
Ini adalah pertama kalinya untuk Farhan melangkah kan kaki nya lagi kembali masuk ke dalam Ponpes Miftahul Huda milik paman dan bibinya setelah bertahun tahun.
Farhan berjalan masuk dengan pandangan sedikit menunduk tapi masih tetap fokus dengan jalan yang ia tapaki. Saat ini Farhan benar benar canggung karena berjalan di sekitar para ukhty bercadar.
Tak sedikit para ukhty bercadar memandangi Farhan yang sedang berjalan masuk ke dalam area Pondok, mereka saling bertanya siapa kah pemuda bersorban itu, apakah dia santri baru?. Itulah pertanyaan yang banyak di pikirkan oleh para ukhty bercadar itu.
Tanpa menoleh dan tanpa melirik sedikit pun ke arah para ukhty bercadar, Farhan berjalan dengan langkah yang santai dan tidak terburu buru.
Tetapi, sesekali Farhan melihat arah depan dan juga kanan kiri nya, melihat area Pondok yang menurutnya banyak perubahan....
"Assalamu'alaikum kakak bersorban!"
Saat Farhan berhenti sejenak untuk melihat salah satu bangunan di Pondok, tiba tiba ada yang memberi salam kepada nya. Farhan pun melihat sekeliling nya, tapi ia tidak menemukan seseorang yang memberi nya salam. Dan, Farhan pun melihat ke arah bawah, ternyata ada seorang anak kecil perempuan yang sedang melihat nya, seorang anak kecil perempuan yang memakai cadar dan gamis hitam.
"Ma Sya Allah,,, aku tidak menyangka kalau ada anak kecil yang sudah menutup wajahnya menggunakan cadar", ucap Farhan dalam hati.
" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,,, ", jawab salam Farhan.
" Hihi,, kakak,,, mau salim", ucap anak perempuan bercadar itu sambil menengadahkan kedua tangannya.
Farhan pun tersenyum, lalu perlahan berjongkok di hadapan anak perempuan tersebut sambil membarikan tangan kanan nya. Dan tanpa sungkan, anak perempuan itu langsung mencium tangan Farhan dengan sopan santun. Dan, setelah itu Farhan mengelus lembut kepala anak perempuan itu.
__ADS_1
"Hmm,,, kakak bersorban nama nya siapa?", tanya anak perempuan itu.
"Nama kakak,,, Farhan. Kalau nama kamu siapa?", ucap Farhan.
" Nama aku Masyitah kak,,, salam kenal ya kakak", jawab anak perempuan itu bernama Masyitah.
"Ma Sya Allah,,, nama kamu bagus banget", ucap Farhan.
" Terima kasih kakak", jawab Masyitah.
"Oh iya,, Masyitah mau tanya sama kakak. Kakak santri baru ya di Pondok ini?", tanya Masyitah.
"Kakak santri lama di sini, tapi kakak baru kesini lagi karena habis pulang merantau untuk memperluas ilmu agama lagi", jawab Farhan.
" Iya Masyitah,,, kamu rajin rajin ya di Pondok,,, ", ucap Farhan sambil mengelus kepala Masyitah.
"Iya kak Farhan", jawab Masyitah tersenyum di balik cadar nya.
Perlahan, Farhan kembali berdiri.....
"Kakak pamit dulu ya Masyitah,,, kakak mau ke rumah pak Kyai dulu", ucap Farhan.
__ADS_1
"Iya kakak, hati hati", jawab Masyitah.
" Assalamu'alaikum ", ucap salam Farhan.
"Wa'alaikumussalam kakak", jawab salam Masyitah.
Farhan pun kembali berjalan menuju rumah pamannya (Kyai Hasyim).
*--------------------*
Saat Masyitah melihat Farhan berjalan menjauh, tak berapa lama ada yang menghampiri Masyitah...
"Masyitah,,, kamu dari mana aja sih, dari tadi kakak nyariin kamu lo", ucap seorang ukhty bercadar yang tak lain adalah kakak nya Masyitah.
"Kakak, tadi ada kakak bersorban", ucap Masyitah menunjuk ke arah jalan yang di lewati Farhan tadi.
"Kakak bersorban siapa?", tanya sang kakak sekilas melihat ke arah jalan yang di tunjuk oleh Masyitah.
" Kakak bersorban itu nutup area hidung sama mulut nya pakai sorban, terus dia pake peci hitam", ucap Masyitah.
"Husst,, udah udah. Ayo ke aula, kita kan mau ngaji sama Ustadzah", ucap sang kakak langsung menggandeng tangan Masyitah.
__ADS_1
Perlahan Masyitah pun berjalan ikut dengan sang kakak, dan sesekali menoleh ke belakang melihat ke arah jalan yang di lewati oleh Farhan tadi.