
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua korban yang telah jatuh ke tangan Ustadz Ronald dan Ustadz Roland sudah tidak terhitung banyaknya, bukan cuma para santri dan para Ustadzah Pondok yang menjadi korban tapi juga di dunia luar, bahkan jumlah nya sudah mencapai 3 dijit angka.
Di dunia preman kedua Ustadz itu sudah menjadi legenda dan sangat ditakuti di dunia preman, jika ada yang menyebutkan salah satu nama dari kedua Ustadz itu pasti yang mendengar akan merinding ketakutan.
Karena jumlah korban sudah sangat banyak menjadi mangsa dari keduanya, maka itu sudah menjadi hal biasa untuk mereka.
Tapi berbeda dengan hari ini, Ustadz Ronald sangat terkejut bahwa Ustadzah Indah yang menjadi salah satu korban nya melahirkan anak perempuan, sangat jelas itu adalah anaknya.
Semua korban yang melahirkan anaknya, pasti akan langsung dibunuh tanpa ampun. Tapi berbeda dengan Ustadzah Indah yang melahirkan anak perempuan yang bercadar seperti nya pula, padahal Afifah tidak pernah bertemu dengan sosok ayah kandung nya, dan hanya pernah sekali salah paham dengan sosok Farhan yang awalnya ia anggap sebagai ayahnya.
Tapi hari ini Afifah sendiri merasakan ada sesuatu perasaan yang sangat dekat dengan dirinya, ada aura yang mirip dengannya.
Dan saat sampai di lapangan Pondok, Afifah langsung menemukan aura itu yang ada pada diri Ustadz Ronald, dan ia tanpa ragu langsung memanggilnya ayah dan memeluk nya tanpa sungkan, dan Ustadz Ronald hanya terdiam tidak percaya dengan apa yang ia alami. Lalu sesaat, perlahan Ustadz Ronald membalas pelukan dari Afifah dengan raut wajah yang sedih...
Hal itu tentunya membuat Pak Kyai dan Bu Nyai ikut terkejut pula, selama ini Bu Nyai telah menduduh Ustadzah Indah telah melakukan zina dengan orang luar, rupanya sang pelaku adalah Ustadz Ronald yang selama ini memang sudah banyak memakan korban, Ustadz Siti tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun untuk adegan itu, ia hanya terdiam.
__ADS_1
...----------------...
Utsman pun juga mulai menjauh dari tengah lapangan dan menuju ke arah tempat duduk Pak Kyai dan Bu Nyai. Ia berjalan dengan santai sambil membawa 2 kotak kardus yang ukurannya lumayan besar.
Setelah berada tepat di depan Pak Kyai dan Bu Nyai yang masih duduk, Utsman pun meletakkan 2 kotak kardus itu di meja yang ada di depannya.
"A apa itu Utsman?", tanya Pak Kyai penasaran dengan kotak yang dibawa oleh Utsman itu.
" Jika paman membuka dan melihat isi nya,,, anda akan tahu semua kebenarannya ", ucap Utsman langsung membalikkan badan dan pergi tanpa menoleh ke belakang lagi, bahkan Utsman tidak melirik sedikit pun ke arah tengah lapangan yang menjadi pusat perhatian para santri dan para pengurus Pondok lainnya.
Setelah melihat kepergian Utsman dari lapangan, Pak Kyai pun berdiri dan mendekati kotak besar yang ada di atas meja di depannya. Pak Kyai tanpa ragu membuka kedua kotak kardus itu, dan berapa terkejut nya Pak Kyai saat melihat tumpukan berkas berkas yang ada di dalamnya.
Pak Kyai pun mengerti kenapa Utsman langsung pergi meninggalkan lapangan tanpa menjelaskan apa apa. Ini adalah tugas terakhir yang diberikan oleh Farhan untuk dirinya, Farhan sudah membantu sebagian besar masalah yang ada di Pondok Pesantren Darul Musthafa ini, dan juga ada Utsman yang ikut membantu pula bahkan ia juga memberikan pelajaran kecil kepada kedua Ustadz kakak beradik itu.
Farhan dan Utsman sudah membantu berbagai jenis masalah yang ada di Pondok, dan kini Farhan menyisakan satu masalah kecil saja untuk Pak Kyai selesaikan, semua bukti dan barang barang yang dibutuhkan sudah lengkap semua, tinggal menunggu keputusan Pak Kyai, ini adalah kesempatan terakhir untuk nya, jika masalah kecil ini saja ia tidak bisa menyelesaikan nya, ia tidak pantas menjadi pimpinan Pondok Pesantren lagi, ia telah membuat malu almarhum kakeknya Farhan.
Tanpa ragu, setelah mengumumkan bahwa pertandingan dan semua acara Pondok telah selesai maka Pak Kyai pun mempersilahkan para santri santri untuk beristirahat dan boleh menuju dapur Pondok karena sudah disiapkan makanan disana. Lalu Pak Kyai juga langsung mengadakan rapat untuk para jajaran pengurus Pondok untuk segera menyelesaikan kasus itu, dan untuk kedua pelaku telah di amankan oleh tim keamanan Pondok.
__ADS_1
...****************...
Dan kini Utsman telah kembali ke rumah Pak Kyai, ia merasa lelah dan ingin beristirahat karena sudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Farhan.
"Assalamu'alaikum". Utsman pun membuka pintu sambil mengucapkan salam.
" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ". Dan Farhan pun menjawab salam tersebut.
Sejenak Utsman berdiam diri di belakang pintu setelah menutup nya, ia melihat Farhan yang sedang tiduran di sofa dengan malasnya, terlihat Farhan sedang memegang anak kelinci di tangan nya dan ia lihat dengan mata mengantuk, dan kelinci yang lain berada di kandang.
"Kenapa dengan mas Farhan?,,, kenapa nampak nggak semangat gitu,,, dan kenapa pula mas Farhan mainan kelinci? ", pikir Utsman yang tidak pernah melihat sisi lain dari Farhan tersebut.
" Gimana?,,, udah selesai tugas mu? ", tanya Farhan tanpa menoleh ke arah Utsman dan memiringkan badannya dan kini Farhan membelakangi Utsman dalam posisi berbaring.
" Iya mas,,, tugas yang mas Farhan berikan kepada ku,,, udah aku selesaikan,,, dan untuk sisa nya sudah aku kasih ke paman supaya dia bisa menyelesaikan masalah terakhir ini,,, ini kan tugas terakhir yang mas kasih ke paman,,, pasti dia akan menyelesaikan secepat mungkin,,,", jawab Utsman menjelaskan.
"Huff,,,, terserah... Kamu kalau mau istirahat,,, istirahat aja,,, baru jam setengah sebelas,,, nanti menjelang Shalat Dzuhur bangun,,, Shalat jama'ah di Masjid", ucap Farhan memasukkan kelinci kecil ke dalam kandang yang ada di bawah nya.
__ADS_1
"I iya mas,,, ", jawab Utsman. Utsman pun berjalan menuju kamar dan segera menutup pintu.