Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Persiapan


__ADS_3

...****************...


Setelah Farhan mengajak ibu Murni ke rumah Pak Kyai untuk menyimpan barang barang nya terlebih dahulu, kini Farhan pun langsung membawa ibu Murni untuk menuju aula akhwat untuk melihat Wulan yang sedang ikut audisi hadroh.


Karena masih ada beberapa ikhwan dan akhwat yang masih ada di sekitar pondok nya, Farhan yang kembali ke pondok pun menjadi pusat perhatian para santri yang ada di sekitar situ.


"Bukannya itu ikhwan bersorban yang ada di pondok ya,,, udah lama nggak kelihatan,,, "


"Ikhwan bersorban itu sama siapa,,, ibu nya ya"


"Udah lama nggak lihat ikhwan bersorban itu,,, "


Banyak pertanyaan yang terbenak di pikiran para santri kepada Farhan yang sudah lama tidak kelihatan di pondok kini muncul kembali bersama seorang ibu, mereka menduga bahwa ibu Murni adalah ibu nya Farhan.


Tidak salah jika para santri itu menyebut bahwa ibu yang dibawa oleh Farhan adalah ibu nya, karena saat ini ibu Murni sedang menggandeng erat tangan Farhan.


Karena sikap dinginnya, Farhan tidak peduli dengan omongan dan rumor yang dibicarakan oleh para santri tentang dirinya.

__ADS_1


...****************...


...*Lapangan Besar Pondok*...


Kini lapangan besar di pondok pesantren hampir penuh dengan para santri, mereka sudah tidak sabar melihat dan memeriahkan pertandingan silat yang telah di tunggu tunggu.


Keempat Ustadz sedang menempati posisi masing masing di pinggir lapangan, karena ada 4 tenda kecil yang disediakan oleh panitia untuk keempat Ustadz dan para murid murid nya.


Karena murid murid nya akan tampil sebentar lagi, keempat Ustadz pun memberi pengarahan dan dukungan untuk semua murid nya yang akan bertanding. Termasuk ada Ustadzah Rinjani yang sedang memberikan arahan untuk para akhwat akhwat bercadar yang akan bertanding nantinya.


Karena Ustadzah Rinjani adalah satu satu nya Ustadzah yang ada di bidang silat, ia pun menjadi pusat perhatian para santri.


" Iya juga sih,,, tapi masih kalah kalau Rinjani bertanding sama Farhan,,, ", ucap Bu Nyai.


"Dasar,,, kita kan lagi ngomongin Rinjani bukannya Farhan", ucap Pak Kyai sedikit gemas dengan sikap Bu Nyai.


......................

__ADS_1


...*Tenda Ustadz Rendy*...


" Baiklah para murid murid ku sekalian,,, sebentar lagi kalian akan bertanding melawan murid murid lain yang dididik oleh para Ustadz terpopuler lainnya, kalian sudah siap?", Ustadz Rendy pun sedang memberikan pengarahan kepada murid murid nya yang akan bertanding.


3 tahun berturut turut Ustadz Rendy dan murid murid nya tidak pernah mengalami kekalahan saat pertandingan silat, karena Ustadz Rendy sendiri adalah Ustadz dengan kemampuan paling tinggi yang ada di Ponpes Miftahul Huda.


"Tiga kali berturut turut aku menjadi pemenang di pertandingan silat,,, jika kali ini aku menang lagi maka popularitas ku akan meningkat lagi,,, ", batin Ustadz Rendy.


...****************...


Saat dalam perjalanan menuju aula akhwat, Farhan bertemu dengan 2 pemuda bersorban yang akan berpapasan dengan dirinya.


Dan kini mereka pun saling berhadapan, Farhan pun tersenyum karena ia mengenali siapa kedua pemuda bersorban yang ada dihadapan nya sekarang.


"Rohman dan Syafi'i", ucap Farhan tersenyum dibalik sorban nya.


" Mas Farhan,,, "

__ADS_1


Ketiga pemuda bersorban itupun langsung berpelukan melepas rindu, apalagi yang paling senang adalah Syafi'i yang baru sekarang bisa bertemu lagi dengan Farhan sejak 8 tahun lalu.


__ADS_2