
Kembar sudah berangkat sekolah,Agung dan Dinda sudah selesai sarapan,tapi Abang belum juga keluar dari kamarnya.
"Mau kemana kamu Mah,,?"tanya Agung pada Dinda yang akan pergi.
"Mau panggil Abang Pah suruh sarapan,,"
"Ngga usah di panggil,dia sudah besar,kalau dia lapar dia bisa datang kesini untuk makan,"
"Pah,,jangan seperti ini,Abang anak kita,kalau dia sakit kita juga yang sedih,,"Sambil Dinda mendekati Agung dan berdiri di sampingnya.
"Tapi dia tidak tau dengan apa yang kita rasa,,kita cemas tentangnya tapi sepertinya dia tidak,dia tidak peduli dengan perasaan kita,"
"Pah,,kita sudah pernah muda kan,kita pernah merasakan seperti Abang,Orang bicara apa pun ngga peduli,yang penting kita suka,kita orang tua sekarang hanya bisa menasehati dan mengingatkan,untuk tidak mengulanginya lagi,kalau Papah masih kesal sama Abang,Papah masuk lah ke kamar,kita nanti bicara di kamar saja,ngga enak kalau kita bicara masalah Abang sampai orang lain tau,Mamah mau panggil Abang buat sarapan dulu,dan ingat Papah ada darah tinggi,jadi jangan marah marah,ngga baik,,"sambil mengusap punggung Agung,setelah itu Dinda pun pergi ke kamar Abang.
Dinda mengetuk kamar Abang,lalu masuk karena Abang ngga ada suaranya,ternyata Abang ada di kamar mandi.
Dinda duduk di sofa sambil menunggu Akbar selesai dari kamar mandi.
"Pagi sayang,,"kata Dinda pada Akbar saat keluar dari kamar mandi.
"Pagi Mah,,"Akbar mendekati Mamahnya,lalu Akbar mencium pipi Dinda,setelah itu duduk di sebelahnya.
"Sarapan yuk,,ini sudah siang loh,"
"Abang ngga lapar Mah,"
__ADS_1
"Jangan seperti itu ,Abang sudah dewasa jadi harus bisa bertanggung jawab dengan kesalahan yang Abang perbuat,sekarang sarapan dulu,setelah itu jelaskan ke Papah dan Mamah tentang semuanya.
Akbar Akhirnya mau untuk sarapan,dan Agung sudah pergi ke kamarnya.
"Yang banyak sarapannya,jangan sedikit seperti itu,"
"Ngga Mah,Abang sedang ngga enak makan,"
Dinda lalu membiarkan Abang sarapan semaunya,Dinda juga menemaninya,selesai makan Dinda mengajak ke kamarnya.
"Kita bicara di kamar Mamah,"Akbar menurut,karena kamar Dinda kedap suara.
Sampai di kamar,Agung sedang duduk di sofa lalu Dinda menyuruh Akbar duduk juga,Dinda duduk dekat Agung.
Agung diam saja karena masih marah dengan Akbar,lalu Dinda memberi kode ke Akbar untuk bicara.
"Kenapa Abang lakukan itu,,?"tanya Dinda.
"Karena Abang ingin bertemu Vivi,Abang sudah sangat merindukannya,,"
"Apa Abang tidak merindukan Mamah,Papah dan Adik adik,,"
"Abang kangen kalian juga Mah,tapi Abang kalau sudah sampai rumah untuk pergi menemui Vivi pasti akan sulit,,"
"Kenapa sulit,Abang tinggal bilang kalau ingin bertemu Vivi ,pasti kita izinkan,,"
__ADS_1
"Maaf Mah,,"
"Apa Vivi yang meminta kamu untuk datang ke sana,?"Agung akhirnya bicara.
"Ngga Pah,Abang yang ingin ke sana,Vivi juga ngga tau kalau Abang pulang,Ini semua kemauan Abang,dan Abang yang salah Vivi tidak salah sama sekali,jadi tolong biarkan Vivi bekerja lagi di klinik ,kasihan Vivi Mah Pah,,"
"Sudah ngga perlu,karena di klinik sudah ada Dokter baru yang menggantikannya,"
"Kenapa sih Pah,papah jadi begini,bukanya papah juga tau kalau Vivi itu sangat pintar dan tanggung jawab dengan pekerjaanya,"
"Papah sudah kecewa kepadanya,itu semua karena Abang,coba Abang bilang dari awal kekasih Abang itu siapa,"
"Maaf Pah,,Abang sengaja ngga bilang karena Abang dan Vivi ingin sama sama sukses dulu,makanya kita ngga mau publikasikan hubungan kita,,"
"Papah sudah terima dan menyetujui perjodohan Abang dan Jihan ,jadi Minggu depan Abang akan bertunangan dulu dengan Jihan,Papah ngga mau dengar penolakan,"
"Pah,,,"Akbar yang mendengar reflek bicara keras seperti teriak saat dengar perkataan Agung.
"Abang,,jaga sikap,,"Agung ngga kalah teriaknya,Dinda langsung mengusap lengan Agung.
"Pah,,Mah,,Abang mohon jangan maksa Abang,Abang ngga cinta dengan Jihan,Abang cintanya dengan Vivi,jangan lakukan ini Abang mohon,,"Akbar sampai bersujud di depan orang tuanya.
"Cinta akan datang seiringnya waktu,kalau kalian menikah,,"
"Ngga Pah,,ngga mungkin,,Abang ngga cinta sama Jihan sampai kapan pun,kenapa papah ngga merestui Abang dengan Vivi Pah,apa kurangnya Vivi,,apa salahnya Vivi sampai Papah ngga merestui hubungan Abang dan Vivi,,Abang mohon Pah,,Mah,,Abang mohon,,restui Abang dengan Vivi,,"air mata Akbar pun pecah di depan orang tuanya sambil memohon.
__ADS_1
***apakah Agung dan Dinda akan luluh,apa masih akan terus melanjutkan perjodohan,kita lanjut besok...
*jangan lupa like jempolnya dan votenya terimakasih****...