Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Penangkapan Para Pelaku


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena kelima Ustadzah dari tim keamanan Pondok diberi pesan untuk langsung membawa sang korban tanpa harus menunggu untuk berkumpul maka Ustadzah yang membawa Ira si korban keempat pun sudah berada di depan rumah Pak Kyai.


Ira sedikit takut karena seluruh anggota keamanan Pondok berada di depan rumah Pak Kyai, mereka sedang berjaga di sekeliling rumah dan mengawasi para santri.


Ira pun dipersilahkan untuk masuk ke dalam oleh Ustadzah yang membawanya barusan...


"Assalamu'alaikum"


Setelah berada di depan pintu Ira langsung mengucapkan salam sambil mengetuk pintu pelan, karena kondisi pintunya memang sengaja ditutup.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Tak berapa lama terdengar suara jawaban salam dari dalam rumah...


"Masuk"


Setelah mendengar satu kata itu, dengan sungkan Ira memegang gagang pintu lalu memutar nya. Perlahan pintu ia buka dan perlahan masuk ke dalam sembari kembali menutup pintu.


......................


"Duduk nduk", Bu Nyai pun langsung mempersilahkan Ira untuk duduk di kursi setelah sejenak Ira melihat ada Pak Kyai dan Bu Nyai, lalu ada satu orang pemuda berpeci dan bersorban sedang duduk tanpa ekspresi dan mengeluarkan aura dingin.


Entah kenapa Ira tiba tiba saja seperti merasakan aura dingin milik Farhan, ia perlahan duduk dengan sungkan.


"Ira Rahmawati"


Saat Ira sedang menunduk dan menunggu Pak Kyai atau Bu Nyai berbicara kepada nya, tiba tiba ada suara yang memanggil namanya dengan lengkap. Ira langsung mengangkat pandangannya dan langsung melihat ke arah pemuda yang duduk di kursi yang ada di seberang nya.


"I iya Ustadz", walau Ira tidak tahu siapa pemuda bersorban itu, ia dengan sungkan memanggilnya Ustadz.


" Sudah berapa tahun mondok disini?", tanya Farhan dingin tapi masih membuat senyum palsu dibalik sorbannya.


"Se sekitar 10 tahun Ustadz", jawab Ira sangat grogi.

__ADS_1


Jelas pertanyaan itu hanya basa basi saja dari Farhan untuk membuat Ira tidak gugup, tapi usaha nya gagal karena aura dingin miliknya sudah tidak bisa ditutup lagi bahkan Ira sangat gugup karena merasakan aura dingin nya.


Dan tanpa banyak omong lagi Farhan langsung menanyakan hal hal mengenai kasus Ira, tentunya Ira sangat terkejut karena sosok pemuda bersorban itu mengetahui kasus miliknya.


Sejenak Ira melihat ke arah Pak Kyai dan Bu Nyai dengan ragu, dan kedua orang itu mengangguk pelan. Dan setelah itu Ira tanpa ragu lagi menjawab semua pertanyaan dari Farhan dengan jujur.


...****************...


Beberapa menit kemudian, semua pertanyaan yang membuatnya merinding itu telah terjawab semuanya...


"Minum dulu,,, jangan gugup gitu", ucap Farhan sedikit mengurangi aura dingin nya.


" Ng nggak usah Ustadz terima kasih ", Ira pun menolak dengan halus tawaran dari Farhan.


" Minum teh itu walau satu teguk,,, kalau kamu nggak mau minum jangan harap bisa keluar dari sini" , Farhan kembali menyuruh untuk Ira meminum teh yang ada di meja, teh itu hanya ada 1 dan itu memang dibuat untuk Ira.


Setelah mendapat ancaman dari Farhan, Ira pun langsung meminum teh nya. Ia pun membuka sedikit celah di bawah cadar nya untuk bisa meminum teh tersebut.


Setelah meminum beberapa teguk teh manis itu, Ira kembali meletakkan nya di atas meja lagi...


"Tadi katanya nolak tapi sekalinya minum langsung habis", ucap Farhan tanpa ekspresi.


"Sekarang kamu tutup mata,,, lalu baca Surah Al-Fatihah 1 kali, Surah An Nas 3 kali, Surah Al Falaq 3 kali, Surah Al Ikhlas 3 kali. Setelah itu baca Shalawat sebanyak-banyaknya", ucap Farhan memberi perintah.


Ira pun langsung menuruti ucapan Farhan, ia langsung menutup mata dan berusaha untuk tenang. Lalu dirinya juga langsung membaca Surah Surah yang diperintahkan oleh Farhan tadi,,,


Farhan sendiri terlihat mulai menutup mata dan bibir dibalik sorban putih nya itu langsung membaca ayat ayat dan doa doa, lalu tak lama kemudian aura putih dari diri Farhan keluar dan kini perlahan masuk ke dalam tubuh Ira.


......................


Karena Ira sudah menutup mata selama kurang lebih 3 - 4 menit maka Farhan pun menyuruhnya berhenti dan membuka matanya.


Dan entah apa yang terjadi Ira merasakan hati yang tenang setelah membuka mata, dan ia juga memasang wajah yang berseri seri.


"Udah tenang?", ucap Farhan dengan santai.

__ADS_1


" Na'am Ustadz ", jawab Ira tersenyum.


" Baik,,, saya sudah selesai dengan kamu,,, kamu boleh balik ke Pondok. Siapa pun Ustadzah yang membawa mu tadi, suruh ia mengantarkan mu lagi,,, bilang Ustadz Farhan yang suruh", ucap Farhan.


"Na'am Ustadz"


Sejenak Ira sedikit lupa , ia ingin mencium tangan Farhan...


"Bukan mahrom,,, kamu sudah baligh ,,, nggak boleh pegang tangan sama yang bukan mahrom", ucap Farhan.


" Astaghfirullah,, afwan Ustadz,,, lupaa", jawab Ira semakin canggung.


Ira pun hanya mencium tangan Bu Nyai lalu mengundurkan diri setelah mengucapkan salam kepada Bu Nyai, Pak Kyai, dan Farhan.


Ira pun langsung dibawa balik ke Pondok oleh Ustadzah yang membawa nya tadi...


...****************...


Setelah itu keempat korban lainnya pun juga telah datang secara bergantian, tanpa banyak basa basi Farhan langsung meminta keterangan kepada mereka dengan cara yang sama seperti saat menginterogasi Ira.


Awalnya memang mereka berempat takut, tapi setelah itu mereka menjadi sedikit tenang karena tahu bahwa Farhan yang mereka berlima panggil dengan Ustadz itu mau membantu mereka untuk menangkap pelakunya... Dan selanjutnya mereka menjawab pertanyaan dari Farhan dengan tenang walau beberapa kali sedikit canggung.


...****************...


Karena bukti bukti sudah terkumpul, para korban juga sudah memberikan keterangan yang pasti maka Pak Kyai pun langsung menelpon polisi untuk ditindaklanjuti,,,


Dan sore itu beberapa mobil polisi memasuki kawasan Ponpes Miftahul Huda, Pak Kyai tak hanya melaporkan kasus tentang pelecehan melainkan juga melaporkan ada barang barang terlarang di Pondok nya.


Awalnya para pelaku pemerkosa*n tidak menyadari kehadiran para polisi itu karena mereka sedang berkumpul di tempat persembunyian nya.


...----------------...


Setelah ketua polisi menemui Pak Kyai untuk meminta keterangan, maka Pak Kyai dan para anggota tim keamanan Pondok pun langsung membawa para polisi untuk meng grebek bangunan bangunan rumah yang menjadi tempat persembunyian para pelaku pelaku kejahatan.


Tak lupa juga Farhan juga ikut turun andil dalam penggrebekan tersebut, bahkan Farhan sudah sampai di dekat sana. Setelah polisi dan yang lainnya hadir Farhan pun langsung berkata...

__ADS_1


"Disana tempat berkas berkas dan bukti lain,,, di sana tempat barang barang ilegal,,, dan disana tempat minuman keras dan narkoba", ucap Farhan memberikan informasi masing masing tempat barang barang tersebut.


Setelah mendapatkan arahan dari sang ketua maka pasukan polisi itu langsung bergerak untuk melakukan tugasnya.


__ADS_2