
"Tolong lepaskan tangan saya, kita bukan mahrom! ", ucap pemuda bersorban menatap mata sang gadis.
Sejenak sang pemuda bersorban dan gadis bisu bercadar saling bertatap mata, dengan posisi kedua tangan gadis bisu bercadar masih memegang tangan kanan pemuda bersorban.
Tak berapa lama kemudian, si gadis pun tersadar dan langsung melepaskan tangan sang pemuda. Sang gadis langsung meminta maaf dengan menggunakan bahasa isyarat.
Setelah selesai memberi bahasa isyarat, sejenak sang pemuda dan si gadis saling bertatap mata kembali...
"Ya Allah,,, kenapa daritadi aku sama pemuda bersorban saling tatap mata,,, harus jaga pandangan... ", ucap si gadis bisu dalam hati langsung menundukkan kepala.
" Maaf,,, apa kamu tidak bisa bicara?", tanya sang pemuda bersorban.
Sang gadis bisu bercadar pun hanya menggelengkan kepala nya setelah di tanya oleh si pemuda...
"Kalau kamu ingin ngomong sesuatu dengan bahasa isyarat,, silakan. In Syaa Allah saya paham", ucap pemuda bersorban.
Setelah mendengar ucapan sang pemuda, si gadis langsung mengangkat kepala nya dan menatap mata pemuda bersorban itu.
Langsung saja si gadis bisu bercadar langsung menggunakan bahasa isyarat tangan untuk berkomunikasi dengan pemuda bersorban. Dengan senang hati, sang pemuda berusaha memahami apa yang di maksud oleh si gadis bisu.
__ADS_1
"Hmm,,, apakah kamu mau aku mengantar mu pulang ke rumah?", tanya sang pemuda.
Si gadis bisu bercadar langsung mengangguk dengan cepat, ia sangat senang karena si pemuda bersorban dapat memahami apa yang ia isyarat kan.
" Hmm,,, jalan ini juga sepi, nggak ada orang yang lewat di sini. Baiklah, aku akan mengantar mu pulang", ucap sang pemuda bersorban.
Si gadis bisu pun langsung berterima kasih kepada pemuda bersorban menggunakan bahasa isyarat.
"Silakan jalan duluan,,, saya akan membuntuti mu dari belakang", ucap pemuda bersorban.
Dengan perasaan sangat senang, si gadis bisu langsung berjalan dan di ikuti oleh pemuda bersorban.
Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka berdua telah memasuki daerah perumahan.
"Jarak antara jalan tadi untuk menuju perumahan ini nggak terlalu jauh, mungkin butuh sekitar 5 sampai 6 menit. Mungkin karena sekarang mau menjelang maghrib semua orang pasti ada di dalam rumah, perumahan ini juga terlihat sepi, cuma ada beberapa orang yang lalu lalang, itupun anak anak kecil yang masih bermain di sekitar rumah nya", ucap pemuda bersorban melihat sekitar nya.
Dan tak lama setelah memasuki perumahan itu, mereka berhenti di depan rumah yang tampak sederhana.
"Apakah ini rumah mu?", tanya pemuda bersorban kepada gadis bisu.
__ADS_1
Si gadis bisu pun mengangguk dan tersenyum kepada pemuda bersorban, walau ditutup oleh cadar tapi si pemuda bersorban mengetahui bahwa si gadis bisu itu sedang tersenyum kepada nya.
" Baiklah,, karena saya sudah mengantar mu pulang sampai di depan rumah, saya pamit dulu", ucap pemuda bersorban.
Belum sempat si pemuda bersorban berbalik badan, tapi tangan kanan nya kembali di pegang oleh kedua tangan si gadis bercadar.
"Tolong lepas tangan saya,, kita bukan mahrom", ucap pemuda bersorban.
Gadis itu pun langsung melepas tangan nya dari tangan pemuda bersorban, dan mengucapkan maaf dengan menggunakan bahasa isyarat.
" Kamu sudah ada di depan rumah dan tinggal masuk ke dalam, apa lagi yang kamu mau?", tanya pemuda bersorban.
Si gadis bisu bercadar pun langsung menggunakan bahasa isyarat untuk menjelaskan apa yang ia inginkan.
"Apa maksud mu aku harus mampir, ini sudah mau maghrib, aku mau ke Masjid untuk Shalat berjamaah", ucap pemuda bersorban mengerti apa yang di isyarat kan oleh gadis bisu.
Si gadis tanpa ragu kembali memegang tangan kanan pemuda bersorban, dan memaksa si pemuda bersorban untuk masuk ke dalam.
"Tapi,,, "
__ADS_1
*Kriieet* (Suara pintu di buka)