
Esok Paginya Jihan sudah siap ,Jihan juga sudah sarapan tinggal menunggu Frengki darang menjemput.
Jam 8 pagi Frengki sudah datang,dan Frengki membawa kursi roda.
"Pagi sayang,,sudah siap,,?"Frengki mendekat ke Jihan dan mencium keningnya.
"Sudah Mas,,"sambil tersenyum,Frengki mengusap pipi Jihan saat Jihan mendongak.
"Sudah sarapan sama minum obatnya,,"
"Sudah,,,"
"Bagus,,anak pintar,,,"keduanya tersenyum karena Frengki sambil meledek.
"Aku belikan kursi roda biar enak kamu nya,,"
"Itu pasti mahal ya Mas,,?"
"Ngga kok,,Yuk kita berangkat,Aku sudah janjian sama Dokternya jam 9 pagi,,"Jihan mengangguk.
Bibi juga ikut ke rumah sakit,Setelah Frengki membantu Jihan duduk di kursi roda,ketiganya berangkat.
Frengki mendorong kursi rodanya,sedang Bibi membawa tas milik Jihan.
Sampai di mobil Frengki membawa mobilnya menuju rumah sakit langsung.
Sampai di rumah sakit,Frengki kembali membantu Jihan untuk duduk di kursi roda,Frengki menuju ruangan Dokter yang akan memeriksa Jihan.
"Pagi Lif,,,"sapa Frengki ke temanya yang bernama Dokter Alif sambil masuk ke dalam.
"Pagi,,ayo Masuk,,,"Frengki lalu duduk di bangku dan Jihan di sampingnya,Bibi juga duduk di dekat Frengki.
"Jadi kita mau langsung terapi apa mau gimana nih Freng,,?"
"Kamu cek dulu tulang pinggulnya dan kakinya,,"
"Oh baiklah,,kamu emang belum memeriksanya,,?"
__ADS_1
"Sudah,,tapi Aku takutnya salah dan ngga seakurat pemeriksaan kamu,,"
"Kamu ngga usah sok bilang salah deh,kamu juga bisa,,"
"Ya udah kita periksa,,nona cantik saya periksa dulu yah,silakan naik ke Bankar,"Jihan tersenyum ramah sambil mengangguk.
Frengki membantu Jihan naik ke Bankar,karena Jihan terlihat kesusahan Frengki menggendongnya.
Dokter Alif lalu mulai memeriksanya,dan Frengki juga ikut memeriksa.
"Semuanya baik sih,,tulangnya juga sudah ngga ada keretakan,,"
"Tapi kenapa kalau buat jalan sakit ya Dok,?"tanya Jihan.
"Itu wajar karena tadinya bekas luka dan tidak di buat gerak,nanti kalau sudah mulai terapi jalan juga akan hilang sakitnya,Sekarang kita mulai aja terapinya dengan pelan pelan,Freng bantu kekasihmu bangun,kita ajak ke tempat terapi,,"Frengki menjawab iya.
Lalu Frengki mengangkat Jihan untuk duduk di kursi roda,mereka menuju ruang terapi.
Karena kondisi Jihan sudah jauh lebih baik,Jihan hanya butuh terapi jalan saja,agar jalanya tidak sakit dan kaku.
Sekitar satu jam Jihan melakukan terapi jalan juga Dokter Alif terus memantau,sekarang mereka semua sudah duduk di sofa untuk membicarakan terapi Jihan.
"Kalau sering di buat jalan tidak malas untuk terapi,ini akan cepat penyembuhannya,sebaiknya ambil lah terapi seminggu 3 kali,,"kata Dokter Alif.
"Kalau tiap hari gimana Lif,,"
"Tiap hari bisa,tapi kamu tau sendiri biyaya nya,ini cuman untuk melancarkan saja kok Freng,kenapa harus tiap hari,takutnya nona jihan nya capek atau ada hal lainya,iya kan Nona Jihan,,gimana menurut anda ,,? kalau setiap hari,,"
"Nanti saya bicarakan gimana baiknya dulu Dok sama Mas Frengki,,"
"Oh iya itu lebih bagus,,"
Selesai berbicara,Mereka berpamitan dan akan pulang ke apartemen.
"Sayang,,Mau makan di luar atau mau beli sesuatu ngga,mumpung kita masih di luar ,,?"
"Aku mau pulang aja ya Mas,,nanti pesan aja,,"
__ADS_1
"Ya udah,,kita pulang,,"
Sampai di apartemen Jihan di dudukan di sofa,Frengki juga ikut duduk di sebelahnya.
"Mau pesan apa,,Aku sudah lapar ,kamu pilih lah,,"Frengki memberikan hpnya pada Jihan,agar Jihan yang pilih makanan.
"Kamu pengin yang kuah apa yang ngga Mas,,?"
"Mas pengin yang kuah aja,,"
Jihan lalu memesan makanan lewat aplikasi,Frengki sambil tiduran di pangkuan Jihan.
"Mas,,Aku baiknya terapinya mau gimana,?"
"Tiap hari aja yah,,biar cepat sembuh,,"
"Tapi biyayanya kan mahal,,"
"Ngga usah pikirin biyaya,biar itu Aku yang urus,,"
"Tapi Aku ngga enak Mas,,Mas jadi ngga kerja juga kan,,?"
"Nanti sore Aku sudah mulai kerja,aku ambil jaga sore,biar paginya Aku bisa antar kamu terapi,,"
"Kamu pasti capek nanti Mas,,"
"Ngga sayang,,buat kamu Aku ngga akan capek,"sambil mencium tangan Jihan.
Lalu bunyi bel berbunyi,"Pesan makanan di mana kamu Yang,kok sudah datang aja,,?"Frengki sambil bangun dan menuju pintu.
"Ngga tau di mana,emang dekat kali tempatnya,,"
Frengki buka pintu,dan saat pintu terbuka,Frengki langsung kaget melihat siapa yang ada di depanya.
***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih
Besok terakhir buat cerita Frengki dan Jihan,tapi nanti tetap aku selipkan ceritanya di antara Akbar dan Vivi,,ingat yah besok masih sekali lagi***,,
__ADS_1