Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Betekad Untuk Melindungi


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Melihat Syifa yang berlari lari di taman Pondok, bisa membuat Farhan tersenyum senang karenanya. Banyak para santri yang melihat Syifa sedang berlarian di taman sambil bermain dengan bunga bunga di taman tersebut. Banyak sekali pertanyaan yang terbesit di dalam benak para santri itu, pertanyaan yang dituju ke Farhan.


Banyak juga para santri yang lewat di dekat Farhan sambil melihat Syifa yang sedang bermain di taman...


Kali ini Farhan memiliki tugas yang lumayan sulit juga, selain harus menyelesaikan masalah dan kasus yang ada di Pondok Darul Musthafa, ia juga harus menyembunyikan semua keburukan yang ada di Pondok itu dari keluarga nya Pak Danang.


Karena Farhan yakin, kasus kasus yang ada di Pondok Darul Musthafa tidak ada satu pun yang menyebar ke masyarakat sekitar. Farhan juga tahu bahwa pamannya juga sedang berfikir supaya Pak Danang dan keluarga nya tidak mengetahui salah satu kasus yang terjadi di Pondok. Dan Pak Kyai sendiri juga pasti punya alasan kuat untuk tidak menyebarluaskan kasus kasus itu.


...----------------...


Dari suatu tempat persembunyian ada beberapa orang yang sedang memperhatikan Farhan yang sedang menemani Syifa di taman. Farhan sendiri dari awal juga sudah mengetahui letak persembunyian itu dan ada berapa banyak orang yang sedang mengawasi walau tidak tahu jelas wajah dari mereka semua.


"Selain harus membantu paman menyelesaikan semua masalah yang ada di Pondok ini,,, aku juga harus melindungi keluarga Pak Danang,,, karena dari yang aku awasi,,, para bajing*n Pondok tidak akan main main jika sudah menjalankan aksi nya,,, mereka akan menargetkan orang baru ", batin Farhan sembari melihat Syifa yang sedang bermain.

__ADS_1


" Jika mereka berani menyentuh Syifa,,, bukan cuma luka biasa yang akan mereka dapat!!! ", batin Farhan sedikit melirik ke suatu titik yang Farhan kira adalah tempat persembunyian.


......................


" Ayaah!!"


Setelah selesai bermain, Syifa pun lari mendekat ke arah Farhan dan memeluk kaki nya...


Mendengar Syifa memanggil ayah ke Farhan, para santri pun terkejut dengan hal itu. Beberapa santri yang melihat keluarga Pak Danang yang datang ke Pondok pun mengira bahwa pemuda bersorban itu adalah saudara nya Pak Kyai.


"Syifa udah capek?,,, hm? ", tanya Farhan mengelus kepala Syifa.


" Humm,,, nggak ayah,, hihi", jawab Syifa dengan sikap lucu nya.


"Dasar kamu ya,,, sekarang mau Shalat Ashar,,, kita ke Masjid ya", ucap Farhan mengangkat dan mendudukkan Syifa di pangkuan nya.


" Syifa sama ayah mau Shalat Ashar ", ucap Syifa.

__ADS_1


" Iiyaa,,, nggak cuma Syifa sama ayah,,, ada para kakak santri juga nanti ikut Shalat,,, ramai nanti", ucap Farhan.


"Syifa mau ikut Shalat,,, Syifa mau ikut ayah", ucap Syifa sedikit merengek.


" Iya iyaa,,, nanti di Masjid ketemu sama mama juga ", ucap Farhan tersenyum karena sikapnya Syifa.


" Uuuh ketemu mama juga ", ucap Syifa.


Syifa pun perlahan turun dan di bantu oleh Farhan,,,,


" Ayo ayah,,, kita ke Masjid!!! ", ucap Syifa langsung berlari.


" Hei,,, Syifa,,, Masjid nya di sana bukan ke sana", ucap Farhan memberitahu Syifa bahwa jalan nya salah.


Syifa pun langsung berbalik arah, dan langsung berlari ke arah yang ditunjuk oleh Farhan...


"Dasar anak ini,,, nggak ada capek nya,,, dari tadi lari larian terus", ucap Farhan berjalan mengikuti Syifa

__ADS_1


__ADS_2