Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Frengki Tidak Banyak Bicara


__ADS_3

Akbar benar benar kaget,ternyata dunia sangat sempit,kenapa bertemu Jihan di sini dalam kondisi seperti ini juga.


Belum juga Akbar bilang ke Vivi tentang siapa yang di tabrak Sifa,Dokter sudah keluar,lalu ke empatnya mendekat ke Dokter.


"Gimana keadaan nya Dok,,"


"Apa anda keluarganya,,?"


"Iya,,kita keluarganya,,?"Akbar yang langsung menjawab.


"Oh baiklah,,jadi gini Pak,,Pasien mengalami patah tulang di tangan dan punggungnya juga terluka cukup parah karena seperti terhantam Penda keras,tapi untungnya tidak mengalami keretakan,hanya saja tulang punggungnya terluka,untuk kesembuhannya juga lumayan cukup lama itu membuat pasien belum bisa duduk,pasien sudah melewati masa kritisnya sekarang jadi sudah sedikit lega,,"


"Iya Dok terimakasih,,"


"Perawat nanti akan membawa pasien ke kamar rawat,saya permisi dulu,,"


"Iya Dok silakan,,"


Ke empatnya lalu menunggu Jihan keluar dari ruang UGD,sekitar 10 menitan suster keluar sambil mendorong Bankar keluar.


Vivi melihat ke Bankar,dan sangat kaget melihat Jihan yang ada di situ,Vivi menutup mulutnya sambil melihat ke Frengki dan Akbar,Keduanya menganggukan kepalanya.


"Ya Tuhan Jihan,,,,"Kata Vivi pelan.


"Apa kamu mengenalnya Vi,,dia memang dari Indonesia,,?"


"Iya,,Aku sangat mengenalnya,,dia adalah Jihan,,"


Ke 4 nya mengikuti suster membawa Jihan ke ruang rawatnya,setelah semuanya beres Suster lalu keluar dari ruang rawat Jihan.

__ADS_1


"Apa Mas Frengki dan Mas Akbar juga mengenalnya,"Frengki hanya mengangguk,sedang Akbar menjawab Iya.


"Mas,,kamu masih punya no telfon Papahnya Jihan ngga,,?"


"Mas udah ngga punya,nanti Mas tanya sama Papah aja,siapa tau Papah Punya,,"


"Oh iya Mas,,"


"Kalian kan kenal semuanya nih,jadi Aku ngga perlu lapor ke polisi kan,,lagian Aku ngga menabraknya,tapi dia yang tiba tiba menyebrang,nanti kalau ternyata keluarganya ngga terima dan menuduh Aku yang menabraknya,di tempat kejadian tadi ada CCTv jadi aku ada bukti,,"


"Iya,,ngga usah lapor polisi,biar nanti saja kalau keluarganya lihat Jihan dulu,"kata Akbar.


Frengki dari tadi banyak diam,dan terus saja melihat ke Jihan.


"Mas,,Besok Aku masuk pagi,Aku mau pulang dulu,kamu mau ngga menemani dia di sini,Hari ini rasanya Aku sangat lelah,"sambil Sifa menepuk pundak Frengki agar mendengarnya.


"Maaf ya Mas,Aku jadi merepotkan,,"


"Ngga papa,,kamu pulanglah dan hati hati,"Sifa mengangguk.


Setelah Sifa pergi,ketiganya duduk di sofa,mereka sambil mengobrol.


"Kamu udah jadian sama Sifa Freng,?"Tanya Akbar dan Frengki mengangguk.


"Wah hebat juga kamu,Trus Jihan gimana,,?"


"Mas,,kamu apaan sih,,"kata Vivi.


"Ya ngga Mas hanya tanya,dulu kan Frengki suka sama Jihan,Trus sekarang sudah ada Sifa tapi Jihan keadaanya sekarang seperti itu,"

__ADS_1


"Ya emang kenapa kalau ketemu Jihan seperti itu,ya kan mereka bisa jadi teman,,"


"Iya sayang,,maaf,,tapi Sifa kalau tau Frengki pernah suka sama Jihan gimana,"


"Ya kita jangan kasih tau,yang tau kan cuman kita,,"


Frengki hanya diam saat Akbar dan Vivi debat,Frengki ternyata sedang galau,wanita yang selama ini mencoba di lupakan ternyata sekarang ada di depanya dengan kondisi yang terluka parah.


"Sayang,Mas antar kamu pulang yuk,ini sudah malam,kamu harus kerja pagi besok kan,?"


"Iya sih mas ,,Tris Jihan gimana,?"


"Kan ada Frengki yang jagain,,"


"Kasihan Frengki kalau sendiri,"


"Ya sudah nanti setelah Mas antar kamu , Mas kesini lagi buat temenin Frengki di sini,ok,,"


"Itu ide bagus sih,"


"Freng,,Aku antar Vivi dulu yah,nanti Aku kesini lagi,,"


"Hemmm,,iya,,"jawab Frengki pelan.


Vivi dan Akbar lalu keluar dari ruang rawat Jihan,dan Frengki bangun dari duduknya lalu berjalan mendekati Jihan.


"Kenapa kita bertemu lagi,dan kondisi kamu juga seperti ini,,,"


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2