
...****************...
"Ustadz Syafi'i!!! ", teriak Ustadzah Rinjani yang berada di dalam tendanya.
Para murid murid nya pun terkejut karena tiba tiba Ustadzah Rinjani berteriak memanggil nama Ustadz Syafi'i. Secara semua penonton melihat Ustadz Rendy menyerang Ustadz Syafi'i terlebih dahulu, dan serangan itu adalah serangan mendadak dan sangat kuat, Ustadzah Rinjani kawatir jika Ustadz Syafi'i terluka karena serangan itu.
Tak hanya para murid murid nya saya, bahkan para penonton yang lain juga mendengar teriakan dari Ustadzah Rinjani, termasuk Pak Kyai dan Bu Nyai.
...----------------...
"Kenapa Rinjani berteriak memanggil nama Syafi'i,,, ada Ustadz nya pula itu?", batin Pak Kyai.
" Ternyata benar kalau Rinjani suka sama Syafi'i, tapi Rinjani juga tidak harus sepanik itu, karena Syafi'i sangat kuat pertahanan nya dan tidak akan terluka hanya dengan serangan mendadak itu", batin Bu Nyai.
"Mas,,, Ustadzah Rinjani kayaknya beneran suka deh sama Syafi'i?! ", bisik Ustadz Rohman kepada Farhan.
" Apa peduli ku?", jawab Farhan tidak peduli dan tetap fokus memperhatikan kondisi lapangan.
"Ya Allah,,, punya mas kok nggak peka banget sih sama yang namanya cinta,,, gimana kalau mas Farhan mau nikah ya?", batin Ustadz Rohman.
__ADS_1
......................
Para penonton pun perlahan mulai riuh karena kondisi lapangan malai terlihat dan mereka akan segera tahu apa yang terjadi, apakah Ustadz Rendy berhasil mengalahkan Ustadz Syafi'i dengan satu serangan mendadak nya itu?, apakah Ustadz Syafi'i yang sebagai pendatang baru yang akan menang?...
...*~*...
Para penonton pun sangat terkejut melihat situasi yang ada di tengah lapangan itu, terlihat sangat jelas bahwa serangan dari Ustadz Rendy diblokir oleh Ustadz Syafi'i dengan satu tangan.
Bagaimana tidak, para santri pun tahu bahwa serangan mendadak dari Ustadz Rendy tersebut adalah serangan mematikan yang sangat kuat, dan serangan itulah yang menjadi kemenangan Ustadz Rendy selama 3 kali berturut-turut
Tapi hari ini, mereka melihat dengan mata kepala sendiri bahwa serangan tersebut bisa diblokir oleh seorang pendatang baru dengan satu tangannya.
Dengan segera Ustadz Rendy pun menarik serangan nya tersebut dan langsung bergerak mundur, menjauh dari Ustadz Syafi'i...
" Alhamdulillah Ya Allah,,, Ustadz Syafi'i nggak apa apa", ucap Syukur Ustadzah Rinjani. Lagi lagi para murid murid nya pun langsung menggoda nya karena terlihat jelas bahwa tadi Ustadzah Rinjani kawatir dengan Ustadz Syafi'i, dan hal tersebut membuat Ustadzah Rinjani malu dan menutupi wajahnya.
"Dia kira dengan serangan kecil itu bisa mengalahkan Syafi'i,,, pemikiran yang dangkal.. Bahkan Syafi'i tidak bergeser dari tempat nya menahan serangan nya itu", batin Farhan.
...----------------...
__ADS_1
" Lumayan lah untuk serangan pertama,,, tapi serangan belum cukup kuat Ustadz,,, Ustadz belum sarapan ya,,, nggak ada tenaga tuh serangan nya", ucap Ustadz Syafi'i membenarkan sorbannya.
"Antum bisa aja,,, tadi cuma percobaan kok, belum serius. Setelah ini baru serangan yang serius dan kuat dari saya", jawab Ustadz Rendy percaya diri dengan serangan berikut nya.
" Mata mu percobaan,,, jelas jelas tadi ada niat licik dari kamu,,, bisa bisa nya bilang tadi cuma percobaan,,, orang bodo* mana yang percaya dengan ucapan nya", batin Ustadz Syafi'i.
......................
"Tunggu dulu Ustadz,, sebelum melanjutkan pertandingan ini, saya mau mengatur nafas dulu, dan mau bicara dengan seseorang sebentar", ucap Ustadz Syafi'i.
" Silakan saya,,, waktu juga masih banyak ", jawab Ustadz Rendy.
Ustadz Syafi'i pun langsung melihat ke arah tenda milik Ustadzah Rinjani,,,
" Untuk Ustadzah Rinjani,,, tolong jangan kawatir,,, saya dengan dengan jelas tadi Ustadzah teriak dan memanggil nama saya", ucap Ustadz Syafi'i untuk Ustadzah Rinjani.
Ucapan dari Ustadz Syafi'i tersebut, membuat Ustadzah Rinjani grogi dan sangat gugup dibuatnya. Para murid murid nya pun juga tidak ada habis habis nya menggoda setelah nya.
Ustadz Syafi'i dan Ustadz Rendy pun mengatur nafas dan mulai mengambil posisi lagi, mereka sudah memasang kuda kuda nya dan siap untuk pertarungan selanjutnya.
__ADS_1
......................