Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Sama Saja


__ADS_3

...****************...


Sesampainya di depan rumah Pak Kyai, Alif pun berhenti sambil mengatur nafas nya dan masih terengah engah.


"Huh huh huh,,, Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,, huh huh,,, capek banget!!! ", ucap Alif langsung berjongkok di dekat pohon.


Setelah nafas nya mulai normal, Alif pun langsung saja berjalan menuju rumah Pak Kyai,,,


" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ", ucap salam Alif berdiri di depan pintu.


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ", ucap salam semua orang yang ada di dalam rumah.


" Alif?,,, ada apa?,,,sini masuk! ", ucap Pak Kyai.


Alif pun berjalan masuk dengan pelan dan sesuai adab seorang santri, ia pun duduk berjongkok di dekat Pak Kyai dan berbicara pelan tentang kasus yang ingin ia laporkan.


Tentu Pak Kyai sangat terkejut setelah mendengar laporan dari Alif, tak heran Alif mendekat dan berbicara pelan supaya tidak ada orang lain yang dengar termasuk orang yang ada di dalam itu karena kasus ini adalah kasus yang memalukan.


Karena sekarang ini kakak dari Pak Kyai sedang berada di Pondok bersama dengan istri, anak, dan cucu nya. Tentunya Pak Kyai tidak ingin keluarga dari kakak nya mendengar tentang kasus itu.


Pak Kyai pun menyuruh Alif untuk memanggil para Ustadz dan Ustadzah bagian keamanan untuk datang ke dekat gudang terlebih dahulu untuk mengkondisikan tempat itu, Alif pun segera berangkat melakukan tugasnya.


Setelah Alif pamit, Pak Kyai pun membisikkan kasus tersebut ke istri nya. Istri nya pun mengerti dengan kondisi tersebut, Pak Kyai pun dengan rasa sungkan pamit kepada sang kakak untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.


Pak Danang pun tidak keberatan karena Anjani masih berada di rumah untuk menemani dan melayani keluarga nya.


......................


...*Bangunan dekat gudang*...

__ADS_1


Di teras bangunan, Farhan sedang menjaga Ustadz Hendri supaya tidak lari. Dan karena perbuatan nya diketahui, Ustadz Hendri sendiri juga panik karena ia sudah di laporkan ke Pak Kyai. Tapi Farhan masih berbaik hati membiarkan Ustadz Hendri untuk memakai celana nya.


Dari kejauhan Farhan pun melihat ada segerombolan orang orang yang berdatangan menuju bangunan tersebut,,, tak lain rombongan tersebut adalah Pak Kyai bersama Ustadz dan Ustadzah Pondok bagian keamanan.


"Lumayan cepat juga respon nya", batin Farhan.


" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh "


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


"Ada apa Farhan?", tanya Pak Kyai.


" Orang ini mempekos* seorang Ustadzah di dalam bangunan ini,,, dan korban ada di dalam,,, di dalam ruangan pojok deket pintu belakang ", jelas Farhan.


Beberapa Ustadzah bagain keamanan pun langsung masuk untuk memeriksa korban,,,


" Ustadz Fikri,,, bawa orang ini untuk di sidang ", ucap Ustadz ketua keamanan.


Ustadz Fikri dengan teman teman nya pun membawa Ustadz Hendri ke aula untuk dimintai keterangan...


...----------------...


Beberapa saat setelah Ustadz Fikri membawa Ustadz Hendri pergi, ketua keamanan dan beberapa Ustadzah yang ada di luar itu langsung memperhatikan sosok pemuda bersorban putih yang ada di depan mereka saat ini.


"Ini Pondok kedua setelah Pondok Miftahul Huda,,, tapi kasus nya lebih mengerikan disini ya", ucap Farhan membunyikan tulang leher nya.


" Huff,,, mau bagaimana lagi,,, ini bukan kasus pertama di Pondok Pesantren Darul Musthafa ini Farhan,,, ", jawab Pak Kyai.


" Kalau dipikir pikir,,, paman Zaki sama aja seperti paman Hasyim,,, padahal jelas ada kasus di Pondok bukannya di selesai kan malah di pajang ", ucap Farhan menyindir.

__ADS_1


" Bu bukan gitu Farhan,,,"


"Hei,,, apa maksud antum bicara begitu?!,,, saya sebagai ketua keamanan di Pondok ini merasa tersinggung dengan ucapan antum", tiba tiba ketua keamanan langsung berbicara keras ke Farhan.


" Ketua keamanan apanya,,, kasus udah ada 5 aja bangga,,, udah nggak bisa nyelesaiin,,, koar koar mulu,,, kerjanya apa sih,,, ", ucap Farhan.


" A apa? "


"Bagaimana dia bisa tahu kalau ada 5 kasus yang belum bisa diselesaikan oleh aku dan teman teman keamanan lainnya?", batin ketua keamanan.


Farhan pun berjalan melewati Pak Kyai dan yang lainnya,,,


" Kalau bukan karena ada tujuan di Pondok ini,,, saya nggak akan mau bantu Pondok Darul Musthafa untuk menyelesaikan kasus ini", ucap Farhan.


"Hei,,, siapa yang mau kamu bantu tim,,, "


"Huussst,,,, banyak bacot kamu,,, mulut aja koar koar,,, ", ucap Farhan berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


Terlihat jelas wajah Pak Kyai terlihat lemas, ia merasa yang dikatakan Farhan memang benar, ada kasus bukannya diselesaikan malah di pajang.


...----------------...


Keluar dari daerah yang sepi itu, Farhan bisa melihat kembali suasana Pondok yang ramai akan para santri nya.


Tentunya Farhan juga tidak hanya untuk mencari ilmu, Farhan juga mencari kebenaran yang tertutupi dengan kejahatan.


"Sebentar lagi,,, para bajing*n Pondok Darul Musthafa ini akan keluar,,, dan pertunjukan seru akan dimulai", batin Farhan melihat setiap sudut Pondok Pesantren.


" Haizzz,,,, pengecut,,, untuk apa sembunyi gitu,,, kayak anak kecil aja", batin Farhan tersebut sinis dibalik sorban putih nya.

__ADS_1


Benar saja apa yang diucapkan Farhan,,, di beberapa tempat ada banyak orang yang sedang bersembunyi dan sedang memperhatikan Farhan, mereka seperti tidak senang dengan kehadiran Farhan.


Mangsa yang terusik dengan si pemangsa!!!...


__ADS_2