Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Sifat Yang Berbeda


__ADS_3

*Di depan area pondok ikhwan*


"Ya Allah,,, dimana keponakan ku, dari tadi nyari nggak ketemu sama dia. Para ikhwan di tanya juga nggak pada lihat ada pemuda bersorban", ujar Pak Kyai Hasyim.


Setelah menemui Ustadz Rendy, Farhan langsung pergi begitu saja. Setelah Farhan pergi ke aula komputer sebentar, ia langsung mencari Ustadz Ahmad, salah satu Ustadz terpopuler di Pondok.


Karena tidak bisa mencari di tempat pondok ikhwan, Pak Kyai pun pergi mencari keponakan nya itu di tempat lain.


------------------------------


*Pondok Akhwat*


Kini Farhan sedang duduk bersama dengan Ustadz Ahmad, Ustadz berkulit putih bersih dan ada kumis halus yang tumbuh.


Dan kali ini Farhan tidak mengeluarkan aura nya sedikit pun, ia tampak tenang dan tidak emosi. Karena Farhan sudah mengetahui bahwa pelaku kejadian 4 tahun lalu yang dialami oleh Rohman adalah Ustadz Rendy. Farhan hanya ingin menggali informasi lebih dalam lagi dari para Ustadz terpopuler di Pondok.


"Hmm,, maaf ikhwan. Ikhwan ini siapa ya,, ada perlu apa mencari saya?", tanya Ustadz Ahmad memulai pembicaraan.


Dengan tatapan santai dan tenang, Farhan menoleh ke arah Ustadz Ahmad sambil tersenyum dibalik sorban putih nya.


" Memang pantas menjadi Ustadz terpopuler di Ponpes Miftahul Huda,,, Ustadz tampan dan memiliki ilmu agama yang tinggi", ucap Farhan.

__ADS_1


"Ikhwan bisa aja,,, ilmu agama saya belum terlalu tinggi, dan saya masih banyak kekurangan", jawab Ustadz Ahmad.


" Ustadz Ahmad tahu tentang kasus 4 tahun lalu?", tanya Farhan tiba tiba.


Sejenak Ustadz Ahmad terkejut dan terdiam, ia bingung bagaimana seorang santri baru bisa mengetahui tentang kasus yang terjadi di Ponpes Miftahul Huda.


"Hmm,,, kalau menurut penilaian ku, ikhwan ini adalah santri baru,, tapi bagaimana dia bisa tahu tentang kasus itu?", batin Ustadz Ahmad.


" Hmm,,, kalau sepengetahuan saya, kasus itu adalah kasus yang tidak akan pernah dilakukan oleh Ustadz Rohman", ucap Ustadz Ahmad.


"Bagaimana Ustadz Ahmad bisa yakin kalau Rohman tidak melakukan hal itu?. Kita tidak tahu sifat kedua dari seseorang kan?", ucap Farhan.


" Memang benar saya tidak tahu sifat kedua dari Ustadz Rohman,,, tapi tidak mungkin orang yang dari kecil sudah mondok disini akan melakukan hal yang itu", jawab Ustadz Ahmad.


" Siapa sebenarnya ikhwan bersorban ini?. Dia bahkan memanggil Ustadz Rohman dengan nama nya langsung,, dia seperti sudah kenal dekat dengan Ustadz Rohman ", batin Ustadz Ahmad.


--------------------------


*Ruang Guru Pondok Akhwat*


Ustadzah Fitri sedang duduk di bangku milik kakak nya setelah menaruh buku buku milik kakak nya di laci, ia duduk sambil tersenyum seperti terpikir dengan sesuatu yang membuat nya bahagia.

__ADS_1


" Ya Allah,,, siapa pemuda bersorban tadi?. Kalau dilihat dari penampilan nya,,, apakah dia santri baru? ", batin Ustadzah Fitri.


Sangking serius nya melamun, Ustadzah Fitri tidak mengetahui ada seorang anak perempuan bercadar yang mengampirinya.


" Assalamu'alaikum Ustadzah Fitri ", ucap salam anak itu sambil memegang tangan Ustadzah Fitri.


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ", jawab Ustadzah Fitri sedikit terkejut.


" Ya Allah,,, Masyitah. Sejak kapan kamu disini?", tanya Ustadzah Fitri kepada anak perempuan itu yang ternyata adalah Masyitah adik dari Fatimah.


"Masyitah baru datang Ustadzah,,, Ustadzah kenapa kayak lagi bahagia gitu?", tanya Masyitah.


" Hmm,, ng nggak apa apa kok Masyitah ", jawab Ustadzah Fitri.


" Ustadz Ahmad mana?", tanya Masyitah.


"Hmm,, Ustadz Ahmad lagi nggak ada Masyitah,, Ustadz lagi ada urusan", jawab Ustadzah Fitri.


" Yaah,,, Masyitah mau ketemu sama Ustadz Ahmad,,, Masyitah mau tanya sesuatu ", ucap Masyitah.


" Hmm,,, ya udah, Masyitah ikut Ustadzah Fitri ya,,, kita cari Ustadz Ahmad ", ucap Ustadzah Fitri.

__ADS_1


" Iy Ustadzah ", jawab Masyitah.


__ADS_2