
Sifa duduk di samping Jihan,"Aku tau kamu tidak tidur Ji,,"Jihan dengan pelan membuka matanya.
"Aku tau kamu tidak ingin merebut Frengki dariku,,tapi untuk apa Frengki Aku pertahankan kalau hati Frengki hanya ada kamu,,"
"Tidak,,kamu salah,,Frengki sangat mencintai kamu,dia sudah tidak mencintaiku lagi,,kalian jangan sampai berpisah ,kalian sangat cocok, dan serasi,,"Sifa tersenyum tipis.
"Tapi Aku melihat dari sorot mata Frengki yang masih mencintai kamu,,"
"Jangan bilang gitu Fa,,itu tidak baik,percayalah sama Frengki,dia laki laki yang baik ,dia tidak mungkin menyakiti mu,,"
"Dia bertahan denganku,sedang hatinya tidak untuk ku,buat apa hubungan seperti itu di pertahankan,Itu justru akan saling menyakiti hati kita masing masing,,"Jihan diam.
"Aku akan mundur,selagi hubungan ku dengan Frengki belum terlalu jauh,"
"Jangan Fa,,jangan lakukan itu,jangan buat Aku menjadi seperti wanita yang jahat,Aku akan pergi dari Frengki,Aku akan pergi jauh darinya,"
Saat Sifa mau bicara Frengki datang ,lalu keduanya saling diam.
"Sayang,,ini makanannya,ayo makan dulu,"Sifa lalu bangun dari duduknya dan menuju sofa.
Frengki lalu menyiapkan makanannya sekalian,"Makasih Mas,,kita makan bareng yah,,"
"Aku udah makan,kamu aja habiskan yah,"
Jihan memejamkan mata lagi,Jihan tidak mau mengganggu.
Frengki sedikit melirik ke Jihan,Sifa melihatnya tapi pura pura sibuk makan.
"Mas coba ini,enak loh,,aaa"
__ADS_1
Frengki lalu membuka mulutnya,karena tidak enak kalau menolak.
"Enak kan,,?"
"Iya enak,,,"
"Mas,,nanti Aku anterin pulang yah,,"Frengki diam karena bingung mau jawab apa,kalau mengantar Sifa Jihan nanti gimana.
"Mas,,kok diam,,ngga mau antarin Aku pulang,?"
"Oh,,ngga,,,Aku mau ,,ya Aku mau kok anterin kamu pulang,,"Sifa tersenyum,tapi Sifa tau kalau Frengki seperti terpaksa.
Selesai makan,Frengki juga yang membereskan bekas makan Sifa,Frengki juga yang mengambilkan minum untuk Sifa.
Setengah jam kemudian Sifa ngajak Frengki untuk mengantarnya pulang.
"Iya ayo,,,"
Frengki mau membangunkan Jihan,tapi Sifa melarangnya.
"Mas,,jangan di bangunkan,,Jihan sedang tidur,,kasihan kalau di bangunkan,,"
"Tapi nanti kalau dia bangun ngga ada orang gimana,,?"
"Kan ada suster,,kita bilang aja ,nanti kalau Jihan nyariin kita kan suster bisa kasih tau,,"
"Oh iya,,ya udah yuk,,"Sifa dan Frengki keluar dari ruang rawat Jihan,Frengki lalu titip Jihan kepada suster.
Frengki dan Sifa naik taxsi,kebetulan Sifa tidak bawa mobil.
__ADS_1
Akbar dan Vivi memberi tau Bram siapa kekasih Sifa,dan Bram langsung lemas mendengar siapa sainganya.
" Aku sepertinya tidak bisa mendapatkan Sifa kemabali,"
"Jangan pesimis gitu dong Bram,,kamu harus semangat,,"
"Tapi mau semangat gimana,,di banding Kekasih Sifa sekarang Aku tidak ada apa apanya,"
"Apa Aku boleh minta no telfonya,,?"
"Untuk apa kamu meminta no telfonya,?"
"Aku hanya ingin mengobrol dan berkenalan dengannya, Aku ingin meminta padanya agar menjaga Sifa dan jangan pernah menyakitinya,"Vivi dan Akbar saling diam karena bingung mau memberikan no Frengki atau tidak.
"Aku janji tidak akan membuat masalah,,"baru setelah Bram bicara seperti itu Akbar memberikan no Frengki.
"Serahkan semua pada Tuhan Bram,kalau kamu berjodoh dengan Sifa pasti akan ada jalan,tapi kalau kamu ngga ada jodoh dengan Sifa,Tuhan pasti sudah menyiapkan jodoh terbaik untukmu,,"
"Iya benar kata Mas Akbar Bram,kamu harus percaya pada Tuhan,"
"Iya,,makasih karena kalian sudah membantu ku,,"
Akbar lalu memberi kan no telfon Frengki pada Bram,setelah itu Bram pamit dari kamar Akbar,dan Bram akan menginap juga di hotel yang sama dengan Akbar.
"Kasihan juga ya Mas ,si Bram,,sudah jauh jauh dari singapur ingin memperbaiki hubungannya dengan Sifa,tapi Sifa sudah ada Frengki,,"
"Ya mau gimana lagi,mungkin ini ujian untuk mereka untuk menemukan cinta sejatinya,,"
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1