Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Dipanggil Ayah Lagi


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah taman Pondok yang letaknya diperbatasan daerah Pondok ikhwan dan Pondok akhwat, Ustadzah Indah, Ustadzah Siti, dan Afifah sedang bermain bersama.


Kedua Ustadzah itu senang bisa melihat Afifah yang berlarian mengejar kupu kupu yang terbang, karena lelah berlarian Afifah pun terkadang berhenti dan terduduk di atas rumput hijau di taman itu.


Tapi terkadang Ustadzah Indah merasa sangat sedih jika teringat dulu Afifah lahir tanpa seorang ayah, karena sesuatu hal yang terjadi kepada Ustadzah Indah yang membuat dirinya hamil tanpa sebab sampai melahirkan anak perempuan yang sampai ini ia rawat dan jaga dengan penuh kasih sayang.


Kejadian itu sangat tidak terduga, bahkan Bu Nyai pun kecewa kepada Ustadzah Indah karena menuduh bahwa Ustadzah Indah telah berzina di Pondok Pesantren Darul Musthafa itu, hingga jabatan Ustadzah nya dicabut dan ia hanya sebagai pengurus Pondok yang tempat nya sangat dalam di Pondok.


Sejak kejadian itu Ustadzah Indah tidak dikenal oleh para santri Pondok karena ia jarang sekali keluar dari area asrama Pondok, tapi kali ini ia memberanikan diri untuk keluar dan mengajak Afifah bermain di taman Pondok.


Dan selama ini adiknya lah yang selalu mengerti keadaannya, siapa lagi kalau bukan Ustadzah Siti yang sekarang sedang bersamanya.


Ustadzah Siti selalu berdoa supaya pelaku nya cepat ditemukan walau kemungkinan nya kecil...


Karena melihat Afifah sedang bersantai sambil bermain dengan beberapa kelinci ditaman itu, Ustadzah Indah dan Ustadzah Siti pun menuju bangku taman untuk bersantai sambil mengobrol.


...****************...


Di tempat lain terlihat Farhan sedang melintasi beberapa jalan kecil Pondok, ia berkeliling santai sambil mengawasi kegiatan para santri pagi itu. Hampir santri yang ia temui selalu menyapa dan berbicara sebentar kepadanya. Karena para santri sopan kepadanya maka Farhan pun dengan senang hati melanjutkan mengobrol dengan para santri yang mengajak nya berbicara.

__ADS_1


Bahkan Farhan sempat digoda oleh santri akhwat bercadar yang sedang berkumpul, mereka selalu memanggil Farhan dengan sebutan Ustadz ganteng.


"Sejak kapan aku jadi Ustadz di Pondok ini? ", batin Farhan.


Tak hanya sekedar berjalan jalan keliling Pondok sambil berbicara santai dengan para santri, tapi Farhan sekaligus mengawasi para 'Ustadz' Pondok yang menurut nya abal abal.


Dan menurut pengawasan Farhan, para Ustadz itu kerja nya hanya bersantai di gazebo Pondok sambil bermain catur. Farhan mengawasi mereka bukan dengan cara bersembunyi dibalik pohon melainkan Farhan hanya berjalan biasa saat melewati mereka, terkadang Farhan juga sedikit melirik ke arah mereka.


Farhan pun seolah hanya berjalan biasa tapi sebenarnya Farhan sudah mencatat apa saja tentang mereka...


"Akan ku biarkan kalian bersantai dulu,,, sampai tiba waktu nya pemimpin kalian datang,,, akan aku buat perhitungan dengan kalian", batin Farhan saat melewati para Ustadz itu.


...****************...


Afifah saat ini perlahan mulai menjauh dari area mama nya dan bibinya yang sedang mengobrol santai.


Perlahan Afifah pun berjalan semakin jauh meninggalkan mama dan bibi nya di bangku taman, sedangkan Afifah sendiri sedang mengejar kelinci yang ia tangkap tadi.


Karena letak taman perbatasan itu memang dalam, jadi keadaan taman tersebut lumayan sepi, dan hanya ada beberapa santri akhwat yang lewat di taman itu, jadi tidak ada yang melihat Afifah pergi menjauh.


......................

__ADS_1


"Yaa ketangkep kamuuu,,, dasar kelinci,,, mainnya jauh jauh mulu", dan setelah mengejar kelinci cukup jauh akhirnya Afifah pun berhasil menangkap kelinci tersebut.


Dan Afifah pun mulai sadar dan melihat keadaan sekitar nya yang memang sangat sepi. Afifah pun mulai tengok kanan kiri, tapi tidak ada orang yang lewat. Awalnya Afifah panik karena ia tidak melihat keberadaan sang mama dan bibi nya. Tapi Afifah terdiam sambil melihat ada sosok pemuda bersorban yang berjalan tak jauh di depannya.


Sosok itu tak lain adalah Farhan, karena suasana taman yang letaknya di perbatasan itu sangat nyaman bagi Farhan, ia memutuskan untuk menuju taman itu untuk membuat rencana selanjutnya nya. Sangking serius nya hingga Farhan tidak menyadari bahwa ia sedang dibuntuti oleh Afifah dari belakang.


"Assalamu'alaikum ayaah"


Mendengar ucapan salam itu Farhan pun langsung tersadar dan menghentikan langkah kaki nya dan diam sejenak.


Kata 'ayah' yang dituju kepada dirinya biasanya Syifa yang mengucapkan nya, tapi kali ini Farhan mendapat panggilan 'ayah' dari orang lain karena Farhan mengenali betul dengan suara Syifa, dan yang barusan memanggilnya bukan suara Syifa.


Dengan sedikit gugup, Farhan pun membalikkan badannya dan melihat ada sosok gadis kecil bercadar sedang menggendong kecil putih.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh", jawab Farhan menatap mata anak tersebut.


Farhan langsung terbayang dengan anak yang ada di dalam mimpinya beberapa waktu lalu, seorang gadis kecil seumuran dengan Syifa yang sedang berlarian.


Dan kali ini Farhan bertemu dengan anak tersebut, walau sedikit ragu tapi Farhan sekali lagi meyakinkan bahwa anak perempuan itu memang benar yang ada di dalam mimpi nya. Mereka pun saling tatap mata tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Ayaaah!! " Afifah pun segera menurunkan kelinci nya dan berlari menuju Farhan lalu memeluk kaki nya.

__ADS_1


"A apa?,, ", Farhan pun tentu nya terkejut karena anak tersebut memanggilnya ayah. Karena situasi nya sangat mirip saat ia pertama kali bertemu dengan Syifa.


__ADS_2