
...****************...
...*Rumah Dinda*...
Sejak bangun dari tidur nya, Syifa hampir tidak berhenti menangis karena tidak melihat Farhan. Ia merengek dan memanggil manggil Farhan dengan sebutan ayah.
Dinda pun bingung dan panik, ia berusaha untuk menenangkan sang buah hati dengan memberikan makanan dan minuman favorit nya, tapi Syifa tetap tidak mau dan semakin kencang suara tangis nya sambil memanggil manggil ayah nya.
Sejenak Dinda teringat dengan buku bergambar yang diberikan oleh Farhan untuk Syifa, Dinda pun mengambil buku bergambar tersebut yang ia simpan di lemari kamar.
"Sayang,,, udah dong cup cup... Nih,,, buku nya Syifa,,, ini kan buku yang di kasih sama ayah kan?!", ucap Dinda memberikan buku bergambar kepada Syifa.
Dengan masih tersedu sedu, perlahan Syifa pun berhenti menangis dan melihat buku gambar tersebut...
Syifa pun mengambil buku bergambar itu dan tersenyum, lalu membukanya... Sejenak Dinda merasa lega karena Syifa sudah berhenti menangis dan mulai membaca buku bergambar nya.
"Huaa,,, huu,,,, nggak mauu,,, mau ayaaah!!!", tiba tiba Syifa kembali menangis dan memanggil ayah.
__ADS_1
" Astaghfirullah Hal'adzim sayang,,, Syifaa,,, udah doong,,, cuup,,, ", Dinda pun kembali ambil tindakan untuk menenangkan Syifa kembali.
Perlahan Dinda pun mengangkat Syifa dan menggendong nya, ia membawa anaknya keliling rumah sambil menenangkan nya.
Karena belum tangisan Syifa belum berhenti juga, Dinda pun langsung teringat dengan sorban putih yang diberikan oleh Farhan untuk Syifa. Sambil masih berusaha menenangkan Syifa, Dinda pun menggendong Syifa masuk ke dalam kamar untuk mengambil sorban tersebut.
Dinda pun membaringkan Syifa di kasur, lalu berjalan menuju lemari untuk mengambil sorban...
"Syifa sayaang,,, coba liat ini apa?", ucap Dinda perlahan duduk di samping Syifa.
" Aaa,,, itu punya ayaah!", jawab Syifa mengenali sorban putih tersebut.
"Iyaa,,, ini punya ayah,,, ", ucap Dinda memberikan sorban putih tersebut kepada Syifa.
Syifa pun menerima sorban putih itu dengan senyum lebar di balik cadarnya...
" Mama,,, ini punya ayah. Tapi ayah mana?", tanya Syifa dengan imutnya sambil perlahan bangun dan duduk di pangkuan mamanya.
__ADS_1
"Uuu,,, udah dong, jangan nangis lagi ya,,, nanti Syifa bisa ketemu sama ayah lagi", bujuk Dinda.
" Iya mama, Syifa nggak nangis lagi,,, Syifa mau ayah", jawab Syifa.
"Iyaa ketemu ayah,,, tapi sekarang Syifa mandi dulu ya,,, nanti kita ke Pondok nya uncle Zaki, terus ketemu sama ayah", ucap Dinda.
" Ooh,,, ayah ada di Pondok nya uncle ya mama", tanya Syifa.
"Iyaa,,, jadi sekarang Syifa mandi dulu ya", ucap Dinda.
" Iya mama,,, Syifa mandi,,, terus ketemu sama ayah", jawab Syifa langsung bahagia karena ia akan bertemu dengan Farhan yang ia panggil ayah.
Dinda pun segera menyiapkan air untuk Syifa mandi, dan sambil menunggu air, Syifa pun sangat bahagia bisa memegang sorban putih milik Farhan yang sekarang ia pakai di lehernya.
"Alhamdulillah Syifa udah tenang dapat sorban dari akhy Farhan,,, Ya Allah, apakah akhy Farhan adalah takdir ku lewat Syifa,,, padahal baru sebentar bertemu tapi Syifa sudah sangat nyaman dengan akhy Farhan,,, sampai Syifa langsung memanggilnya ayah", batin Dinda.
" Padahal tadi aku asal bilang aja kalau nanti ketemu sama akhy Farhan,,, tapi kalau udah sampai Pondok nya paman terus akhy Farhan nggak ada, pasti Syifa sedih lagi,,, gimana ya?", pikir Dinda.
__ADS_1