Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Kak Farhan


__ADS_3

...****************...


"Hufff"


Beberapa kemudian Farhan pun membuka matanya dengan perlahan, ia melihat ada paman dan bibinya sedang menunggunya selesai melakukan meditasi.


"Apa yang kamu dapatkan Farhan?", tanya paman nya.


" Huff,,, adalah paman", jawab singkat Farhan.


"Oh iya,,, katanya kamu mau ngomong sesuatu sama paman dan bibi kamu,,, mau ngomong apa?", tanya pamannya.


" Farhan akan pamit dari Ponpes Miftahul Huda dalam beberapa hari,,, dan Farhan akan melanjutkan perjalanan menuju Pondok yang kedua, yaitu Ponpes Darul Musthafa milik paman Zaki dan bibi Anjani", jawab Farhan.


Sejenak paman dan bibinya hanya menghela nafas dan saling menatap, mereka sedih saat Farhan bilang akan pamit dari Pondok.


"Kamu serius Farhan,,, nggak mau disini dulu beberapa minggu lagi? ", tanya sang bibi mulai meneteskan air mata yang tak bisa di tahan.


Farhan pun beranjak dari duduk nya dan menghampiri sang bibi untuk menenangkan nya,,,

__ADS_1


" Udah bibi,,, Farhan juga nggak bisa lama lama lagi di Ponpes Miftahul Huda,,, Farhan harus segera cari petunjuk tentang keberadaan ayah", ucap Farhan memeluk sang bibi.


"Iya sayang,,, bibi ngerti kok. Semoga ayah mu cepat ketemu ya", ucap bibinya membalas pelukan Farhan.


" Aamiin bibi,,, terima kasih ", jawab Farhan


" Walau Farhan sepertinya tampak cuek sekali dengan ku,,, tapi ia tetaplah keponakan ku, aku juga merasa sedih jika ia benar benar pergi dari Pondok,,, sekali nya Farhan datang ke Pondok, ia hanya membantu menyelesaikan masalah yang ada di Pondok, aku sendiri juga tidak enak karena tidak bisa menyelesaikan masalah ini dan malah membuat Rohman menderita ", batin Pak Kyai Hasyim.


" Hmm,,, Farhan,,, terima kasih karena kamu sudah mau membantu menyelesaikan masalah yang ada di Pondok ini", ucap terima kasih Pak Kyai.


"Iya paman,,, Farhan cuma minta kepada paman, kalau di masa depan Ponpes Miftahul Huda ini ada masalah lagi, tolong paman jangan langsung ambil tindakan yang bodo*,,, pikir pikir dulu dan jangan asal main cabut aja itu jabatan dari orang lain,,, paham?!", ucap Farhan.


" I iya,,, paham... Paman janji akan lebih bijak lagi dalam menangani sebuah masalah,,, ", jawab Pak Kyai.


...****************...


...*Area Pondok Akhwat*...


Di taman Pondok di area akhwat ada Ukhty Wulan sedang berkumpul dengan teman teman nya sambil membaca kitab kitab. Sesekali para akhwat itu juga melantunkan Shalawat supaya suasana lebih tenang dan adem.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,,, "


Saat para akhwat itu berkumpul, ada seseorang yang menghampiri dan mengucap salam kepada mereka, mereka pun langsung menjawab salam tersebut.


"Eh,,, kakak. Ada apa kak?", tanya Ukhty Wulan kepada seseorang itu yang di panggilnya dengan sebutan " kakak".


"Ibu mana?", tanya balik orang tersebut menanyakan ibu Murni, ibunya Ukhty Wulan.


" Ada di Pondok kayak nya,,, kakak mau ketemu sama ibu kah?", ucap Ukhty Wulan.


Seseorang itu hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum di balik sorban putih nya, ia tak lain adalah Farhan.


Ukhty Wulan pun pamit kepada teman teman untuk mengantarkan Farhan untuk bertemu dengan ibu nya...


......................


Beberapa hari setelah pertandingan besar Pondok, ibu Murni pun menceritakan perkenalan nya dengan Farhan kepada Ukhty Wulan. Ibu Murni menceritakan semuanya, mulai dari Farhan yang mau menjaga amanah untuk menjaga Ukhty Wulan di Pondok, sampai Farhan yang membantu ibu Murni yang sedang kesusahan di kampung halaman nya.

__ADS_1


Ukhty Wulan pun terharu dengan semua pertolongan Farhan kepada ibu nya, Ukhty Wulan juga berpikir bahwa Farhan lah yang membantunya untuk menangkap Rendy.


Ukhty Wulan sangat berterima kasih kepada Farhan, karena sang ibu sudah dekat dengan Farhan, bahkan sang ibu sudah menganggap nya sebagai anak laki laki nya sendiri, maka Ukhty Wulan pun menganggap Farhan sebagai kakak laki laki nya, jadi tidak heran jika Ukhty Wulan memanggil Farhan dengan sebutan kakak.


__ADS_2