Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Jadi Mereka Yang Membuatku Datang


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...*Ponpes Darul Musthafa*...


Sudah berhari hari Farhan berada dirumah untuk menemani Dinda dan Syifa, Farhan hanya mengizinkan kedua perempuan bercadar itu keluar hanya diteras rumah saja. Pernah beberapa waktu lalu akan ada aura yang akan masuk ke dalam rumah Pak Kyai, dan aura tersebut pasti tidaklah baik.


Tapi dengan ilmu yang dimiliki oleh Farhan, aura jahat sekuat apapun tidak akan bisa masuk ke dalam rumah yang sudah dipagari ghaib oleh Farhan. Pernah juga waktu Farhan bermain bersama Syifa diteras rumah ada sosok ghaib yang mengawasinya, tapi sekali ditatap oleh Farhan sosok itu langsung menghilang.


Setiap kedatangan aura jahat dan sosok makhluk makhluk tersebut, Farhan hanya tersenyum dingin karena ia sudah menebak dari mana asal aura aura ghaib tersebut. Tapi itu hanya masalah sepele baginya, mudah saja untuk mengusir mereka semua yang datang dengan niat jahat.


...----------------...


Dan siang itu selesai Shalat Dzuhur, Farhan menemani Syifa tidur siang di ruang tengah. Karena cuaca memang sedang panas jadi Farhan yang melihat Syifa sedang tidur dikamarnya bermandikan keringat, ia pun tidak tega lalu menggendongnya dan memindahkannya di ruang tengah.


Karena hanya di ruang tengah lah yang memiliki kipas gantung, Farhan segera menyalakan kipas tersebut untuk Syifa...


Saat ini pun Farhan juga berbaring disamping Syifa dan memiringkan badannya supaya menghadap ke arah Syifa. Karena Syifa melepas cadar nya tadi, maka sekarang hanya terlihat wajah imutnya yang cantik sedang tidur lelap. Farhan hanya tersenyum melihat Syifa yang tertidur sambil mencolek pelan pipi tembem Syifa.


"Ayaah!!"


Merasa ada yang menyentuh dirinya, Syifa langsung memanggil sang ayah yang tak lain adalah Farhan, tapi Syifa sendiri masih dalam keadaan tertidur. Farhan yang melihat hal itu pun hanya bisa menahan tawanya karena takut membangunkan si gadis cantik itu.

__ADS_1


"Maas,,, ngapain? "


Tak lama setelah itu Dinda yang baru saja keluar dari arah dapur pun melihat Farhan yang sedang menahan tawa sambil melihat Syifa yang tertidur, ia pun bertanya dengan suara pelan.


Mendengar suara Dinda, Farhan perlahan bangkit dan duduk. Ia melihat ke arah Dinda yang berjalan mendekat dan duduk di sisi samping yang lain Syifa.


"Nggak apa apa", jawab Farhan singkat sambil melirik ke arah Syifa dan tersenyum.


Dinda perlahan membaringkan tubuh nya disamping Syifa, lalu memeluk pelan tanpa membangunkannya...


Sejenak Farhan melihat ke arah pintu, sudut mulutnya pun terangkan sedikit lalu merasakan suatu hal yang membahagiakan. Betul saja, Farhan merasakan bahwa Utsman sudah berada di gerbang Pongkndok.


"Aku mau keluar sebentar,,, kamu jaga Syifa", ucap Farhan dengan suara pelan.


Setelah mengelus pelan kepala Syifa, Farhan pun bangkit berdiri dan berjalan keluar...


...----------------...


"Lumayan cepat juga anak itu udah sampai kesini", ujar Farhan berjalan menuju gerbang Pondok.


Selain merasakan kehadiran Utsman, Farhan juga merasakan sesuatu yang tidak asing.

__ADS_1


" Ternyata kedua orang bodoh itu juga mulai bergerak,,, apakah mereka juga merasakan kehadiran aura yang mendominasi itu? ", ucap Farhan. Jelas bahwa ucapan dan cibiran itu ditujukan kepada kedua sosok Ustadz Pondok yang sudah Farhan tandai, tak lain adalah Ustadz Ronald dan Ustadz Roland.


...----------------...


...*Gerbang Pondok*...


Saat ini berdiri sosok pemuda bersorban di depan gerbang Pondok, ia adalah Utsman yang sekarang sedang melihat area Pondok dari luar, walau gerbang Pondok terbuka lebar tapi ia tidak berniat untuk masuk kedalam.


Dan hanya berdiam diri saja, sosok Utsman yang berdiri tegap itu menjadi pusat perhatian para santri akhwat yang berada di dekat area gerbang. Siapa pemuda bersorban itu, kenapa dia tidak masuk?.


Dengan sifat dinginnya, Utsman tidak memperdulikan perbincangan para akhwat itu tentang dirinya, ia tetap berdiam diri depan gerbang.


...----------------...


Dan jauh didalam gerbang sana, berdiri dua sosok Ustadz yang sedang memperhatikan Utsman dengan tatapan dingin. Utsman juga melihat kedua Ustadz tersebut, mereka saling bertatapan dengan tatapan dingin, tapi aura yang dipancarkan oleh Utsman jauh lebih mendominasi dan hampir membuat kedua Ustadz itu bergetar karena takut.


"Ternyata memang dia pemilik dari aura itu kak"


"Iya,,, sekarang ada dua orang bersorban yang ada di Pondok ini,,, kehidupan kita sepertinya mulai ada tantangan".


......................

__ADS_1


" Cih,,, ternyata mereka berdua yang membuatku datang ke sini,,, ", ejek Utsman menatap kedua Ustadz itu dengan tatapan menghina.


__ADS_2