
...****************...
"Apa yang kamu lakukan?,,, lepaskan tangan saya!"
"Nggak mau,,,!!! "
"Kita bukan mahrom! "
"Kan tangan nya akhy pakai lengan panjang, jadi nggak sentuhan langsung karena ada penghalang"
Sekilas ada sedikit permasalahan kecil karena tiba tiba Zahra memegang tangan nya Farhan dan tidak mau melepaskan nya, tentu saja Farhan menolak akan hal itu dan menyuruh Zahra untuk melepaskan pegangannya namun tidak di gubris.
Sejenak Farhan menghela nafas dan mulai berjalan keluar dengan perlahan dari ruangan tersebut dengan Zahra yang masih memegang tangannya. Farhan sendiri juga tidak ingin marah kepada Zahra karena ia tidak bisa melihat dan menggandeng tangannya.
...----------------...
...*Diluar Gudang*...
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya dua ukhty bercadar tadi kembali lagi dengan membawa Pak Kyai dan beberapa santri senior untuk menolong Zahra.
"Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"
Setelah giliran mencium tangan Pak Kyai, mereka pun segera menjelaskan kejadian nya kepada beliau. Pak Kyai pun mengerti dengan kejadian nya lalu menenangkan para santri santri nya itu.
"Para ikhwan ikut saya masuk untuk menyelamatkan Zahra, kalian para akhwat sebaiknya balik ke Pondok, disini berbahaya", ucap Pak Kyai.
" Iya Pak Kyai!!!", jawab para akhwat segera meninggalkan gudang tua itu.
......................
Setelah para akhwat tersebut pergi, dan Pak Kyai dengan beberapa ikhwan itu hendak masuk ke dalam gudang tua, tiba tiba ada 3 mobil jeep warna hitam datang dan berhenti di depan gudang tua itu.
Raut wajah Pak Kyai pun berubah menjadi sedikit pucat karena takut setelah melihat ada banyak orang yang turun dari mobil jeep tersebut. Mereka tak lain adalah preman di beberapa desa di sekitar Pondok, kejahatan mereka telah menyebar hampir di seluruh pedesaan yang mengelilingi Pondok.
Orang orang itu pun mulai mendekat ke arah pintu masuk gudang dan bergerombol...
Dari segerombolan preman preman itu, ada 1 orang yang keluar dari sekumpulan orang orang itu dan langsung berjalan mendekat ke arah Pak Kyai.
"Ngapain kalian disini?,,, disini bukan tempat kalian!!!", ucap preman tersebut.
"Kami datang ke sini untuk menyelamatkan santri yang anak buah mu culik", jawab Pak Kyai kepada preman tersebut yang tak lain adalah ketuanya.
__ADS_1
" Heh,,, Hahaha,,,, haduh Pak Kyai Pak Kyai,,, omong kosong apa yang kamu ucapkan itu. Kalian sebaiknya pergi dari sini sekarang, atau saya akan mengusir kalian dengan paksa!!! ", ancam ketua preman.
" Rizal,,, kamu jangan semena mena,,, kembalikan santri saya, lalu kami akan pergi dari sini dan tidak akan menggangu mu lagi", ucap Pak Kyai.
"Kamu tidak ada hak tawar menawar dengan ku Pak Kyai", ucap sang ketua preman bernama Rizal.
Saat ini Pak Kyai memang tidak mau ambil jalan kekerasan untuk melawan para preman itu, beliau berusaha membuat beberapa perjanjian tapi semuanya di tolak oleh ketuanya.
...----------------...
"Dasar coro bantet,,,, berani berani nya sombong di depan ku"
Tiba tiba ada suara yang keluar dari dalam gudang, dan langsung terlihat ada Farhan dan Zahra yang keluar perlahan dari dalam gudang.
Pandangan Pak Kyai dan para ikhwan pun tertuju kepada Farhan yang tangan nya sedang di pegang erat oleh Zahra.
"Sudah waktunya kamu lepaskan pegangan nya,,, kamu sama Pak Kyai dulu,,, ", ucap Farhan.
" Zahra,,, nduuk,,, sini Pak Kyai ", ucap Pak Kyai perlahan mendekat ke Zahra.
" Nggeh Pak Kyai ", jawab Zahra perlahan melepaskan pegangan tangannya dari Farhan.
__ADS_1