Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Berpamitan


__ADS_3

...****************...


...*Pondok Ukhty Wulan*...


"Nak Farhan,,, ada perlu apa sama ibu? "


"Hmm,,, Farhan mau ngomong sedikit sama ibu"


Suasana yang tenang di dalam pondok membuat Farhan betah berada di dalam kamar itu, apalagi di dampingi oleh ibu Murni yang sudah ia anggap sebagai ibu kandung nya sendiri, dan ada Ukhty Wulan yang sudah ia anggap seperti adik perempuan nya.


Siang itu, Farhan tanpa banyak basa basi langsung berbicara kepada ibu Murni bahwa dirinya akan segera pergi dari Ponpes Miftahul Huda.


Tentunya ibu Murni dan Ukhty Wulan pun terkejut dengan ucapan Farhan, mereka mengira bahwa Farhan akan selamanya tinggal di Ponpes Miftahul Huda bersama dengan mereka, tapi hal itu tidak menjadi kenyataan dan hanya angan angan saja.


Tampak dari raut wajah ibu Murni bahwa ia sangat sedih jika Farhan benar benar akan pergi dari Ponpes Miftahul Huda, ia sudah menyayangi Farhan sebagai anak kandung nya.


Walau Ukhty Wulan tidak begitu dekat dengan Farhan, tapi dalam beberapa hari belakang ia sudah merasa nyaman jika di dekat Farhan, Ukhty Wulan sudah menganggap Farhan adalah kakak laki laki nya yang bisa melindungi ibunya dan dirinya.


Ukhty Wulan yang sangat mengetahui suasana hati sang ibu sekarang ini pun langsung menghampiri dan memeluk nya erat, berusaha untuk membuat sang ibu tetap tenang.


"Nak Farhan,,, kamu serius mau pergi?", tanya ibu Murni dengan wajah sedih.

__ADS_1


" Benar bu,,, ada alasan kuat kenapa Farhan harus pergi dari Ponpes Miftahul Huda ini,,, Farhan mau menyelesaikan kasus yang sedang saya tangani ", jelas Farhan.


" Kasus apa kak?,,, kenapa nggak minta bantuan polisi aja?", tanya Ukhty Wulan.


"Ini kasus menyangkut kematian almarhumah ibu saya dan hilang nya ayah saya setelah beberapa minggu ibu meninggal,,, saya mau mencari dimana keberadaan ayah saya", jawab Farhan.


Sejenak ibu Murni dan Ukhty Wulan pun terdiam mendengar jawaban dari Farhan. Akhirnya mereka pun mengerti kenapa Farhan tidak bisa berlama lama untuk tetap tinggal di Ponpes Miftahul Huda, karena Farhan ingin mencari ayah nya yang telah menghilang, Ukhty Wulan mengerti perasaan kakak nya itu yang tidak bisa bertemu dengan ayah nya selama bertahun tahun.


Setelah ibu Murni mendengar penjelasan dari Farhan, akhirnya ia pun mulai tenang...


...****************...


...*Aula Pondok Ikhwan*...


"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,,, Rohman, Syafi'i"


Saat kedua Ustadz tersebut sedang mengecek alat alat hadroh, tiba tiba saja ada yang masuk ke aula sambil mengucapkan salam.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh",,,


" Mas Farhan? "

__ADS_1


"Habis dari mana mas?"


Dan tak lain adalah Farhan yang sudah selesai dengan urusan nya bersama dengan ibu Murni dan Ukhty Wulan, kini ia beralih ke aula yang ada di Pondok ikhwan.


"Nggak,,, tadi habis ngobrol sebentar sama ibu dan Wulan", jawab Farhan.


" Oh,,, emang ngomongin apa mas?", tanya Ustadz Rohman.


"Aku cuma bilang kalau aku mau pergi dari Pondok", jawab Farhan.


" Hah?,,, mau pergi dari Pondok?,,, mas Farhan mau kemana?", tanya Ustadz Syafi'i.


"Panjang kalau di ceritain,,,, intinya aku sedang menyelesaikan kasus yang bersangkutan dengan kedua orang ku", jawab Farhan.


" Hmm,,, kita berdua boleh ikut nggak mas?", tanya Ustadz Rohman.


"Ide bagus tuh,,, nanti kita bisa bantu mas Farhan kalau ada kesulitan", lanjut Ustadz Syafi'i.


" Nggak nggak,,, kalain nggak akan meninggalkan Pondok Miftahul Huda ini,,, ", jawab Farhan.


" Kenapa mas?,,, apa mas Farhan udah nggak mau sama kita berdua lagi,,, apa mas Farhan udah nggak nganggap kita berdua ini saudara nya mas lagi?", ucap Ustadz Rohman.

__ADS_1


"Kalian akan tetap menjadi keluarga saya,,, keluarga yang ada di Pondok,,, tapi perlu kalian ingat,,, kalian berdua itu besar nya di Pondok,,, dari kecil sampai sebesar ini,,, kalau selalu ada di Pondok,,, jadii kalian harus tetap ada di sini,,, karena ini adalah rumah kalian", ucap Farhan.


Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i pun langsung memeluk Farhan dengan erat, ciri khas pelukan seorang saudara dan keluarga.


__ADS_2