
Akbar dan Vivi sudah di dalam apartemen,dan Vivi langsung masuk dapur untuk merapikan barang belanjaan.
"Apa sudah selesai,,? kalau sudah Aku mau bicara,"tanya Akbar pada Vivi yang menyusulnya ke dapur.
Vivi lalu keluar dari dapur tanpa menjawab,dan Vivi lalu duduk di sofa,Akbar mengikutinya dan ikut duduk di samping Vivi.
"Jen itu teman ku kuliah,dan Jen juga anak dari Om Danu,Om Danu itu Dokter temen papah yang memasukan Aku kerja di rumah sakit tempatku bekerja sekarang, maaf Aku ngga bilang kalau kamu pacarku,Aku takut Jen bilang ke Om Danu dan nanti Om Danu bilang ke Papah kalau kita pacaran,Aku juga bingung,sebenarnya Aku ingin bilang kalau kamu itu kekasihku malah calon istriku,kamu kan yang belum mau kalau sampai orang tuaku tau tentang hubungan kita,jadi Aku mohon kamu percaya padaku,Aku mencintaimu dan Jen hanya teman tidak lebih dari itu,,"sambil menggenggam tangan Vivi lalu menciuminya.
Vivi yang mendengar penjelasan Akbar lalu mengerti kenapa Akbar tadi ngga bilang kalau dirinya adalah pacarnya pada Jen.
"Sayang,,,percaya yah sama Aku Yah,,"Vivi mengangguk,lalu Akbar mencium keningnya.
Akbar lalu mau berangkat bekerja setelah Vivi mendengarkan penjelasan darinya tentang Jen,,Akbar meninggalkan Vivi sendirian di apartemen nya.
"Aku berangkat kerja yah,kamu hati hati di rumah ,dan jangan buka pintu kalau ada yang datang,"
"Iya,,Mas juga hati hati yah,"Sambil Salim,lalu Akbar mencium kening Vivi.
Akbar pun pergi ke rumah sakit untuk bekerja,sedang Vivi masuk ke kamar,dan lanjut tidur karena mengantuk.
Vivi tidur sangat nyenyak,sampai bangun jam 8 malam,dan kamar pun gelap karena lampu belum di nyalakan.
"Ya Tuhan,,gelap banget ini,jam berapa yah,"Vivi mengambil hpnya dan melihat jam.
"Jam 8 ,ya Tuhan dah malam,"Vivi lalu menyalakan lampu,setelah menyala Vivi keluar kamar dan menyalakan lampu semuanya.
Vivi mengambil minum lalu duduk di bangku meja makan,sambil berfikir mau masak apa.
__ADS_1
Vivi lalu memasak untuk makan malam Akbar nanti saat pulang kerja.
Vivi memasak sup daging dan bikin begedel,biar nanti Akbar makan kuah yang hangat.
Jam 9 Vivi sudah selesai masak,lalu Vivi ke kamar dan bersih bersih,Vivi mandi sebentar pake air hangat,biar nanti Akbar pulang Vivi terlihat segar.
Selesai mandi Vivi lalu bersantai di kasur sambil melihat ke hp,Vivi melihat tempat tempat yang ada di Amerika yang bisa di kunjungi.
Jam 10 lewat 10 menit Vivi mendengar pintu terbuka,Vivi lalu keluar dari kamar dan ternyata Akbar pulang,keduanya langsung tersenyum,dan Vivi membantu melepaskan jaket tebal Rizki.
"Sayang,,peluk Aku ,Aku kedinginann,,"kata Akbar sambil merentangkan tanganya.
Vivi lalu menyambutnya dan memeluk Agung dengan kencang.
"Sudah ya Mas,,Vivi sudah buatkan sup daging tuh,ayo makan biar badanya hangat,"
Akbar duduk dan Vivi langsung menyiapkan semuanya,Akbar melihat keVivi yang sangat telaten meladeninya.
"Sayang,,bergedelnya enak banget,,"sambil menggigitnya.
"Masa,,makasih,,"sambil tersenyum.
Keduanya lalu makan bersama,Akbar sampai nambah dua kali karena masakan Vivi benar benar enak.
Selesai makan Keduanya menuju kamar,tapi setelah Vivi merapikan piring kotornya.
Akbar masuk kamar mandi untuk bersih bersih,dan Vivi menyiapkan baju untuk tidur Akbar.
__ADS_1
"Mas,,ini bajunya udah Vivi siapkan,"
"Iya makasih sayang,,"Akbar memakainya.
Setelah itu Akbar dan Vivi naik ke kasur."Enaknyaa,,"kata Akbar saat sudah rebahan.
"Capek ya Mas,,?"
"Hemmm,,,pinggangnya pegel karena dari pagi sampai malam duduk terus,"
"Sinih Vivi pijit,Mas tengkurap yah,,"
"Ngga usah,,istirahat aja yuk,,"
"Udah Mas tengkurap aja,Vivi pijitin Vivi kan dari tadi sudah tidur,,"sambil mendorong badan Akbar suruh tengkurap.
Akhirnya Akbar menurut dan tengkurap,Vivi lalu memijit badan Akbar,dari punggungnya.
Akbar merasa keenakan dan sampai akhirnya Akbar tertidur karena merasa lelah,Suara dengkuran halus sudah terdengar.
"Ya Tuhan semoga dia selalu di beri kesehatan,Aku mencintainya Tuhan,sangat mencintainya,tapi Aku juga takut karena Aku sadar diri,Aku jelek dan orang biasa,sedang dia ,Dia sangat tampan pasti banyak wanita yang menyukainya,dia juga sudah mapan dan dari keluarga yang terpandang,semoga hubunganku denganya selalu di beri kelancaran,dan jauhkan dari godaan godaan orang ke tiga,amin,,"sambil terus memijit punggung Akbar.
Setelah punggung lalu pijitan Vivi turun ke dua kaki nya,dan setelah itu kedua tanganya juga,Akhirnya selesai Vivi lalu membaringkan badanya di samping Akbar,sambil menatap wajah Akbar yang sedang tidur dengan nyenyaknya.
"Aku mencintaimu,,"kata Vivi pelan,lalu Vivi mencium kening Akbar.
Setelah itu Vivi pun ikut tidur sambil tangan Akbar di genggamnya.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih,,