
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak butuh waktu lama untuk anggota kepolisian itu menggerebek tempat tempat persembunyian itu, tak hanya seluruh barang barang bukti, minuman keras, narkoba, berkas berkas rahasia semuanya sudah terkumpul, dan tak lupa juga kelima pelaku sudah tertangkap. Mereka dibawa dengan tangan di borgol ke belakang.
Setelah para pelaku sudah tertangkap dan barang bukti juga sudah terkumpul, maka para polisi itu meminta izin kepada Pak Kyai Zaki selaku pimpinan Ponpes untuk membawa para pelaku ke kantor polisi untuk ditindaklanjuti. Karena para pelaku juga sudah terbukti bersalah maka Pak Kyai pun tidak sungkan untuk membiarkan para polisi itu membawa para pelaku.
......................
Tentunya kedatangan para polisi tanpa diduga, apalagi para polisi itu telah membawa 5 orang yang merupakan Ustadz Pondok. Berita itu sungguh membuat para santri bingung dan sedikit takut, karena menduga ada kasus besar yang menyebabkan para polisi itu membawa kelima Ustadz Pondok itu.
Tak hanya para santri, bahkan para Ustadz, Ustadzah, dan pengurus Pondok yang lainnya juga bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi hingga membuat para polisi datang ke Pondok Pesantren mereka. Dan setelah melihat mobil mobil polisi itu pergi meninggalkan Pondok dengan suara sirine yang perlahan hilang, maka Pak Kyai pun langsung memberi perintah kepada kepala tim keamanan Pondok untuk segera memberi arahan kepada para Ustadz, Ustadzah, dan para pengurus Pondok untuk berkumpul di aula utama Pondok untuk mengadakan rapat. Tanpa pikir panjang Ustadz Dzakir selalu ketua tim keamanan Pondok langsung bergegas memberi arahan untuk para Ustadz, Ustadzah, dan pengurus Pondok bersama dengan anak buah nya.
...----------------...
Dan tentunya kasus penangkapan para pelaku itu juga membuat para Ustadz abal abal yang merupakan teman sekaligus komplotan mereka juga sangat bingung, mereka pikir dengan membuat sebuah ruangan rahasia didalam bangunan kosong bisa menyembunyikan bukti bukti kejahatan mereka, tapi mereka tidak bisa menyembunyikan itu dari Farhan yang sudah mengawasi gerak gerik mereka sejak pertama kali masuk ke Ponpes Darul Musthafa.
Para Ustadz itu juga mengadakan rapat sendiri, mereka langsung marah karena kelima teman mereka ditangkap polisi, apalagi bukti bukti juga sudah terkumpul dan dibawa oleh para polisi.
__ADS_1
"Siapa yang memanggil polisi ke Pondok?"
"Benar,,, aku tidak habis pikir masih berani yang melaporkan kita"
"Apalagi bukti bukti juga sudah dibawa oleh para polisi"
Mereka pun langsung ribut dan langsung bertanya tanya siapa yang berani melaporkan kelima teman mereka...
"Tenang teman teman ku sekalian... Sebentar lagi kedua pemimpin kita akan kembali ke Pondok Pesantren,,, kita akan cari dan balas siapa orang yang sudah berani mengusik kita dan pemimpin kita", ucap salah seorang diantara para Ustadz itu.
Mereka pun perlahan menjadi tenang dan langsung terpikir akan kedua orang yang akan segera kembali ke Pondok Pesantren yang mereka sebut sebagai 'pemimpin' mereka.
...****************...
Dalam jarak yang begitu jauh dari tempat persembunyian para Ustadz itu untuk melakukan rapat, ada seorang pemuda bersorban yang sedang duduk santai di atas pohon. Tak lain pemuda itu adalah Farhan yang sedaritadi sedang mengawasi mereka para Ustadz abal abal..
"Cih,,, rupanya ada pintar nya juga mereka", ucap Farhan memasang senyum diwajahnya.
__ADS_1
...****************...
...****************...
1 minggu telah berlalu sejak kejadian penangkapan itu, tapi suasana Pondok masih ada yang masih membahas tentang kasus tersebut. Bahkan para warga dan penduduk sekitar juga mendengar tentang kasus itu, bahkan terdengar sampai Pak Kepala Desa.
Bahkan para preman kampung juga mendengar kabar itu, termasuk Rizal si ketua preman tersebut...
"Yaah,,, sudah waktu nya kita untuk menjemput pemimpin kita"
"Siapkan mobil mobil kita,,, menuju ke gerbang desa sekarang"
Rizal pun memberikan perintah kepada anak buah nya untuk menyiapkan mobil, karena mereka akan menjemput 'pemimpin' mereka yang telah kembali.
...*Gerbang Desa*...
Terlihat anak sosok pemuda tinggi tampan dengan peci hitam di kepala mereka, terlihat sedang berdiri menghadap ke arah masuk desa...
__ADS_1
Kedua orang itu tersenyum melihat ada 5 mobil yang menghampiri mereka...