
Vivi dan Akbar masih terus menikmati ciuman mereka,tangan Vivi sambil mere*Masi rambut Akbar.
"Eeemmmm,,,"Suara Vivi tertahan karena mulut Akbar masih sibuk di bibirnya,Vivi mengeluarkan suara karena Akbar menekan miliknya dan inti Vivi sampai terasa sakit.
Akbar yang merasa Vivi kesakitan lalu tidak menekannya lagi,Ciuman Akbar turun ke leher,di leher Akbar tidak memberi tanda tapi hanya menciuminya sama menji*lagi saja,Vivi merasakan geli geli nikmat.
"Maaassssss,,,,,,"
"Iyaaa,,,sayanggg,,,,eeemmm,,,,"
"Geli,,,,aahhh,,,"
Akbar hanya tersenyum tanpa Vivi lihat,Akbar terus lanjut dengan kegiatannya,tangan Akbar sudah ada di dada Vivi,Akbar merema*s nya dengan gemas.
"Aaww,,,Masss,,,jangan kencang kencang,sakit,"
"Iya,,maaf,,Mas gemas soalnya,,"
Sambil memiringkan badannya,tangan Akbar melepaskan satu persatu kancing baju Vivi,dan Akbar kembali mencium bibir Vivi.
Vivi tidak sadar kalau kancing bajunya sudah terlepas semuanya,Akbar yang sudah berhasil melepas semua lalu menuju dada Vivi.
Akbar dengan tidak sabarnya langsung menarik penutupnya,dan langsung melahapnya dengan kencang.
Vivi sampai kesakitan saat kedua Boba nya di mainkan oleh Akbar mengunakan gigi dan yang satu dengan jari tanganya.
"Mass,,,pelan,,,ooww,,,sakit Mas,,"
"Eeemmmm,,,"Akbar menjawab hanya dengan deheman saja.
Akbar cukup lama bermain di dada Vivi,dan terus saja bergantian memainkannya.
Saat sedang asik bermain dengan dada Vivi,hp Akbar berbunyi tanda panggilan.
"Mas,,itu hp kamu bunyi,"
__ADS_1
"Biarkan saja,,"
"Lihat dulu siapa tau penting,,"Tangan Vivi mengambilkannya,dan Vivi melihat nama mamah di hp Akbar.
"Mas,,Mamah kamu yang telfon,angkat dulu gih,,"
Akbar lalu duduk,dan Vivi langsung bangun menuju kamar mandi.
"Halo Mah,,"
"Iya halo,, Abang sudah sampai di Brunai,,?"
"Sudah mah,,ini sudah di hotel,"
"Syukurlah kalau sudah sampai,Abang kenapa ngga ngabarin,,Mamah kan jadi kuatir,"
"Iya Mah Maaf,,,Abang soalnya tadi langsung ke rumah sakit tempat Vivi kerja,"
"Terus sudah ketemu belum sama Vivi nya,?"
"Sudah Mah,,,"
"Ingat ya Bang,, ngga boleh macam macam,kalian belum menikah,,"
"Iya Mah Abang tau kok,"
"Ya udah kalau gitu,mamah mau periksa pasien dulu,salam buat Vivi yah,,"
"Iya Mah,,"Telfon pun mati.
Vivi di kamar mandi melihat ke boba nya,pantas saja sakit ternyata merah .
"Ya Tuhan Mas Akbar,,untung di rumah ada salep,"Vivi lalu merapikan bajunya,setelah itu keluar dari kamar mandi.
Untungnya Vivi dokter jadi punya salep yang bisa ngilangin perih dan merahnya.
__ADS_1
Akbar sedang duduk di sofa,sedang minum Vivi lalu mendekatinya.
"Ada salam dari mamah yah,,"
"Iya makasih,,,Ibu tau Vivi ada di sini,,?"
"Ngga,,cuman tadi Mas bilang habis dari rumah sakit kamu kerja,"sambil memakan cemilan.
"Oh,, Mas nanti jam 4 Vivi pulang yah,,"
"Mau ngapain pulang,,? kamu nginep aja di sini,,"
"Ngga mau Vivi nginep di sini,Vivi takut,,"
"Takut kenapa,,?"
"Takut di makan sama mas,,"Akbar tersenyum.
"Emang kamu makanan apa sampai takut di makan gitu,,"keduanya tersenyum.
"Nginep sini aja yah,,"Akbar bicara lagi.
"Vivi pulang aja,besok bisa kesini lagi kok,Vivi mau ngobatin dada Vivi yang luka,"
"Dada kamu luka,,luka kenapa,,coba mana Mas lihat,,"
"Ngga usah Mas,,cuman lecet saja kok,"
"Sampai lecet,,coba buka Mas mau lihat,,"
"Ngga usah ,,malu ah,,"
"Malu sama siapa,,di sini kan cuman ada Mas,,ayo buka Mas mau lihat,,apa lukanya itu perbuatan Mas,,?"Vivi mengangguk.
Aku punya cerita baru loh,,judulnya AKU BUKAN WANITA SIMPANAN,,yuk klik profilku,,semoga suka yah...
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..