
Saat Akbar sedang bingung harus cari kekurangan uang,Beni telfon untuk bertanya kapan mau di jemput.
"Aku akan menjemputmu sekarang,tunggulah,"kata Akbar dan langsung membawa mobilnya menuju rumah Beni.
Hanya 20 menit Akbar sudah sampai,Beni sudah menunggu di teras,Akbar langsung menyuruh Beni masuk mobilnya.
"Kita langsung ke rumah nya si Jihan itu kan Bar,,?"tanya Beni.
"Iya,,tapi tunggu Aku masih cari kurangannya lagi,masih kurang 300 juta lagi,"
"Kamu mau cari kemana,,?"
"Aku aja lagi bingung,soalnya tanteku lagi pergi keluar negri dan hpnya susah di hubungin,,gimana ya Ben,Aku bingung nih,,"
"Ya elah,,gitu aja bingung,kamu ngga mau gitu pinjam ke Aku,,"
Akbar langsung meminggirkan mobilnya ,dan berhenti.
"Jadi maksud kamu kamu mau minjemin Ben,?"
"Iya kalau kamu masih butuh bantuan ku sih,,"
"Ya Tuhan Beni,,Aku mau lah,,trimakasih yah,,"Saking senangnya Akbar memeluk Beni.
(Cerita Beni dan Iza di sini itu belum pacaran yah,kembar masih SMA,trimakasih..)
"Udah Bar lepas,Aku risih di peluk kamu,,"
"Hehee,,maaf,,"Kata Akbar sambil kembali duduk.
__ADS_1
Akbar menjalankan mobilnya lagi,"Bar itu uang mau aku pakai dua bulanan lagi,Aku harap dua bulan nanti kamu sudah ganti yah,"
"Siap,,Aku akan ganti ,dua bulan nanti uangmu akan Aku kembalikan,,"Beni pun menjawab ok.
Akbar langsung pergi membawa mobilnya ke rumah Jihan,dan ternyata sudah jam 10 malam,Beni sudah membawa surat surat yang di perlukan juga.
Sampai di rumah Jihan,Akbar dan Beni cukup lama menunggu,Papah Jihan belum keluar juga dari kamarnya,padahal mba nya sudah memangil Kanya,Mba juga memanggil Jihan karena Akbar yang memintanya.
Jihan keluar dan ikut duduk di sofa,"Ada apa lagi Abang kesini,,?"tanya Jihan pelan,dan mata Jihan masih terlihat bengkak habis menangis.
"Aku ingin bertemu papah mu,tapi juga Aku juga ingin bicara padamu ,"
Papah Jihan pun datang,"Ada apa,,apa kamu sudah dapat uangnya,,?"papah Jihan langsung pada intinya.
"Sudah Om,saya ke sini mau mengganti uang Om dan dendanya,semua 10 miliyar,tapi sebelum Saya transfer semua uang itu,Om tandatangani surat ini,silakan di baca,,"Akbar memberikan kertas ke pak Gunawan.
"Uang apa sebanyak itu,,?"tanya Jihan.
"Apa kamu tidak tau,apa pura pura tidak tau,,?"Jihan menggeleng dan menjawab sama sekali tidak tau apa apa.
"Itu uang papah mu yang di pinjam oleh Papah ku untuk membangun rumah sakit di surabaya,papah mu meminjamkan uang dengan perjanjian perjodohan kita,kalau kita jadi bertunangan uang itu bisa di balikan nanti nanti,tapi kalau perjodohan kita gagal uang yang papah ku pinjam harus balik tapi harus ada ganti rugi sebesar dua miliar,karena Aku menolak perjodohan kita ,Aku pun mengganti uang papah mu sebanyak 2 miliyar,jadi Aku kembalikan semua uang ke papah mu 10 miliyar,"Jihan kaget mendengar perkataan Akbar.
"Pah,,apa benar semua yang di katakan Abang,,?"
"Iya,,itu benar semuanya,"Sambil papah Jihan membaca kertas.
"Papah kenapa jahat gitu Pah,,kenapa papah melakukan itu,,"
"Papah melakukan itu semua demi kamu Jihan,di mana salahnya,papah ingin kamu bahagia dan dapat menikah dengan orang yang kamu cintai,"
__ADS_1
"Tapi kenapa harus pakai perjanjian seperti ini,dan ini kenapa ada ganti rugi sebanyak itu,"
"Itu sebagai harga sakit hati kamu karena mereka telah menolak mu,,"
"Pah,,tapi Jihan tidak mau seperti ini,ini seperti pemerasan,kalau Jihan ngga jadi bertunangan berarti memang Abang dan Jihan ngga berjodoh,kenapa papah seperti ini,,"Jihan sambil menangis karena malu.
"Sudah cukup kamu Jihan,masuk,,, kamu ngga perlu berkomentar,,"teriak Pak Gunawan,Akbar dan Beni hanya bisa diam.
"Papah jahat,,,"Jihan langsung lari masuk ke kamarnya sambil menangis.
Selesai itu papah Jihan tandatangan surat tanda bukti semuanya,Abang langsung mentransfer semua uangnya.
Setelah semuanya selesai,Beni dan Akbar langsung pulang,"Kasihan juga Aku lihat Jihan,dia sepertinya cinta mati padamu Bar,,"keduanya sudah ada di mobil yang sedang melaju.
"Sok tau kamu,,"
"Di lihat dari matanya menatapmu itu beda,dia cantik dan body nya juga bagus loh,kenapa kamu ngga suka sih Bar,?"
"Aku aja ngga tau kenapa Aku ngga bisa tertarik padanya,Aku lebih suka pada Vivi,dia seperti Mamah,Lembut, sabar dan keibuan,rasanya Aku nyaman kalau bersamanya,,"
"Iya Deh kalau cinta pasti semua di banggakan,"Akbar hanya tersenyum.
Sampai di rumah Beni,Akbar berterimakasih padanya dengan semua bantuan nya,setelah Itu Beni pun turun dari mobil Akbar.
Akbar lalu menuju rumah sakit untuk bertemu orang tuanya,sekitar setengah dua belas Akbar sampai di rumah sakit,Mamah dan Papahnya sudah tidur,sedang Kembar tidak ada,pasti mereka sudah pulang,Mamah tidur di satu ranjang dengan Papah,keduanya saling peluk.
Akbar mau membangunkanya tapi tidak jadi karena mereka terlihat nyenyak sekali,Akbar akhirnya tidur di sofa.
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
__ADS_1