? ", ucap Utsman sangat terkejut.


Sosok pemuda bersorban yang dingin dan tanpa ekspresi itu, bahkan juga bersikap dingin kepada seluruh perempuan bahkan juga kepada paman dan bibi nya, bagaimana bisa sekarang bisa murah senyum sampai menggendong gadis kecil bercadar?.

__ADS_1


__ADS_2