
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana malam di Pondok Pesantren Darul Musthafa sudah sangat sepi, mungkin masih ada beberapa santri ikhwan yang masih belum tidur di asramanya dan mungkin juga ada yang sedang tidur di aula dekat tempat mengaji.
......................
...*Rumah Pak Kyai*...
Keluarga Pak Kyai pun juga sudah tertidur lelap di kamar masing masing. Pak Kyai tentunya tidur bersama dengan istri nya, Pak Danang dan istrinya tidur di kamar yang berbeda, Dinda dan Syifa tidur di kamar dekat kamar Pak Danang, sedangkan Farhan memilih tidur di kamar kecil di dekat dapur, kamar paling belakang.
...*Kamar Dinda*...
Kondisi kamar yang remang remang itu, Dinda sedang tertidur pulas di samping Syifa. Saat tidur, Dinda dan Syifa memang melepas cadar masing masing dan dikenakan esok hari.
Syifa yang sudah tertidur lelap, perlahan membuka matanya sambil perlahan bangun dan duduk...
Saat tadi sedang makan bersama dengan Farhan, Syifa sempat mengobrol santai dan sedikit bergurau dengan Farhan di dapur. Lalu tak lama kemudian Syifa pun mulai mengantuk dan tertidur di pangkuan Farhan, lalu setelah itu Farhan pun mengembalikan Syifa kepada Dinda untuk kembali ke kamar dan beristirahat.
Dan malam itu Syifa kembali terbangun dan langsung mencari ayah nya, Syifa pun perlahan bergeser ke tepi kasur dan turun dengan pelan tanpa membangunkan mama nya yang sedang tertidur.
"Mamah tidur,,, hihi", ucap pelan Syifa melihat mamanya yang tertidur dan memberikan selimut untuk menutupi badan mamanya supaya tidak kedinginan.
" Mamah,,, Syifa izin ikut ayah yaa", ucap Syifa mencium kening Dinda.
__ADS_1
Lalu Syifa pun berjalan pelan menuju pintu, membuka pintu kamar dan keluar tanpa menimbulkan suara yang dapat membangunkan Dinda.
...----------------...
...----------------...
Syifa pun kini berjalan pelan menuju ruang depan dengan maksud untuk mencari kamar sang ayah. Mulai dengan membuka kamar yang ada di dekat ruang tamu, saat di buka ada Pak Kyai dan Bu Nyai yang sedang tidur. Syifa pun menutup kembali karena itu bukan kamar sang ayah.
Syifa pun perlahan berjalan menuju arah dapur untuk mencari ayah nya di sana, Syifa tidak mengecek kamar yang ada di dekat kamarnya karena Syifa tahu itu adalah kamar kakek dan nenek nya.
Dengan adanya sedikit cahaya dari luar yang masuk melalui celah celah rumah, Syifa pun tanpa ada rasa takut dengan suasana malam yang tanpa ada cahaya terang itu berjalan dengan perlahan menuju dapur.
Saat sudah ada di area dapur Syifa pun melihat sudut sudut ruangan, ia mulai mencari ruangan yang dibuat sang ayah untuk beristirahat. Saat Syifa melihat ke arah kanannya, ternyata tangan kanannya menyentuh sebuah pintu berwarna coklat dengan gagang pintu bundar.
...----------------...
...----------------...
...---------------------------...
*HUMMM MMMMMMM*
Saat Syifa ingin membuka pintu tiba tiba terdengar suara lumayan keras seperti geraman. Syifa pun tidak jadi membuka pintu dan langsung melihat ke arah ruang depan, karena Syifa mengira kakek atau uncle nya terbangun dari tidur dan hendak ke toilet.
__ADS_1
Saat Syifa perhatilan baik baik ruangan depan, tidak ada yang keluar dari kamar...
*HUMMMM MMMMM*
Suara itu pun terdengar lagi, dan kali ini Syifa melihat ke arah dapur karena mengira suara itu adalah suara kucing.
"Puuss,,, pupus??,,, pupus dimana?", ucap Syifa berjalan menuju dapur dan melihat area dapur untuk mencari sumber suara tersebut yang ia kira adalah suara kucing.
Syifa mencari dengan perlahan, mulai dari bawah meja sampai ke dalam toilet, ternyata tidak ada apa apa.
Lalu saat Syifa melihat ke jendela dekat pintu dapur, terlihat dengan jelas ada sesosok makhluk besar berwarna hitam pekat dengan mata merah menyala.
Sejenak Syifa menatap mata dari makhluk tersebut dengan sedikit keheranan...
"Oh ada om item,,,, om item ngapain diluar situ,,, sini masuk nanti masuk angin,,, soalnya di luar banyak angin", bukannya takut dengan sosok menyeramkan itu Syifa malah mengajak nya mengobrol dan menyuruh makhluk itu untuk masuk ke dalam.
Dan dengan lugunya Syifa pun menuju pintu dapur untuk membukakan pintu nya supaya makhluk itu bisa masuk...
Tapi Syifa tidak bisa membuka pintu nya karena digembok...
"Om item,,, pintu nya di kunci sama aunty,,, nggak bisa dibuka deh,,, om item cari tempat lain aja ya,,, om item jangan main diluar kalau malam,,, nanti kedinginan".
" Syifa mau ikut ayah dulu ya om item,,, dadaah!! ", Syifa pun berjalan perlahan menuju pintu tadi dan membukanya, dan benar ada Farhan yang sedang tertidur di dalamnya, dengan tersenyum karena berhasil menemukan sang ayah, Syifa pun langsung masuk dan menutup pintu.
__ADS_1