Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Peringatan


__ADS_3

*Aula Komputer*


"Ya Allah,,, apa yang harus aku lakukan?".


" Hmm,, kalau aku keluar pasti akhy bersorban itu akan menuduh ku sebagai pelaku utama kejadian 4 tahun lalu".


"Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah".


*------------------------*


*Taman Ikhwan*


Dari kejauhan, Abdul perlahan mendekat ke arah murid nya, Rendy. Dengan kaki yang lemas, Abdul berusaha untuk menghampiri Rendy yang masih duduk di kursi taman.


" Assalamu'alaikum ", ucap salam Abdul sambil menepuk pundak Rendy dari belakang.


" Wa'alaikumussalam,,, eh guru", jawab salam Rendy mencium tangan Abdul, sebagaimana adab seorang murid kepada guru.


Abdul pun berusaha untuk menenangkan dirinya sambil mengelus dada dan menghembuskan nafas panjang.


"Tadi saya lihat kamu sedang duduk bersama pemuda bersorban?", tanya Abdul kepada muridnya.

__ADS_1


" I iya guru,,, cuma ikhwan baru kok", jawab Rendy.


Sejenak guru dan murid itu saling bertatapan, lalu wajah mereka menjadi pucat ...


"A apakah guru juga merasakan aura dari ikhwan bersorban itu?", tanya Rendy.


Belum sempat Abdul menjawab pertanyaan dari Rendy, tiba tiba Ustadzah Rini dan Ustadzah Aida datang menghampiri mereka berdua...


" Assalamu'alaikum...", ucap salam Ustadzah Rini dan Ustadzah Aida.


"Wa'alaikumussalam,,, " jawab salam Abdul dan Rendy.


"Apakah tadi kalian lihat ada pemuda bersorban?", tanya Ustadzah Rini.


"Tadi dia sama kamu ngobrol apa aja?", tanya Ustadzah Rini.


" Hmm,,, nggak ngobrol apa apa kok Ustadzah, biasalah santri baru, dia tadi tanya tanya tentang pondok", jawab Rendy.


Sejenak kedua Ustadzah itu pun saling pandang, mereka pun memaklumi jika Rendy menyebut Farhan adalah santri baru, karena Rendy juga baru bertemu dengan nya hari ini.


Saat Ustadzah Aida ingin memberi tahu Rendy kalau pemuda bersorban itu adalah keponakan nya Pak Kyai Hasyim, tapi Ustadzah Rini mengisyaratkan Ustadzah Aida untuk tidak memberi tahukan hal itu kepada Rendy. Karena Ustadzah Rini tahu kalau Farhan ingin menyelesaikan kasus 4 tahun lalu yang dimana kasus itu melibatkan Rohman, teman masa kecil nya.

__ADS_1


Dan setelah itu Ustadzah Rini dan Ustadzah Aida pun pamit undur diri, mereka berdua kembali mencari Farhan yang masih berkeliaran di kawasan pondok ikhwan.


Setelah kedua Ustadzah pergi...


"Kamu yakin pemuda bersorban tadi cuma ngobrol dan tanya tanya tentang pondok sama kamu?", tanya Abdul serius melihat ke arah Rendy.


" Ternyata saya nggak bisa bohong ke guru, sebenarnya tadi pemuda bersorban itu tanya tentang kasus 4 tahun lalu. Saya nggak tahu kenapa santri baru bisa tahu tentang kasus itu?", jawab Rendy.


Abdul pun semakin ketakutan, dia tahu kalau pemuda bersorban itu yang tak lain adalah Farhan keponakan nya Pak Kyai Hasyim sedang mengincar murid nya itu.


Abdul sendiri mengakui kehebatan dan bakat yang dimiliki oleh Rendy, tapi dia tidak berani untuk berhadapan dengan Farhan kembali setelah kejadian 10 tahun lalu.


"Guru cuma mau kamu jangan berhubungan sama pemuda bersorban itu", ucap Abdul.


"Rendy,,, berdo'a lah supaya kamu selalu dalam lindungan Allah,,, saya pamit dulu", lanjut Abdul berdiri dan pergi.


" Aamiin", jawab Rendy mengamankan do'a dari sang guru.


"Kenapa aku merasa kalau guru sedang memberikan peringatan sama aku?. Memang nya kenapa sama pemuda bersorban itu?", ucap Rendy.


"Kenapa guru hari ini kayak lemes gitu ya?. Hmm,,, dan kenapa Kedua Ustadzah tadi nyariin pemuda bersorban itu?", batin Rendy.

__ADS_1


" Hmm,,, kemungkinan nya adalah, pemuda bersorban itu adalah santri baru yang harus dijaga, tapi kenapa harus Ustadzah, kenapa nggak pengurus pondok yang ikhwan aja,,, atau aku sendiri juga bisa jaga dia, biar aku ajarin dia tata krama,, bisa bisa nya dia mengeluarkan aura nya secara sembarangan ", batin Rendy.


__ADS_2