Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Masuk Ke Ruang Operasi


__ADS_3

Frengki lari dengan cepat menuju ruang rawat Jihan,teman Frengki yang dokter itu juga ikut lari karena melihat Frengki yang panik.


Frengki buka pintu dan melihat Jihan yang sedang muntah di bantu Mamah mengusap tengkuknya.


"Sayang,,kamu kenapa,,?"Frengki mendekati Jihan dan Mamah mundur.


"Jihan tiba tiba muntah muntah,,"Frengki membantu mengusap mulutnya dan menidurkan lagi Jihan.


"Mas,,Aku sudah ngga kuat,,"Dengan pelan Jihan berkata dan semua tapi masih bisa dengar.


"Tidak,,kamu pasti kuat,,hari ini kita akan bertemu anak kita,Kamu harus kuat,,"


"Bian,,,tolong sekarang juga bilang sama tim Dokter,kita lakukan operasi,,"Frengki menyuruh Temanya yang Dokter itu.


"Baik lah,,Aku akan kabari kamu kalau sudah siap,,"Bian pun langsung pergi.


"Sayang,,kamu pasti kuat ,"Sambil menciumi tangan Jihan,Frengki mencoba untuk kuat padahal di hatinya sedang menangis.


"Nanti kalau Aku di ambil Tuhan,Aku titip anak kita ya Mas,,Aku bahagia bisa memberikan anak buat Mas dan cucu buat mamah dan Papah,Aku sudah ikhlas kalau Tuhan mengambilku Mas,,"Air mata Frengki akhirnya jatuh juga.

__ADS_1


Mamah mencoba untuk menenangkan Frengki sambil mengusap punggung Frengki yang menangis.


"Kalian harus banyak berdoa,Jihan jangan bicara seperti itu sayang,kamu harus berjuang ,apa kamu tidak ingin merawat dan membesarkan anak kamu,kalian pasti akan bahagia nanti,Tuhan tau kalau perjuangan kalian tidak gampang,Tuhan pasti akan berikan kalian kebahagiaan,banyaklah berdoa dan meminta pada Tuhan untuk kesembuhan dan kelancaran saat operasi Cesar nanti,"


Jihan hanya diam sambil mengatur nafasnya,dan di dalam hatinya Jihan pun berdoa.


"Tuhan kalau memang umurku sampai di sini Aku ikhlas,tapi Aku juga ingin merawat anaku dan juga suamiku,jika Aku boleh meminta berilah hamba mu ini kesembuhan dan kehidupan kedua,"


Ari mata Frengki terus mengalir,Mamah menyuruh Frengki ke kamar mandi untuk cuci muka dan menenangkan diri,karena sebentar lagi Frengki harus menemani Jihan di ruang operasi.


Saat Frengki di kamar mandi Papah datang,dan langsung mendekat.


"Papah akan doakan yang terbaik buat kamu,dan kamu ngga pernah buat salah di mata Papah,kamu adalah menantu terbaik,pasti Tuhan akan memberimu umur panjang,bertahan lah dan kamu harus kuat,,kita semua sayang sama kamu,,"Jihan tersenyum.


Frengki keluar dari kamar mandi,papah melihat Frengki sangat kacau,papah ngga akan bayangkan kalau Jihan tiada,pasti Frengki akan sangat hancur.


"Kamu jangan lemah,kamu juga harus kuat,beri semangat terus untuk istrimu,,"


"Iya Pah,,"

__ADS_1


Bian datang bersama dua suster,dan bilang ke Frengki semuanya sudah siap,Ranjang pun di dorong ke ruang operasi,Frengki selalu di samping Jihan.


Mamah dan papah menunggu di luar ruang operasi,Frengki ikut masuk,Frengki hanya duduk di dekat kepala Jihan,yang memasang alat dan menyiapkan semua Dokter dan suster lainya.


Frengki selalu menggenggam tangan Jihan ,dan mengusap kepala Jihan dengan sayang.


"Jangan takut yah,,sebentar lagi kita akan bertemu anak kita,Mas akan selalu menemani kamu di sini,"Jihan hanya mengangguk dan tersenyum.


Operasi akan di lakukan setelah Jihan di suntik ,dan sudah tidak merasakan apa-apa.


Jihan selalu menatap Frengki,sambil terus berdoa di dalam hati nya.detak jantung Jihan melemah saat tangisan bayi terdengar.


Karena bayi nya masih 7 bulan tangisan bayinya pun sangat kecil terdengar,Frengki tidak mau pergi dari tempatnya duduk dan terus menemani Jihan tidak penasaran dan ingin lihat anaknya,dan anak Frengki langsung di masukan ke ingkubator agar hangat.


Saat perut Jihan sedang di jahit,mata Jihan dengan pelan tertutup,dengan bibir yang tetap tersenyum.


"Tidak sayang,,tidak,,kamu harus kuat,,,Mas ngga mau kamu pergi,,kamu harus bertahan sayang,,Mas mohon,,Tuhannn,,,tolong istri saya Tuhan,,"dengan bunyi alat detak jantung makin melemah,Dokter dan Suster sudah sibuk dengan alat agar jantung setabil.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2