Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Cerita 10 Tahun Lalu


__ADS_3

*10 tahun lalu*


*Lapangan silat ikhwan*


Farhan dan Rohman sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang, mereka melepas penat karena baru selesai latihan silat. Dari kecil, Farhan sudah terbiasa menggunakan sorban, sorban putih itu sudah menutupi sebagian wajah nya Farhan sejak ia masih kecil.


Rohman adalah anak yatim piatu yang di bawa ke pondok oleh Pak Kyai, karena Rohman sendiri tidak kenal dengan saudara saudara nya. Saat itu Rohman sedang kelaparan di pinggir jalan, karena merasa kasihan maka Pak Kyai Hasyim pun membawa nya ke pondok. Pak Kyai tak hanya memberikan makan secara gratis, tapi juga memberikan ilmu agama gratis kepada Rohman.


Di saat yang sama, Farhan juga sudah tidak mempunyai orang tua lagi. Ia pun dibawa ke Ponpes Miftahul Huda oleh paman nya itu. Awalnya Farhan merasa kesepian karena sikap dingin nya, para santri pun juga merasa enggan berteman dengan Farhan yang cuek. Tapi setelah kehadiran Rohman di Pondok, Farhan pun berteman dekat dengan Rohman, bahkan sudah seperti saudara sendiri.


Siang itu pun mereka berdua juga sedang bersenda gurau melepas lelah setelah latihan silat, sesekali mereka pergi ke dapur Pondok untuk mengambil segelas air untuk diminum.


"Mas Farhan, tadi jurus yang di ajarin sama Ustadz Rozak kayak nya hebat banget", ucap Rohman.


" Huff,,, itu menurut mu Rohman,, kalau menurut ku sih jurus nya biasa aja,, cuma gerakan nya aja yang bagus, tapi banyak kekurangan nya", ucap Farhan.

__ADS_1


"Hmm,,, kalau misalkan mas Farhan tanding sama Ustadz Rozak, siapa yang menang ya?", tanya Rohman bergurau.


" Dasar kamu Rohman, yang ada malah aku yang bonyok nanti nya", jawab Farhan.


Hahahaha....


*-----------------------*


"Itu pelaku nya pak Ustadz"


Karena adab seorang santri kepada guru nya, Farhan dan Rohman bergegas berdiri lalu mencium tangan Ustadz Rozak.


Dilihat dari raut wajah para ikhwan itu, seperti nya mereka sedang marah kepada Rohman dan Farhan...


"Ada apa ini pak Ustadz, kenapa Pak Ustadz dan beberapa ikhwan datang kesini dengan raut wajah yang seperti nya marah?", tanya Farhan.

__ADS_1


" Ini nggak ada masalah nya sama kamu Farhan, tapi masalah ini ada kaitannya sama teman mu itu, Rohman", jawab Ustadz Rozak.


Seketika Farhan maju ke depan dan menyembunyikan Rohman ke belakang nya,,,


"Masalah Rohman, masalah saya juga. Ustadz Rozak kalau mau ngomong sama Rohman, harus ngomong sama saya juga", ucap Farhan.


" Huff,,, baiklah Farhan. Jadi gini, beberapa saat lalu ada banyak akhwat yang berteriak di toilet, setelah saya dan beberapa ikhwan ini menghampiri mereka, lalu mereka bilang kalau ada yang mengintip mereka waktu di kamar mandi. Dan mereka bilang kalau yang mengintip mereka adalah Rohman", jelas Ustadz Rozak.


"Ustadz Rozak jangan asal nuduh Rohman tanpa bukti, apakah ada bukti kalau Rohman pergi ke toilet akhwat dan mengintip mereka?", tanya Farhan tegas membela Rohman.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Farhan, Ustadz Rozak langsung memberikan sarung berwarna hitam... Dan Farhan pun menerima sarung hitam tersebut.


" Sarung hitam itu Ustadz temukan di toilet akhwat, itu sarung milik Rohman kan?", tanya Ustadz Rozak.


"Kalau dilihat sekilas, sarung hitam ini memang mirip sekali dengan sarung hitam milik Rohman. Tapi,,, sarung ini tidak ada aura milik Rohman, jelas sarung hitam ini menjadi bukti palsu dan sengaja menjerumuskan Rohman menjadi tersangka", batin Farhan memeriksa sering hitam itu dengan teliti.

__ADS_1


__ADS_2