Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Melihat Secara Samar


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seketika Farhan menjadi sedikit bingung dengan situasi yang saat ini ia alami itu, tapi karena Farhan sudah pernah mengalami situasi itu dengan Syifa maka ia sedikit bisa mengendalikan situasi nya.


Walau Afifah langsung memeluk kaki nya dengan erat tapi sepertinya Afifah juga ada rasa sungkan kepada nya, karena Afifah juga ada rasa canggung dengan orang lain yang baru ia temui. Beda halnya dengan Syifa yang tanpa pikir panjang langsung memeluk Farhan tanpa melepaskan nya, dan sudah begitu akrab dengan nya.


Dan Farhan pun langsung bisa melihat sikap canggung dari Afifah itu saat Afifah melepaskan pelukan dari dirinya dan mulai bersikap malu dan sungkan.


"Hei,,, siapa nama mu gadis kecil?", Farhan pun perlahan berjongkok dihadapan Afifah dan mengajak nya berbicara.


" Hmm,,, nama aku Afifah", jawab Afifah malu malu dan sedikit menundukkan pandangan nya.


"Afifah,,, Ma Syaa Allah,,, cantik banget namanya,,, In Syaa Allah anaknya juga baik", ucap Farhan mengelus kepala Afifah.


" Afifah lagi apa disini?,,, nggak ada orang lo disini,,, sama siapa Afifah?", tanya Farhan melihat sekeliling yang sepi tidak ada orang yang lewat.


"Hmm,,, Afifah tadi main sama mama, sama bibi. Tapi Afifah ngejar kelinci,,,", jawab Afifah.


" Afifah jangan main jauh jauh dari mama nya ya,,, sekarang kakak akan bawa Afifah ke mama,,, dimana mama nya Afifah? ", ucap Farhan.


Afifah tidak menjawab melainkan menunjuk ke sebuah arah, lalu Farhan pun mengetahui bahwa arah yang ditunjuk oleh Afifah adalah jalan menuju taman yang ada di perbatasan antara Pondok ikhwan dan Pondok akhwat.


Karena mengingat adanya para 'penjahat' Pondok, maka Farhan pun berniat untuk mengantarkan Afifah kembali ke mamanya. Afifah pun kembali menggendong kelinci nya dan menggandeng tangan Farhan.

__ADS_1


...****************...


Saat sedang asyik mengobrol, barulah Ustadzah Indah mengingat akan sang buah hati yang sedang bermain sendiri. Tapi begitu melihat ke arah taman yang tak jauh dari bangku yang ia duduki itu betapa terkejut nya ia tidak melihat keberadaan Afifah.


Ustadzah Siti pun juga ikut panik dan langsung mengedarkan pandangan ke segera penjuru untuk melihat keberadaan Afifah.


"Astaghfirullah Afifah,,, Ya Allah sayang,,, kamu dimana??? ", Ustadzah Indah pun langsung menuju taman bunga itu untuk memastikan keberadaan Afifah, tapi tetap saja Afifah tidak ada di taman bunga itu.


" Ya Allah Afifah dimana,,, kok nggak ada?", ujar Ustadzah Siti panikpanik ikut mencari di arah yang berbeda.


Ustadzah Indah yang langsung terpikirkan oleh para Ustadz Pondok pun menjadi sangat khawatir, jika Afifah diambil oleh para Ustadz itu maka ia akan sangat sedih dan takut jika terjadi apa apa dengan Afifah.


Walau Ustadzah Indah memiliki sedikit kemampuan, tapi jika Afifah dalam bahaya apalagi bersangkutan dengan para Ustadz Pondok Darul Musthafa yang 'jahat' itu maka Ustadzah Indah siap mempertaruhkan nyawanya demi sang buah hati.


Karena merasa sangat khawatir dan mulai marah, Ustadzah Indah langsung terpikirkan untuk mencari para Ustadz Ustadz itu untuk menanyakan langsung dimana keberadaan Afifah.


"Mamaa!!? "


Saat Ustadzah Indah dan Ustadzah Siti sedang panik mencari Afifah, tiba tiba ada yang berlari mendekat sambil berteriak memanggil mama. Kedua Ustadzah itu pun langsung melihat ke arah sumber suara itu, mata kedua Ustadzah itu pun langsung berbinar senang karena yang memanggil mama adalah Afifah. Afifah pun terlihat berlari kecil ke arah mamanya sambil menggendong kelinci putih. Sebelum memeluk sang mama Afifah sudah menurunkan kelinci itu...


"Ya Allah Afifah sayang,,, kamu habis darimana,,,?? ", Ustadzah Indah pun langsung memeluk Afifah dengan erat dan bisa bernafas lega.


" Afifah tadi habis ngejar kelinci ma,,, kelinci nya kabur", jawab Afifah.

__ADS_1


"Ya Allah sayaang,,, lain kali jangan jauh jauh kalau main ya,,, mama jadi khawatir sama Afifah", ucap Ustadzah Indah.


"Iya mamah,,, maafin Afifah yaa udah bikin mama khawatir", ucap Afifah memeluk mama nya.


"Iya sayang"


Ustadzah Siti juga ikut memeluk Afifah dari belakang nya dan mengelus pelan kepala Afifah...


Tak hanya Ustadzah Indah yang mengetahui tentang seluk beluk Ponpes Darul Musthafa itu, tapi Ustadzah Siti pun juga mengetahui segala nya walau tidak semua. Sekilas tadi Ustadzah Siti langsung terpikirkan oleh para Ustadz Pondok dan langsung ingin melabrak mereka.


Tanpa mereka sadari, ada sosok pemudah bersorban yang berjalan mendekat ke arah mereka...


"Alhamdulillah anak mu tidak diambil oleh mereka", ucap pemuda itu yang tak lain adalah Farhan.


Mendengar ucapan itu, membuat kedua Ustadzah itu langsung terkejut dan langsung melihat ke arah orang yang mengucapkan kata kata barusan.


Dan terlihat ada sosok pemuda bersorban yang berdiri di dekat mereka,,,


Sekilas Farhan menatap mata Ustadzah Indah selaku mama dari Afifah si gadis kecil bercadar itu. Dan Farhan langsung bisa melihat kejadian dimasa lalu dari mata Ustadzah Indah menggunakan ilmu nya, walau terlihat samar tapi Farhan hampir mengetahui seluruh cerita nya.


"Si siapa antum?", tanya Ustadzah Indah waspada.


Farhan pun tidak mengucapkan apapun melainkan langsung berbalik badan,,,

__ADS_1


" Kita akan bertemu lagi,,, "


Setelah Farhan mengucapkan itu,,, ia langsung melangkahkan kaki nya pergi dari taman itu...


__ADS_2