
Akbar sedikit membuang nafasnya,karena melihat Frengki yang terlihat frustasi.
"Feng,,Aku mau tanya sama kamu, kamu itu apa masih ada rasa buat Jihan,kamu harus jujur dengan perasaanmu,kalau kamu masih ada rasa pada Jihan,sebaiknya bicara pada Sifa,sebelum hubungan kalian makin jauh,"Frengki diam karena Frengki juga bingung dengan perasaanya sendiri.
Lalu Akbar menjelaskan pada Bram siapa itu Jihan,dan ada apa Antara Jihan dan Frengki dan Bram lalu sedikit ada rasa senang karena sepertinya masih ada kesempatan untuk mendapatkan Sifa,karena di lihat dari Kecemasan yang di lihat kan oleh Frengki terlihat jelas kalau Frengki masih suka dengan Jihan.
Frengki melihat ke Bram ,karena penasaran siapa Bram itu,kenapa Akbar menceritakan Jihan padanya,dan juga hubungan dirinya dengan Sifa,Akbar paham dengan tatapan Frengki pada Bram juga.
"Frengki,,,Bram ini orang singapur,dan Bram adalah mantan kekasih Sifa,dia datang ke sini untuk menemui Sifa tapi ternyata Sifa sudah punya kekasih yaitu kamu,,"Frengki langsung kaget saat Akbar memberi tau siapa Bram.
"Aku sudah mengirim pesan pada Anda,tapi Anda belum membacanya,,"Kata Bram pada Frengki,dan Frengki langsung melihat pesan yang masuk,Frengki membacanya dan benar Bram berpesan untuk menjaga dan mencintai Sifa.
"Aku masih sangat mencintai Sifa,tadinya Aku ikhlas kalau Sifa sudah bahagia dengan laki laki lain,tapi kalau Sifa terus bersama Anda sepertinya Sifa tidak akan bahagia,karena ternyata anda masih mencintai wanita lain,jadi Aku mohon lepaskan Sifa dan kembalikan Sifa padaku lagi,"Frengki terasa lemas,kenapa kisah cintanya begitu rumit.
"Aku memang belum lama menjalin hubungan dengan Sifa,tapi Aku ke Sifa juga sayang dan cinta,Aku juga bingung kenapa saat melihat Jihan terluka apa lagi sekarang dia ngga punya orang tua,hatiku terasa ikut sakit ,Aku rasanya ingin selalu melindunginya dan menjaganya,apa itu berarti Aku masih cinta padanya atau hanya rasa kasihan,aku juga tidak tau dengan perasaanku itu,,"
Akbar,Vivi dan Bram hanya diam dan mendengarkan Frengki bicara.
__ADS_1
"Trus sekarang kamu mau gimana Freng,apa mau mencari Jihan,dan melepas Sifa,atau mau tetap bersama Sifa dan membiarkan Jihan sendiri di sana,,"
"Aku sekarang sedang tidak bisa berfikir,Beri waktu Aku untuk memikirkan ini semua dulu,"Frengki lalu bangun dari duduknya.
"Kamu mau ke mana Feng,?"tanya Vivi.
"Aku mau istirahat,Aku mau ambil kamar di hotel ini,"
"Ya sudah kamu istirahat dan pikirkan masalahmu ini,nanti sore kita bicara lagi,"kata Akbar .
Frengki lalu keluar dari kamar Akbar dan menuju ke bawah,Frengki menuju resepsionis.
"Iya benar Bram apa yang di katakan Mas Akbar,kita tidak ingin kalian bersedih,Sifa dan Jihan juga teman kita,"
"Baiklah Aku tidak akan pulang hari ini,Aku ingin tau keputusan Frengki dulu,karena Aku tidak ingin Sifa sedih,kalau begitu Aku balik ke kamarku dulu yah,"Akbar dan Vivi menjawab iya.
Sekarang hanya ada Akbar dan Vivi,Vivi akan bersiap untuk berangkat kerja.
__ADS_1
"Yang,,kamu ambil cuti aja bisa ngga,?"
"Emang kenapa kok ambil cuti,,?"
"Mas niatnya nanti ingin undang Sifa ke sini,biar masalah Frengki kelar dan jelas maunya gimana,biar Bram juga tau kalau nantinya mau maju atau mundur,,kalau ada kamu kan Sifa mungkin lebih nyaman ,"
"Coba Vivi telfon rumah sakit dulu ya Mas,Vivi bisa ambil cuti ngga,,? soalnya dadakan,"
"Ya udah Sanah telfon,kalau nanti boleh ambil cuti,kamu telfon Sifa yah,bilang suruh datang ke sini,"
"Iya Mas,,"Vivi mengambil hpnya,sedang Akbar naik ke ranjang untuk tiduran.
Sifa di rumah sakit baru membuka hpnya,Sifa membaca pesan dari Bram.
"Maafin Sifa Mas,,Sifa ngga mencegahmu untuk tidak pulang dulu ke Singapura,ada hati yang harus Sifa jaga,walau sebenarnya Sifa ingin sekali bertemu denganmu, di hati terdalam Sifa masih menyimpan namamu Mas,kalau kita jodoh pasti akan bertemu,,maaf,,"Sifa hanya membacanya dan tidak membalasnya,Sifa lalu lanjut menyibukkan diri agar tidak teringat dengan masalah hatinya yang sedang kacau.
Sifa cinta dan sayang dengan Frengki,tapi Sifa juga tau kalau Frengki masih sayang dengan Jihan,Sifa ingin menyerah tapi tidak ingin gegabah dulu,Sifa ingin tau Frengki akan bagaimana,kalau pun nantinya Frengki akan memutuskan dirinya dan memilih Jihan,Sifa akan menerimanya,tapi kalau Frengki masih ingin bersamanya Sifa pun akan mempertahankan nya karena Sifa juga sadar di hatinya masih ada orang lain.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...