
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Rolaand!! "
Melihat adiknya jatuh dan terluka di tanah, Ustadz Ronald pun bergegas menghampiri adiknya itu yang nampak sudah tidak bertenaga.
"Roland,,, apa kamu baik baik saja? ", Ustadz Ronald pun bertanya dengan rasa khawatir.
" Sepertinya,,, tulang dadaku telah patah kak,,, tolong ", ucap Ustadz Roland dengan suara lemah.
" Tenang lah adik,,, aku akan balas dendam untuk mu", Ustadz Ronald pun membawa adiknya ke tempat istirahat, lalu kembali ke tengah lapangan dengan aura yang begitu kuat hingga membuat para santri yang melihat nya menjadi sangat ketakutan.
Para santri tidak pernah melihat Ustadz Ronald begitu marah dan mengeluarkan aura yang sangat besar seperti sekarang ini, dan Utsman adalah orang pertama yang bisa membuat Ustadz Ronald begitu marah dan berhasil membuat adiknya terluka parah hanya dengan sekali tendangan.
"Haha,, yang kecil kalah sekarang ganti yang besar", ucap Utsman sambil tertawa dingin dan aura yang mendominasi.
Ustadz Ronald dan Utsman pun saling bertatap mata, kedua nya menatap dengan tatapan dingin dan pastilah ada niat membunuh yang kuat.
Tanpa berbicara Ustadz Ronald perlahan mengeluarkan pil yang dapat meningkatkan kekuatan dari saku nya, lalu segera memakan pil tersebut.
Setelah menutup mata aura milik Ustadz Ronald tiba tiba menjadi sangat kuat dan tingkatannya menjadi sangat ekstrim, bahkan udara sekitar pun menjadi hitam pekat.
Para sesepuh tidak menyangka bahwa 2 Ustadz yang akan mereka pilih mempunyai sebuah pil yang dapat meningkatkan kekuatan dengan sangat cepat.
Dengan situasi itu Utsman tetap saja sangat tenang, ia melihat Ustadz Ronald seperti orang bodoh yang telah dibutakan oleh kekuatan dan kekuasaan. Utsman menatap Ustadz Ronald dengan tatapan yang sangat merendahkan.
"Aku akan membunuhmu", dengan kekuatan yang begitu kuat Ustadz Ronald pun berlari ke arah Utsman untuk segera mengalahkan nya dan membalaskan dendam untuk adiknya yang terluka.
Dan kini Utsman mulai mengeluarkan kekuatan seperti tadi,,, kekuatan 10% . Dengan kekuatan itu Utsman juga langsung maju untuk melawan Ustadz Ronald.
__ADS_1
*Boomm!! *
Keduanya pun langsung bertabrakan dan terjadilah pertandingan yang sengit antara Ustadz Ronald dan Utsman. Para sesepuh yang awal nya mengira bahwa pertandingan akan selesai dengan sekejap sekarang mulai panik karena diluar dugaan mereka.
Mereka pun ingin menghentikan pertandingan itu karena sudah terlewat batas, dan Ustadz Ronald sepertinya memang berniat untuk membunuh Utsman.
Tapi para sesepuh itu tidak ada yang berani datang ke tengah lapangan untuk melerai keduanya karena efek dari pertarungan itu sangat besar dampak nya,,, jika mereka melibatkan diri maka mereka juga akan ikut terluka oleh serangan brutal dari keduanya.
Para santri juga mulai was was karena angin yang diakibatkan oleh pertandingan itu menyebabkan angin yang sangat kencang, lalu para Ustadz Pondok pun langsung memberikan perintah kepada para santri untuk meninggalkan tempat mereka.
Para santri pun langsung meninggalkan tempat masing masing dan mencari tempat aman untuk lanjut menonton pertandingan itu.
...****************...
...****************...
Disisi lain Bu Nyai menjadi sangat bersemangat melihat Utsman yang bertarung dengan Ustadz Ronald, Bu Nyai yakin bahwa keponakan nya tidak akan kalah dengan Ustadz Ronald. Sedangkan Pak Kyai semakin pucat melihat pertandingan itu, dia memang senang karena keponakan nya ingin membantu menyelesaikan masalah, tapi tidak disangka akan ada pertarungan yang sengit ini. Pak Kyai sendiri juga tidak berani maju untuk melerai keduanya...
*Boomm!! *
Terlihat Ustadz Ronald yang tergeletak di tanah dengan mulut yang dipenuhi oleh darah.
"Hah hah hah,,,, bagaimana,,,, bagaimana mungkin aku kalah,,,, aku sudah memakan pil untuk meningkatkan kekuatan ku,,, tapi bagaimana masih kalah?! ", ucap Ustadz Ronald.
" Ketahuilah,,, orang yang benar benar kuat adalah orang yang akan selalu mengandalkan kekuatan nya sendiri,,, jika kamu mengandalkan orang lain dan benda lain,,, maka kamu akan selamanya menjadi orang lemah", Utsman pun berucap sambil perlahan mendekat ke arah Ustadz Ronald.
"Tidak,,, aku tidak terima,,, aku akan melawan mu lagi!! ", Ustadz Ronald pun berusaha berdiri dan akan segera menyerang Utsman lagi.
*Plak*
__ADS_1
Tapi baru saja bangun Utsman sudah menampar Ustadz Ronald dengan sedikit kekuatan,,, dan itu menyebabkan beberapa gigi Ustadz Ronald patah dan keluar dari dalam mulut nya.
.
...----------------...
...----------------...
"Ayaaah!! "
Saat situasi yang menegangkan itu tiba tiba terdengar suara yang memanggil 'ayah' dari arah masuk ke dalam lapangan Pondok. Suara itu pun membuat perhatian semua orang tertuju kepadanya.
Dan terlihat ada seorang anak gadis bercadar yang sedang berlari menuju tengah lapangan, seorang gadis kecil kisaran usia 5 - 6 tahun, dan gadis kecil itu tak lain adalah Afifah.
Afifah langsung berlari menuju ke arah Ustadz Ronald yang terluka dan tergeletak di tanah.
Sejenak Ustadz Ronald pun melihat ke arah gadis kecil itu yang berlari mendekat ke arahnya, ia mengenali gadis itu, ia adalah gadis bercadar yang ia temui di taman Pondok beberapa waktu lalu, dan sekarang anak itu berlari ke arahnya dan memanggil dirinya ayah?,,, apa yang terjadi?.
"Ayaaah". Afifah pun langsung memeluk Ustadz Ronald dengan erat sambil menangis.
" A apa?,,, a ada apa ini? ", ucap Ustadz Ronald tidak paham dengan situasi nya sendiri.
Dan Utsman pun sedikit menjauh dari tempat Ustadz Ronald...
...****************...
" Ternyata,,,, ternyata Ustadz Ronald adalah ayah dari anak ku??!! ". Dan dari kejauhan pula ada suara lantang dengan nada sedih dan mulai menangis.
Ustadz Ronald pun melihat ke arah orang tersebut, sejenak ia kaget melihat sosok Ustadzah Indah, ia ingat betul bahwa ia pernah meniduri Ustadzah Indah.
__ADS_1
" Hahaha,,, sangat menyedihkan melihat adegan ayah dan anak akhirnya bertemu juga", tiba tiba Utsman berucap dan tertawa dingin.
"Apa kamu bilang? ", Ustadz Ronald pun terkejut dengan ucapan Utsman barusan.