Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Sekte Angkara


__ADS_3

...****************...


Untuk saat ini Utsman belum menuju ke lapangan Pondok, ia ingin berkeliling sebentar untuk bersantai sejenak, untuk menghadapi kedua Ustadz tersebut Utsman tidak berniat untuk menggunakan seluruh kekuatan nya, mungkin hanya akan menggunakan beberapa persen saja karena Utsman tau bahwa kekuatan nya jauh diatas kedua Ustadz tersebut.


Saat Ustadz sedang berjalan jalan santai di jalan Pondok, ia langsung menghentikan langkah nya saat ia melihat di depan nya ada sosok Ustadzah bercadar yang sedang menghalangi jalannya.


"Jika kamu tidak berniat bekerja sama,,, enyah dari hadapan ku! ", Utsman pun tanpa basa basi melontarkan kalimat tersebut dengan aura dingin dan menekan.


" To,, tolong saya akhi,,, sa saya nggak mau terus ada dibawah ancaman Ustadz Ronald,,, saya beneran takut", Ustadzah itu pun langsung memohon kepada Utsman untuk meminta perlindungan, Ustadzah tersebut tak lain adalah Ustadzah Siti.


"Sampai sekarang pun mbak saya nggak tahu siapa ayah dari anak nya itu,,, saya takut kalau saya kasih tahu yang sebenarnya mbak nggak akan terima dengan semua ini", lanjutnya memelas.


" Tapi waktu Ustadz Ronald dan Ustadz Roland kembali ke Pondok ini,,, mbak saya merasakan ada aura yang mirip dengan anaknya,,, dan saya yakin kalau aura itu milik Ustadz Ronald,,, ayah dari Afifah", lanjut Ustadzah Siti.


"Saya akan bantu kamu tapi kamu juga harus bantu saya untuk membuka kedok dari kedua sampah itu!! ", ucap Utsman.


" Ta tapi,,, "


"Kalau ragu pergi jangan halangi jalan ku", belum selesai ucapan Ustadzah Siti tapi sudah disela duluan oleh Utsman dengan senyuman merendahkan dari balikbalik sorban nya.


" Kamu tinggal ucapkan apa yang kamu lihat,,, kamu akan menjadi saksi,,, dan saya akan kasih bukti bukti nya kepada Pak Kyai ", ucap Utsman.


" In Syaa Allah,,, sa saya bantu akhi", ucap Ustadzah Siti sedikit ragu.

__ADS_1


"Bawa Ustadzah Indah dan anaknya untuk menonton acara dilapangan,,, jaga mereka", ucap Utsman langsung melangkahkan kaki nya berjalan melewati Ustadzah Siti.


Sejenak Ustadzah Siti hanya bisa terdiam, ia membalikkan badannya dan melihat Utsman perlahan berjalan pergi. Dan Ustadzah Siti merasakan air matanya menetes melalui sudut matanya, ia pun langsung mengusap bersih dan meyakinkan dirinya bahwa ia tidak takut lagi dengan ancaman Ustadz Ronald dan ia akan membantu Utsman untuk membuka semuanya tentang Ustadz Ronald dan Ustadz Roland.


...****************...


Di tempat dataran tinggi si pria berjubah hitam itu tetap berdiam diri sambil mengawasi kondisi Ponpes Darul Musthafa dari tempat tersebut, aura yang dipancarkan oleh pria itu sangat berbeda dari orang berilmu biasa, aura pria itu lebih pekat dan hitam.


Ia terus melihat ke arah Pondok Pesantren dengan tatapan tajam sehingga ia bisa mengetahui semua gerak gerik yang ada di Pondok Pesantren itu. Hingga akhirnya tatapan tajamnya itu menjadi tatapan waspada dan langsung melirik ke kanan dan ke kiri seperti merasakan kehadiran sesuatu.


Pria berjubah hitam itu perlahan membalikkan tubuhnya untuk melihat ke belakang nya,,,


Dan terlihat ada sosok pemuda bersorban yang berdiam diri sambil memandang dirinya dengan tatapan mata yang dingin beserta aura yang mendominasi. Pria berjubah hitam itu tidak terkejut sama sekali dengan sosok pemuda bersorban itu, ia hanya mendengus dan memasang senyum licik dan bengis.


" Mereka berdua adalah budak ku ", jawab pria berjubah hitam tanpa menyembunyikan nya.


" Dari kelompok mana kamu,,, apakah kamu dari sebuah perkumpulan misterius yang memberikan kekuatan kepada korban kalian,, dan kalian mendapatkan imbalan yang besar? ", ucapan dan pertanyaan Farhan langsung membuat si pria berjubah hitam terdiam tapi tidak menghilangkan tatapan tajamnya.


" Kalau mereka mau bertransaksi dengan kelompok kami,,, maka mereka harus siap dengan konsekuensi nya,,, dan menerima semua syarat yang ketua kami inginkan!! ", ucap pria berjubah hitam.


" Dengan membunuh kedua orang tua dari Ustadz itu?", tanya Farhan dengan aura yang semakin keluar dengan kuat nya menyerang pria berjubah hitam yang ada di depan nya itu.


"Mereka telah menjadi budak dari kelompok kami,,, maka mereka harus membayar harganya dengan nyawa orang terdekat mereka termasuk kedua orang tua mereka", ucap si pria berjubah hitam.

__ADS_1


" Kalian benar benar kejam", ucap Farhan perlahan mendekat ke arah pria berjubah hitam.


Si pria berjubah hitam pun langsung merasa tertekan dengan aura milik Farhan, tapi ia berusaha tenang dan melawan aura tersebut dengan aura milik nya.


Saat jarak keduanya sekitar 5 kaki, Farhan berhenti dan menatap pria berjubah hitam dengan tajam...


"Apa nama kelompok kalian,,, dimana tempat persembunyian kalian,,, ada berapa banyak orang yang ada di kelompok kalian itu?! ", tanya Farhan tegas tanpa bertele tele.


" Sekte Angkara", dan si pria berjubah hitam hanya mengucapkan 2 kata saja dan tidak menjawab pertanyaan Farhan yang lain.


Sekte Angkara, mendengar 2 kalimat tersebut saja Farhan tahu bahwa kelompok Sekte tersebut bukanlah perkumpulan yang baik, pasti banyak konspirasi yang banyak melibatkan pihak lain.


"Sebaiknya kamu jangan ikut campur masalah kami,,, akhhhh".


Belum selesai ucapan dari pria berjubah hitam tiba tiba dirinya berteriak cukup keras dan merasa sangat kesakitan. Dan kini Farhan berada di belakang nya dan membelakangi nya...


Farhan baru saja menembus tubuh dari pria berjubah hitam itu dengan kecepatan yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat, Farhan telah masuk ke dalam tubuh pria itu dan menghancurkan sukma nya dan juga menghancurkan titik pusat kekuatan dari ilmu yang dimiliki nya, dan kini ia terbaring kesakitan di tanah...


"Apa yang kau lakukan padaku,,, ketua ku pasti akan membalasnya berkali kali lipat,,, akhhh"


Dengan sekali injakan yang kuat pada leher nya yang membuat tulang leher nya patah, pria itu pun mati...


"Banyak omong kosong", ujar Farhan langsung menghilang dari tempat itu...

__ADS_1


__ADS_2