Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Mama Dan Anak Sama Cantiknya


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menutup pintu kamar, Syifa pun berjalan pelan mendekat ke kasur nya Farhan sambil memastikan bahwa Farhan tidak terbangun dengan kehadiran nya.


"Hihi,,, ayah lagi bubuk,,, ", ucap pelan Syifa tersenyum melihat Farhan.


Syifa pun berusaha naik ke kasur Farhan bermaksud untuk ikut tidur di samping nya, namun Syifa kesulitan naik ke kasur karena kasurnya lumayan tinggi.


" Iihhh ayaah,,, kasurnya tinggi,,, Syifa susah naiknyaa ", ucap pelan Syifa karena kesulitan naik ke atas kasur.


Tapi Syifa juga tidak mau menyerah, ia tetap berusaha naik ke kasur untuk bisa tidur bersama ayah nya. Syifa pun menuju sudut kasur dan berusaha naik ke kasur menggunakan tiang kasur tersebut.


Dan setelah bersusah payah akhirnya Syifa bisa naik ke atas kasur,,, dan karena sedikit kelelahan Syifa pun berbaring di pinggir kasur itu sambil mengatur nafas nya.


"Alhamdulillah bisa naik ke kasur nya ayah,,,, sekarang Syifa bisa tidur sama ayaah", ucap Syifa bangun dan duduk menghadap ke Farhan yang tidur terlentang. Syifa pun semakin tersenyum lebar karena melihat jelas wajah Farhan yang tanpa penutup wajah,,, memang wajah Farhan tidak menggunakan kain penutup wajah ketika ia tidur, kain tersebut diletakkan di atas meja kecil dekat kasur termasuk sorban putih nya.


...----------------...


Dengan pelan dan pasti, Syifa pun mendekat ke Farhan dan berbaring tepat di samping kanan Farhan tanpa membangunkannya. Dan tanpa ragu Syifa langsung memeluk Farhan yang terlelap tidur sambil tersenyum dan melihat wajahnya.


"Ayaah,,, Syifa tidur sama ayah yaa,,, Syifa nggak bangunin ayah kook", bisik Syifa perlahan memegang pipi Farhan lalu menutup mata dan tidur sambil memeluk Farhan.


Malam itu Dinda tidak mengetahui jika Syifa tidak tidur di samping nya dan sudah pindah di kamar Farhan, dan Farhan juga tidak mengetahui bahwa sudah ada Syifa yang sekarang tidur disamping nya sambil memeluknya.


...****************...


...*Pukul 3 pagi*...


Seperti kebiasaannya waktu di rumah sebelumnya dan waktu di Ponpes Miftahul Huda, Farhan selalu bangun jam 3 untuk Shalat malam. Begitu pun sekarang ini ia mulai terbangun dan merasakan bahwa tangan kanannya terasa ada yang menindih.

__ADS_1


"Apa ini?,,, padahal aku tidur tadi nggak ada guling tapi kenapa sekarang ada guling?", batin Farhan dalam keadaan masih menutup mata tapi sudah bisa merasakan keadaan tubuhnya.


Dan iseng iseng Farhan pun menghadap ke samping kanan dan langsung memeluk benda yang menindih tangan kanan nya itu yang ia sangka adalah guling.


"Dan sebagai guling,,, wangi ini sangat tidak sesuai,,, ini seperti parfum milik Dinda dan Syifa yang mereka gunakan tadi siang", batin Farhan mencium aroma.


" Haha,,, ayah,,,, ayah meluk Syiifaa"


Sesaat setelah Farhan mencium sebuah aroma wangi, mata Farhan pun langsung terbuka secara tiba tiba karena Farhan mengenali suara tersebut.


Saat Farhan melihat dengan jelas sesuatu yang sedang ia peluk itu, Farhan sangat terkejut karena itu adalah Syifa si gadis cantik bercadar yang menggemaskan. Dan Syifa pun juga reflek terbangun dari tidurnya karena merasa ada gerakan pada Farhan, ternyata Farhan terbangun dari tidurnya.


"Astaghfirullah Syifa,,, ka kamu ngapain disini?,,, sejak kapan kamu disini? ", tanya Farhan masih terkejut.


" Hihi,,, Syifa disini dari tadi malam ayaaah", jawab Syifa memeluk Farhan.


"Ta tadi malam,,, jam,,, jam berapa?,,, tadi malam ayah tidur sendirian lo,,, terus sekarang ada Syifa disini?", ucap Farhan.


Farhan pun mulai tersenyum dan tertawa kecil karena sikap dari Syifa itu, Farhan pun bangun dan duduk lalu menggelitiki Syifa. Syifa pun merasa geli dan memohon supaya Farhan menghentikan gelitikannya.


Suara tawa yang dikeluarkan Syifa pun membangunkan Dinda, tentunya Dinda sangat terkejut karena Syifa tidak ada disamping nya. Sejenak Dinda menenangkan diri sambil duduk di pinggir kasur, lalu terdengar suara tawa Syifa dari luar. Suara tawa Syifa memang sedikit keras, tapi tidak sampai membangunkan yang lainnya, hanya Dinda yang terbangun karena kamar nya dekat dengan daerah dapur.


Setelah tenang, Dinda pun perlahan berjalan keluar dari kamar untuk mencari Syifa yang sedang tertawa itu...


...****************...


"Syifa Syifa,,, husst,,, udah udah.... diem,,, sekarang ayah mau Shalat,,, Syifa mau ikut Shalat?", Farhan pun perlahan menenangkan Syifa sambil mendudukkannya di pangkuannya.


" Huuff,,, hihi... Shalat?,,, hmm Syifa mau Shalat sama ayah", jawab Syifa bersikap menggemaskan dipangkuan Farhan.

__ADS_1


*Cklek*


Tiba tiba pintu kamar Farhan pun terbuka,,, dan suasana menjadi hening sejenak...


Karena yang membuka pintu adalah Dinda,,, Farhan dan Syifa pun menatap Dinda dan begitu pun sebaliknya...


"Mas Farhan?,,, Syifa? "


"Mamaaah! "


"Dinda,,,ada apa?"


"Hmm,,, ng nggak mas,,, bingung aja kenapa Syifa ada disini sama kamu?"


Farhan pun hanya tersenyum dan perlahan menjelaskan apa yang terjadi...


"Alhamdulillah kalau gitu,,, tadi Dinda panik karena Syifa nggak ada di kamar,,, terus Dinda cari suara nya Syifa yang ketawa,,, ternyata disini sama mas Farhan"


"MashaAllah,,, anak sama mamanya sama sama cantik kalau cadar atau niqob mereka dibuka", ucap pelan Farhan.


" Apa mas,,, mas Farhan ngomong apa barusan?", tanya Dinda mendengar suara kecil yang Farhan ucapkan barusan.


"Eh,,, hehe,, nggak,,, bukan apa apa kok", Farhan pun langsung grogi karena mengira Dinda mendengar apa yang ia ucapkan dengan suara kecil.


" Hihi,,, mamah,,, kata ayah mamah cantik,,, terus Syifa sama mama sama sama cantik ", ucap Syifa memberi tahu Dinda ucapan Farhan dengan suara kecil barusan.


Seketika Farhan dan Dinda pun melihat ke arah Syifa, dan dengan sifatnya yang lucu itu Syifa pun bersembunyi dan menyembunyikan wajahnya di pelukan Farhan.


Lalu sejenak Dinda baru sadar bahwa dirinya tidak mengenakan cadar,,, dan dengan wajah merah Dinda pun langsung balik ke kamar nya untuk mengambil cadar...

__ADS_1


Tak hanya Dinda, Farhan pun juga malu karena ucapannya diberitahukan oleh Syifa si gadis kecil...


__ADS_2