Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Sangat Mudah


__ADS_3

...****************...


Sekarang Syifa pun telah selesai mandi, kini ia telah berganti gamis yang sudah disiapkan oleh mama nya. Setelan gamis warna hijau dan juga niqob yang sesuai juga, sama persis seperti milik Dinda yang ia kenakan sekarang.


Kakek nya Syifa pun juga sudah menyiapkan mobil nya di depan rumah, Dinda dan mamanya juga sedang menyiapkan barang barang yang diperlukan untuk nanti di perjalanan. Sedangkan Syifa dengan senang nya berlari kecil menuju depan rumah untuk ke mobil terlebih dahulu, dan tak lupa Syifa juga membawa sorban putih yang diberikan oleh Farhan yang ia lingkarkan di leher nya saat ini.


"Ya Allah,,, seneng banget cucu cantik ku,,, dapat hadiah dari pemuda bersorban yang ia panggil ayah itu,,, Farhan kalau nggak salah namanya", batin sang nenek yang sedang duduk di ruang tamu dan melihat Syifa berlari kecil menuju pintu.


...----------------...


Tak lama kemudian Dinda pun keluar dari kamarnya sambil membawa sebuah tas ukuran sedang yang didalamnya ada barang barang yang diperlukan.


"Syifa mana ma?", tanya Dinda melihat sudut sudut ruangan mencari Syifa.


" Udah ke depan duluan,,, ya udah yuk buruan", jawab mama nya.


Dinda dan mamanya pun segera bersiap dan segera keluar menuju mobil...


...****************...


...*Gudang Tua*...


"Mana orang tadi?!"


"Udah masuk,,, liat aja pintu nya,,, rusak gini"


"Ya udah,,, ayo masuk,,, sebelum dia kacaukan semuanya"


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


"Hah hah,,, Astaghfirullah capek banget lari dari sana kesini"


"Pemuda bersorban tadi kayaknya langsung masuk deh,,, padahal pintu nya besar lo,,, tapii"


Para perempuan bercadar perlahan melihat ke arah pintu yang terbelah dua yang ada di bagian agak dalam gudang. Mereka hanya sedikit merinding karena ada seseorang yang bisa merusak pintu gudang yang besar, dilihat dari manapun pintu itu tetap terlihat masih kuat dan bagus, tapi bisa di tendang sampai menjadi dua oleh seorang pemuda bersorban yang entah dari mana asalnya.


"Gimana sekarang?,,, ikut masuk atau nggak?"


"Hmm,,, nggak tau juga sih,,,tapi pemuda bersorban itu cuma sendirian,,, "


"Ya udah,,, kamu balik ke Pondok sekarang, cari bantuan,,, atau cari warga sekitar"


"Siap"


Setelah berdiskusi sebentar, akhirnya dua dari beberapa perempuan bercat itu pun langsung bergegas pergi untuk mencari bantuan untuk menolong teman mereka yang diculik dan menolong pemuda bersorban.


......................


......................


......................


Terlihat, Farhan telah menghajar semua orang orang yang datang memergoki nya tadi. Tanpa ada luka sedikit pun, Farhan telah menumbangkan sekitar 5 orang.


Farhan pun kembali mencari linggis dan akan membuka pintu yang dikunci dengan gembok itu...


"Woi"


"Ngapain lo"


"Berani beraninya lo masuk ke sini,,, keluar sekarang juga atau kita hajar lo"

__ADS_1


Dan sekelompok laki laki tadi pun kini telah masuk dan memergoki Farhan, dan Farhan pun tidak jadi membuka pintu itu...


"Hajar!! "


Para laki laki itu pun langsung bergerombol maju untuk menyerang Farhan, dengan santai Farhan pun meletakkan linggis di dekat pintu dan langsung menyerang para laki laki itu.


......................


Lagi lagi Farhan telah menumbangkan sekelompok laki laki yang memergoki nya, kini yang berhasil ia tumbangkan bertambah 7 orang, jika di tambah dengan 5 orang sebelumnya berarti Farhan telah mengalahkan 12 orang dengan tangan kosong.


"Hufff,,, kenapa harus ada pertengkaran sih,,, aku yakin ini baru permulaan,,, liat aja setelah sampai di Pondok,,, aku yakin akan ada pembantaian besar besaran nanti", batin Farhan sambil mengatur pernapasan nya.


Farhan pun kembali mendekat ke pintu, mengambil linggis yang ada di dekat pintu, dan langsung memukul gembok tersebut...


*BUGH,,, BUGH,,, BUAGH,,, *


*KRIIEET*


Gembok pun rusak, dan pintu terbuka perlahan....


Farhan pun masuk ke dalam ruangan tersebut... Farhan pun hanya terdiam, saat ini ia melihat ada seorang gadis bercadar yang sedang di ikat tangan nya dan juga di tutup matanya dengan kain yang warna nya serupa dengan warna gamisnya


Tapi Farhan yakin itu bukan tutup mata karena ditutup peluk penculik, tapi itu adalah kain penutup marat khusus untuk seseorang yang matanya buta.


"Zahra"


Tiba tiba Farhan memanggil nama Zahra kepada perempuan bercadar itu...


"Te terima kasih,,, terima kasih,,, ", ucap Zahra sedikit gemetar.


Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Farhan pun mendekat ke arah gadis itu dan langsung membukakan ikatan yang ada di tangan gadis tersebut.

__ADS_1


" Tunggu disini, biar saya panggil teman temanmu "


Saat Farhan ingin pergi keluar tiba tiba tangan kanannya dipegang erat oleh Zahra...


__ADS_2