
Vivi belum bisa tidur karena Akbar dari sore susah di hubungin,Vivi bolak balik mencoba menelfon Akbar terus,tapi tetap sama hasil nya,no Akbar tidak dapat di hubungi.
"Ya Tuhan,,semoga tidak terjadi apa apa dengan Mas Akbar,"sambil melihat ke no Akbar di hpnya.
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam,Vivi yang sudah mengantuk akhirnya tertidur,pagi harinya Vivi bangun langsung mengambil hpnya,Vivi lalu mencoba telfon Akbar lagi,tapi masih tetap tidak aktif.
Vivi membuang nafas,dan ada rasa kuatir pada Akbar,mau telfon kembar tapi ngga punya no nya karena Vivi no baru,no lamanya sudah tidak di pakek lagi.
Karena jam sudah menunjukan pukul setengah 7 pagi waktu Brunai,Vivi langsung mandi.
Sedang Akbar baru mau berangkat ke bandara,Akbar di antar Pak supir,sedang kembar sudah pergi sekolah.
Sampai di Bandara Abang masuk dan menunggu keberangkatan pesawat.
Jam 9 pagi Abang sudah naik ke pesawat,setelah sampai di bandara Brunai Abang naik taxsi menuju hotel.
"Maaf ya Sayang,pasti kamu kuatir karena Aku ngga bisa di hubungi,Tunggu sebentar lagi ,jam makan siang nanti Aku akan menemui mu,,"kata Akbar dalam hatinya saat masih di dalam taxsi.
Akbar akan menginap di hotel dekat Rumah sakit Vivi bekerja,setelah memesan kamar Akbar naik ke atas menuju kamarnya.
Akbar tiduran sambil menunggu jam makan siang datang,sekitar setengah dua belas,Akbar ganti baju dan bersiap untuk menemui Vivi.
Setelah rapi Akbar berangkat menuju rumah sakit tempat Vivi bekerja,Rupanya Akbar sudah berkomunikasi dengan Sifa melalui IG,dan banyak tanya tentang Vivi padanya.
Akbar lalu menuju kantin khusus Dokter dengan bantuan Sifa.
"Mas tunggulah di sini,nanti juga Vivi akan datang ke sini untuk makan siang,Sifa soalnya mau ketemu teman dulu di luar rumah sakit,,"
"Iya baiklah,,makasih yah sudah membantu ku,"
"Iya sama sama,,"
__ADS_1
Akbar lalu duduk sedikit ujung,sambil menikmati segelas kopi,Akbar juga mengaktifkan hpnya lagi,dan ternyata banyak sekali panggilan dari Vivi juga pesan.
Akbar membacanya sambil tersenyum,karena Vivi rupanya benar benar cemas.
"Dokter Vivi,,sinih duduk sini,,"Akbar mendongakan wajah nya saat mendengar ada yang menyebut nama Vivi.
Di depan meja Akbar duduk seorang dokter wanita,dan dia yang memanggil Vivi,Vivi yang memang kenal juga mendekatinya,karena memang sudah tidak ada meja kosong.
Vivi terus berjalan mendekati meja dokter yang memanggilnya tadi,saat sudah makin dekat ke meja,Vivi sudah melihat Akbar,dan mata mereka pun bertemu.
Vivi berhenti berjalan,dan terus menatap Akbar,Vivi merasa sedang berhalusinasi.
"Dok,,kenapa berdiri saja,ayo duduk,,"kata dokter itu.
Dan Akbar tersenyum melihat Vivi yang terus berdiri dengan diam.
"Mas,,,"kata Vivi pelan tanpa ada suara yang keluar,Akbar seakan tau mengangguk kan kepalanya.
Air mata Vivi pun akhirnya mengalir,Akbar lalu berdiri,Vivi berjalan sedikit cepat dan meletakan piring makanannya di meja yang temanya duduk,Vivi lanjut berjalan mendekati Akbar,Temanya yang merasa aneh hanya bisa melihat saja.
"Tidak sayang,kamu tidak berhalusinasi,ini memang Aku,,"Vivi mengusap air matanya,lalu lebih mendekat ke Akbar,begitu juga dengan Akbar,keduanya lalu berpelukan.
Mereka berpelukan tidak lama,hanya sebentar karena di kantin banyak dokter juga suster.
Akbar lalu duduk lagi,sedang Vivi mengambil piring makanya,dan bilang ke temennya kalau mau gabung ke Akbar.
"Mas kok bisa di sini,,terus dari kemarin kenapa hpnya mati,,"sambil duduk.
"Mas sengaja bikin kejutan,gimana kejutan Mas berhasil ngga,,?"
"Berhasil,,sangat sangat berhasil,Vivi sampai kuatir dan tidak tenang,"Akbar tersenyum puas.
__ADS_1
"Mas udah makan,,?"
"Belum,,"
"Kok belum sih,Vivi ambilkan yah,,"
"Ngga usah,Mas tadi udah makan di hotel,kamu makan lah,,"Vivi mengangguk lalu Vivi sambil makan.
"Nanti pulang jam berapa,,?"
"Jam 4 sore,,"
"Bisa izin pulang cepat ngga,,"
"Emang kenapa,,?"
"Mas ingin kangen kangen sama kamu,bisa ngga pulang cepat,,"Vivi berfikir.
"Nanti coba Vivi tanya,kalau ngga bisa Mas pulang aja dulu ke hotel,nanti kalau Vivi pulang Mas bisa datang lagi ke sini,"
"Iya,,tapi Mas mau tunggu kamu izin dulu,boleh pulang cepat apa ngga,"Vivi menjawab Iya.
Selesai makan Vivi langsung menuju kantor,karena mau izin pulang cepat,dan Akbar masih menunggu di kantin.
Ternyata Vivi mendapat izin pulang cepat,Vivi tersenyum senang saat mendapat izin,Vivi mengambil tas di loker dan bersiap pulang.
Setelah Siap Vivi pergi ke kantin untuk menemui Akbar.
"Vivi dapat izin pulang cepat Mas,,ayo kita pulang,"
"Iya sayang ayo,,"
__ADS_1
Keduanya berjalan keluar dari rumah sakit sambil bergandengan tangan dengan rasa bahagia,Akbar langsung mengajak Vivi ke Hotel.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...