
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam yang dingin pun perlahan lalu dengan lamban, waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Seluruh anggota Pondok telah kembali ke asrama masing masing dan sedang beristirahat dengan nyenyak.
Di dalam kamar yang hangat Farhan tiba tiba saja sudah bangun dan duduk berselenden sambil menyelimuti Syifa yang sedang erat memeluk dirinya. Farhan hanya tersenyum sambil mengelus pelan kepala Syifa yang sedang tertidur.
"Aku nggak yakin kembali nya Dinda dan Syifa kali ini ke Pondok apakah waktunya tepat?.. Karena kedua orang yang aku tunggu juga akan kembali besok, dan ada kemungkinan bahwa kedua orang itu juga akan bertemu dengan Dinda dan Syifa di Pondok ini", batin Farhan melihat Syifa sembari menghela nafas.
"Cih,,, tapi apapun yang terjadi,,, aku akan melindungi orang orang ku. Dan tangan kotor mereka juga tidak akan aku izinkan untuk menyentuh Dinda dan Syifa", lanjutnya memiliki tekad kuat dimatanya.
Jika memang harus ada pertarungan di dalam Pondok, Farhan bisa saja menghadapi nya sendiri. Tapi situasi kali ini berbeda karena adanya Dinda dan Syifa di dekatnya. Farhan khawatir jika orang orang jahat itu akan menargetkan Dinda dan Syifa.
Di saat Farhan sedang memikirkan sesuatu tanpa ia sadari Syifa kini sudah membuka matanya dan kini sedang memperhatikan Farhan sambil mengucek matanya.
__ADS_1
"Ayaah?,,, ayah nggak bubuk?", Syifa yang terbangun dan melihat Farhan sedang berselenden di pembatas kasur pun langsung bertanya kepada Farhan.
Mendengar Syifa berbicara kepadanya maka Farhan sedikit terkejut dan langsung melihat ke arah Syifa yang kini sedang melihat nya dengan mata yang masih mengantuk.
"Syifa,,, kenapa bangun sayang?... ", Farhan pun bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan dari Syifa barusan.
" Syifa tadi mimpi ayah pergi jauh,,, Syifa sediih,,, terus Syifa bangun", ujar Syifa menceritakan bahwa ia baru saja mengalami mimpi yang membuat nya sedih.
"Ya Allah,,, nggak kok sayaang,,, ayah nggak pergi kemana mana,,, itu cuma mimpi... Makanya,,, Syifa sebelum tidur baca do'a dulu ya,,, biar nggak mimpi buruk,,, ", ucap Farhan menenangkan Syifa sambil mencium kepalanya.
Setelah itu Syifa pun langsung membaca do'a tidur lalu kembali memeluk Farhan, dan Farhan juga langsung memposisikan supaya bisa memeluk Syifa dan menyelimuti nya kembali. Tak butuh waktu lama Syifa kembali tertidur lelap dipelukan Farhan.
Dan kini terlihat jelas bahwa Farhan memasang wajah yang tidak enak dipandang, dirinya juga terlihat sedih setelah mendengar mimpi dari Syifa bahwa dirinya akan pergi meninggalkan Syifa.
__ADS_1
Jika dipikir memanglah benar jika Farhan akan meninggalkan Syifa, tak hanya Syifa tapi juga Dinda, Pak Kyai, dan Bu Nyai. Kepergian Farhan juga setelah ia menyelesaikan semua masalah yang ada di Ponpes Darul Musthafa.
"Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,, Syifa", Farhan pun hanya bisa menghela nafas sambil memeluk Syifa.
Perlahan Farhan pun juga menutup matanya dan kembali tidur...
...****************...
...*Luar area Pondok*...
Kini suasana Pondok yang awalnya tenang perlahan berubah karena ada sesuatu aura yang masuk ke dalam area Pondok. Tapi aura itu tidak bisa masuk kedalam karena sudah dilindungi oleh aura ghaib.
Dan itu terjadi setelah 1 jam Farhan kembali menutup mata, karena aura jahat itu tidak bisa masuk ke dalam Pondok maka aura tersebut langsung menghilang dan pergi.
__ADS_1
"Huufff,,, dasar. Trik anak anak,,, ", kini Farhan yang tadi sudah tidur pun kembali terbangun dan menyadari ada sesuatu yang mencoba masuk ke dalam Pondok. Tapi aura itu sendiri tidak bisa masuk karena Farhan sendiri yang telah memasang pagar ghaib tersebut.
Karena sudah terlanjur bangun dan waktu menunjukkan pukul 2, maka Farhan pun perlahan bangun dari kasur tanpa membangunkan Syifa. Ia pergi ke belakang untuk mengambil wudhu dan melakukan Shalat Tahajjud.