Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Santai Dipagi Hari


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi itu setelah Shalat Subuh berjama'ah di Masjid Pondok, Farhan pun segera kembali ke rumah pamannya untuk mandi dan bersih bersih.


Lalu setelah kembali segar, Farhan melanjutkan bersantai di teras sambil meminum teh hangat. Melihat para santri yang mulai beraktivitas dan lalu lalang di dekat rumah Pak Kyai.


Karena para santri hanya tahu bahwa Farhan adalah saudara dari Pak Kyai, mereka yang melihat Farhan sedang bersantai di teras pun menyapa dengan ramah. Entah mengapa Farhan yang selalu bersikap dingin kepada siapa pun itu termasuk para santri Pondok, kali ini ia juga membalas sapaan dari para santri Ponpes Darul Musthafa dengan ramah walau wajah kembali di tutup dengan kain putih dan sorban yang ia kalungkan di leher.


...****************...


"Ayaaah"


Dari dalam terdengar suara yang menggemaskan sedang memanggil ayah nya, tak lain adalah Syifa yang berlari keluar dan langsung memeluk Farhan yang sedang duduk di teras.


"Heei Syifaa,,, udah mandi sayang?"


"Udah ayah,,, tadi mandi sama mama".


" Maa Syaa Allah,,, udah wangi cantik pula,, "


Farhan sendiri juga tidak bisa menahan sikap menggemaskan yang dibuat oleh Syifa si gadis bercadar itu, Farhan pun perlahan mengangkat Syifa dan meletakkan ia dipangkuannya.


"Hihi,,,, ayah juga udah mandi,,, ayah udah wangi,,, ayah mandi pertamaa", ucap Syifa memeluk Farhan.


" Iya tadi ayah mandi habis Shalat Subuh ", ucap Farhan.


" Ooh,,, ayah nggak kedinginan,,, kalau pagi kan airnya dingin,,, tadi aja Syifa pakai air angat sama mama", ucap Syifa.


"Hmm,,, kalau masalah air nya dingin sih,,, ayah bisa nahan lah,,, Syifa nggak apa kalau mandi pakai air hangat kalau memang airnya dingin", ucap Farhan.


Tak lama kemudian Dinda dan Bu Nyai pun keluar dari dalam...

__ADS_1


" Loh mas,,, mas Farhan bikin teh sendiri?,,, kenapa nggak minta Dinda buatiin? ", ucap Dinda.


" Apasih,,, cuma secangkir ini aja nggak usah sampai repotin kamu lah,,, bisa bikin sendiri ", jawab Farhan.


" Ehem,,ada yang perhatian ini", bibi yang ada di samping Dinda pun mulai menggoda nya.


"A apa sih bibii,,, cuma mau buatin teh kook", ucap Dinda.


" Kalian berdua mau kemana?", tanya Farhan.


"Bibi sama Dinda mau ke area dapur,,, ada santri yang lagi masak masak,,, bibi mau liat liat kesana", jawab Bu Nyai.


" Syifa mau ikut mama sama aunty?", tanya Dinda ke Syifa.


"Nggak mauu,,, Syifa mau ikut ayah", jawab Syifa memeluk Farhan.


" Dasar Syifa,,, ikut ayah mulu ", ucap Dinda.


" Iya iyaa,,, tapi jangan nakal kalau ikut ayah", ucap Dinda.


"Iya mamaah", jawab Syifa.


...----------------...


" Assalamu'alaikum "


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Setelah Dinda dan Bu Nyai pamit,,, tak lama kemudian Pak Kyai dan Pak Danang juga keluar dari dalam...


"Loh ada Syifa sama Farhan lagi nyantai"

__ADS_1


"Eh Pak Danang,,, mau kemana?"


"Paman mau ajak kakak keliling Pondok,,, kamu mau ikut Farhan?"


"Nggak deh terima kasih"


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Kini Farhan pun tinggal berdua dengan Syifa di teras rumah,,, karena mereka berdua sudah akrab dan memang sudah seperti ayah dan anak, Farhan dan Syifa pun bersenda gurau sambil sesekali Farhan melantunkan Shalawat, dan dengan Shalawat itu Syifa pun menjadi dekat dengan Farhan.


Setelah melantunkan 1 sampai 3 Shalawat,,, Farhan pun meminum teh nya beberapa teguk...


"Ayaah,,, Syifa mau teeh", ucap Syifa.


Farhan pun hanya tersenyum dengan sikap yang dibuat oleh Syifa, dan Farhan pun perlahan membantu Syifa untuk meminum teh miliknya... Syifa pun sedikit membuka celah diantara cadar dibawah nya untuk ia bisa minum teh.


...----------------...


"Syifa mau ikut ayah?"


"Ayah mau kemana?,,, Syifa mau ikuut"


"Ya udah,,, sekarang Syifa pakai sepatunya,,, ayah mau naruh gelas di dalam"


"Iya ayah"


Farhan pun menurunkan Syifa dari pangkuan nya, dan Syifa sendiri juga langsung mengambil sepatu miliknya yang ada di rak sandal. Ia segera mengenakan sepatunya seperti yang diperintahkan oleh Farhan, dan Farhan sendiri lekas masuk ke dalam untuk menaruh gelas di dapur.


Setelah itu Farhan pun keluar, mengambil selopnya dan perlahan mulai berjalan sambil menggandeng tangan kecilnya Syifa....

__ADS_1


__ADS_2