Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Ilmu Ustadzah Bercadar


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...*1 Minggu Kemudian*...


Sudah hampir 1 minggu lebih Farhan berada di Ponpes Darul Musthafa milik paman Zaki. Dan beberapa hari lalu tubuh nya sudah pulih sepenuhnya, walau di dalam dimensi kekuatan nya belum pulih total tapi di dunia nyata sudah lebih baik dan kekuatan nya yang sekarang sudah bisa untuk menghadapi 2 orang yang akan kembali ke Pondok itu.


Dan 2 hari lalu keluarga Pak Danang pun izin pulang untuk kembali mengurus beberapa hal, termasuk Syifa dan Dinda juga ikut kembali bersama Pak Danang dan Istrinya.


Dan pagi itu Farhan sedang berada di taman Pondok yang letaknya di perbatasan antara daerah ikhwan dan akhwat. Ia nampak kesepian tanpa adanya Syifa, terlihat jelas Farhan sedang duduk diam sambil melihat para santri yang lalu lalang di dekat nya.


"Dinda dan keluarga nya balik ke kota,,, selain karena mengurus beberapa hal dan keperluan,,, Syifa juga balik ke Madrasah", gumam Farhan.


" Hah,,, baiklah,,, mungkin hari ini aku akan mulai melihat kasus kasus yang ada di Pondok ini,,, cukup satu saja yang menarik perhatian ku", lanjutnya.


"Assalamu'alaikum"


Saat Farhan sedang fokus memikirkan sesuatu, tiba tiba ada yang mengucapkan salam kepadanya dari arah samping...


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh", Farhan pun menjawab salam tersebut sambil menengok siapa yang datang, dan terlihat sosok Ustadz perpeci yang sekarang berdiri tak jauh dari posisi Farhan.


" Ustadz Alif", ucap Farhan mengenali sosok Ustadz tersebut adalah Ustadz Alif, orang pertama yang berkomunikasi dengannya di depan gerbang Pondok.


"Mas Farhan lagi apa disini, kok sendirian aja?", tanya Ustadz Alif ramah.


" Huff,,,, nggak lagi apa apa,,, lagi santai aja. Oh iya Ustadz Alif,,, silakan duduk,,, saya mau bertanya sesuatu ", ucap Farhan.

__ADS_1


Mendengar Farhan ingin bertanya sesuatu kepadanya, Ustadz Alif pun sedikit deg degan. Secara, ia sudah tahu latar belakang dari Farhan melalui Pak Kyai Zaki. Jadi Ustadz Alif pun berusaha menjaga sikap nya dihadapan Farhan, dan baru saja Farhan bilang ingin bertanya sesuatu dengan wajah tanpa ekspresi dibalik sorban putih nya itu, Ustadz Alif pun langsung berpikir 'apakah aku melakukan kesalahan?'. Dan Ustadz Alif pun perlahan duduk di samping Farhan,,,


"Hmm,,, mas Farhan mau tanya apa?", tanya Ustadz Alif sedikit gemetar.


" Siapakah Ustadzah di Ponpes Darul Musthafa ini,,, yang diperkos*, hamil, dan punya anak perempuan?", tanya Farhan dengan tegas sembari melihat ke arah Ustadz Alif.


Aura menekan dan aura dingin kuat pun menyerang Ustadz Alif, membuat dirinya terdiam membeku. Pertanyaan dari Farhan itu membuat ia sangat ketakutan, walau dirinya gemetar Ustadz Alif secara perlahan melihat sekeliling nya lalu kembali melihat ke arah Farhan, tapi ia langsung menunduk setelah melihat tatapan mata Farhan yang tajam itu.


"Hmm,, mas Farhan,,, "


"Saya cuma bertanya itu saja,,, jawab dengan jujur,,, jika ada yang disembunyikan,,, anda tau akibatnya", ucap Farhan membuang pandangannya.


Mendengar ancaman dari Farhan Ustadz Alif langsung ngos ngosan, ia sering menarik dan membuang nafas panjang. Karena ditekan oleh Farhan untuk berkata jujur, Ustadz Alif juga ingin menjawab pertanyaan dari Farhan dengan jujur. Tapi disisi lain, Ustadz Alif takut pembicaraan mereka ada yang dengar, terlebih jika yang mendengar adalah para orang orang yang dekat dengan si pelaku, siapa lagi kalau bukan para Ustadz itu.


"Assalamu'alaikum Ustadz Alif".


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ".


" Eh,,, Ustadz Fajri?,,, ada apa?", ucap Ustadz Alif kepada orang yang mengucapkan salam kepada nya yang ternyata adalah Ustadz Fajri.


"Ehmm,,, sebenarnya saya tadi mau minta bantuan Ustadz Alif untuk memeriksa dan beresin barang barang di aula nomor 12 di area nya santri akhwat,,, tapi saya liat Ustadz Alif lagi sibuk,,, jadi nggak jadi deh", ucap Ustadz Fajri.


" Nggaaak,,, nggak kok,,, saya nggak sibuk,,, saya tadi cuma lagi santai aja sama mas Farhan ini,,, lagi ngobrol santai aja,,, nggak sibuk kok... Ya udah,,, ayo kita ke aula,,, dan untuk mas Farhan,, maaf ya saya tinggal dulu,,, hihi... Assalamu'alaikum ", Ustadz Alif pun tergesa gesa membawa Ustadz Fajri pergi setelah mengucapkan salam kepada Farhan.


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ", jawab Farhan setelah kedua Ustadz itu menghilang dari pandangan nya.

__ADS_1


" Pengaruh dari kedua orang itu sepertinya memang sangat besar,,, bahkan bos nya saja tidak ada disini tapi takut jika anak buah nya yang ada disini akan melapor", ucap Farhan.


Dan secara perlahan aura hitam keluar dari diri Farhan dan pergi ke suatu tempat di asrama akhwat...


...****************...


*Swuusshh*


Dan kini ada sosok hitam tanpa bentuk sedang bersembunyi dibalik pohon yang tak jauh dari asrama para santri, dan sosok hitam itu sedang mengawasi seorang Ustadzah bercadar yang sedang bermain bersama anak perempuan bercadar nya di teras rumah nya.


"Sayaang,,, tolong ambilin mama minum ya,,, mama haus", ucap Ustadz itu kepada anaknya.


" Na'am mama", jawab sang buah hati yang tak lain adalah Afifah.


Seperti menyadari sesuatu, sang Ustadzah itu pun perlahan berdiri dan melihat ke suatu pepohonan di sebelah rumah nya...


"Tolong,,,, tolong jangan ganggu saya dan anak saya,,, saya mohon,,, saya tidak mengganggu kamu,,, tolong kamu juga jangan mengganggu saya", ucap Ustadzah itu terlihat memelas.


Ternyata Ustadzah bercadar itu memiliki ilmu juga, ia bisa tidak bisa melihat dengan jelas bentuk dari sosok makhluk gaib tapi ia bisa dengan pasti merasakan kehadiran nya.


Walau bisa merasakan kehadiran dari makhluk gaib, tapi Ustadzah itu tidak pernah tahu siapa pemilik dari makhluk gaib itu dan siapa yang menyuruh.


*Swussh*


"Alhamdulillah Ya Allah"

__ADS_1


Ustadzah itu pun langsung lega dan bersyukur karena sosok hitam itu langsung pergi dan tidak mengganggu nya dan anaknya.


__ADS_2